Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Sila Ketiga Pancasila Dalam Mengatasi Egoisme Untuk Memperkuat Persatuan Nasional Studi Kasus: Media Sosial Youtobe Nova Lestari Dalimunthe; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Krisdayanti Manik; Nobel Arta Zalukhu; Triska Marsha Olivia
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4061

Abstract

Diera perkembangan globalisasi saat ini timbul kekhawatiran akan meningkatnya sikap egoisme yang berpotensi memicu konflik sosial di masyarakat yang beragam seperti Negara Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," dalam mengatasi egoisme individu dan kelompok yang dapat mengancam persatuan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai jurnal dan informasi yang diperoleh dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila efektif dalam meredam egoisme, baik pada tingkat individu maupun kelompok, dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai persatuan melalui pendidikan karakter dan sosialisasi Pancasila dapat menjadi strategi yang ampuh untuk menjaga keutuhan bangsa. 
Pengembangan Keterampilan Psikomotorik Siswa dalam Pengukuran Fisika melalui Modul Praktikum dan Berbasis Video Nobel Arta Zalukhu; Aidil Azhari Lubis; Esmeralda Susiana Gultom; Khairunisa Khairunisa; Zahwa Risqa Harahap; Sabani Sabani
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5787

Abstract

Pembelajaran fisika berbasis praktikum sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa, terutama dalam hal penggunaan alat ukur seperti mikrometer sekrup dan jangka sorong. Namun, ketelitian dan ketepatan pengukuran masih menjadi masalah bagi banyak siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana keterampilan psikomotorik siswa meningkat sebelum dan sesudah praktikum. Studi ini akan mengukur elemen psikomotorik dengan menggunakan lima komponen rubrik penilaian: ketepatan membaca skala, keterampilan menggunakan alat, kepatuhan terhadap prosedur, kepercayaan diri, dan ketelitian mencatat data. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain kuasi-eksperimental. Data dikumpulkan melalui pretes dan postes, serta dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis praktikum dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan psikomotorik siswa setelah mengikuti praktikum. Rata-rata skor pretes sebesar 52,3 meningkat menjadi 82,1 pada postes, dengan rata-rata peningkatan 56,8%. Selain itu, hasil observasi berbasis rubrik menunjukkan peningkatan positif pada semua aspek yang diukur, dengan skor tertinggi pada aspek kepercayaan diri (4,0 dalam kategori Sangat Baik). Akibatnya, pembelajaran berbasis praktikum terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa ketika mereka menggunakan alat ukur fisika. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktikum secara lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa dalam pendidikan fisika.
Tinjauan Hukum dan HAM Terkait Tembak Mati Pelaku Begal (Menyoroti Pernyataan Wali Kota Medan “Tembak Mati Begal”) Alvando Siahaan; Aura Mutasyifa Syafitri; Calvin Mahaga Tarigan; Cinta Salsabila; Heri Manotas; Ina Anhar; Nobel Arta Zalukhu; Taufiq Ramadhan
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4032

Abstract

Pernyataan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang menyerukan kebijakan "tembak mati begal" memunculkan perdebatan besar mengenai penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Artikel ini mengkaji implikasi hukum dan HAM dari pernyataan tersebut, dengan fokus pada dampaknya terhadap kebijakan penegakan hukum di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif dan analisis konten berita serta reaksi publik, artikel ini mengeksplorasi dampak pernyataan tersebut terhadap prinsip-prinsip HAM, prosedur hukum, serta respon masyarakat dan pihak terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan ekstrem dapat mempengaruhi implementasi hukum dan perlindungan HAM dalam konteks sosial-politik Indonesia.
Peran Sila Ketiga Pancasila Dalam Mengatasi Egoisme Untuk Memperkuat Persatuan Nasional Studi Kasus: Media Sosial Youtobe Nova Lestari Dalimunthe; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Krisdayanti Manik; Nobel Arta Zalukhu; Triska Marsha Olivia
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 1 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4061

Abstract

Diera perkembangan globalisasi saat ini timbul kekhawatiran akan meningkatnya sikap egoisme yang berpotensi memicu konflik sosial di masyarakat yang beragam seperti Negara Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," dalam mengatasi egoisme individu dan kelompok yang dapat mengancam persatuan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai jurnal dan informasi yang diperoleh dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila efektif dalam meredam egoisme, baik pada tingkat individu maupun kelompok, dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai persatuan melalui pendidikan karakter dan sosialisasi Pancasila dapat menjadi strategi yang ampuh untuk menjaga keutuhan bangsa.