Hertati Sitanggang
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemajuan dan Kontrovensi Kebijakan Agraria Raffles Rosmaida Sinaga; Arisya Rajagukguk; Hertati Sitanggang; Risky Manullang
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4170

Abstract

Artikel ini membahas sejarah reformasi agraria di Indonesia, dengan fokus pada kebijakan pengelolaan tanah yang diterapkan oleh Sir Stamford Raffles pada awal abad ke-19. Tanah sebagai sumber daya vital sering kali menjadi sumber konflik antara penguasa dan masyarakat, dengan perbedaan persepsi mengenai kepemilikan dan pemanfaatannya. Raffles memperkenalkan sistem sewa tanah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan modernisasi sistem agraria, tetapi kebijakan ini juga menimbulkan kontroversi dan dampak negatif bagi petani lokal dan masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup tahapan heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi, dan historiografi, dengan studi literatur sebagai bagian penting dalam analisis. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang warisan historis yang membentuk sistem agraria di Indonesia hingga saat ini.
PERAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DI ERA DIGITAL Muhammad Iqbal; Ruth Lumbantoruan; Ocha Tondang; Hertati Sitanggang; Alpida Sari; Anggun Ronauli; Shaniya Bangun
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol 2 No 4 (2025): MARCH 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmpsd.v2i4.72350

Abstract

The digital era has significantly transformed social interactions, learning processes, and character formation, particularly among younger generations. As the ideological foundation of the Indonesian state, Pancasila plays a crucial role in guiding moral values and strengthening national character amid rapid technological development and globalization. This study aims to analyze the role and relevance of Pancasila values in building national character in the digital era, as well as the challenges faced in their implementation. The research employed a qualitative approach using a literature review method by examining books, scientific journals, and relevant academic documents related to Pancasila, character education, and digital society. The findings indicate that the values of Pancasila—belief in God, humanity, unity, democracy, and social justice—remain highly relevant as ethical guidelines for digital behavior, particularly in addressing issues such as digital ethics, cyberbullying, misinformation, and declining social awareness. The study also highlights the importance of integrating Pancasila-based character education within educational institutions to foster responsible, ethical, and socially aware digital citizens. Therefore, collaboration among government, educational institutions, and society is essential to internalize Pancasila values through character education and positive utilization of digital technology.