Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan model intensi berwirausaha hijau pada Generasi Z dalam konteks AI economy dengan menguji pengaruh Sustainability-Oriented Economic Education, digital financial literacy, dan eco-innovation mindset. Penelitian ini hadir untuk menjawab kesenjangan dari studi terdahulu yang masih banyak membahas pendidikan kewirausahaan, literasi keuangan, dan Green entrepreneurship secara terpisah, padahal mahasiswa saat ini mengambil keputusan ekonomi langsung di dalam ekosistem platform digital, fintech, kecerdasan buatan, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan responden sebanyak 420 mahasiswa dari program studi Pendidikan Ekonomi, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Kewirausahaan di kawasan Indonesia Timur. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM melalui proses bootstrapping 5.000 subsampel. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan nilai reliabilitas dan validitas yang memadai, dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,846–0,889, composite reliability 0,891–0,918, dan AVE 0,621–0,691. Hasil pengujian model struktural membuktikan bahwa Sustainability-Oriented Economic Education dan digital financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap eco-innovation mindset serta Green entrepreneurial intention. Variabel eco-innovation mindset memiliki pengaruh langsung paling kuat terhadap Green entrepreneurial intention sekaligus bertindak sebagai mediator parsial pada kedua hubungan anteseden tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa intensi berwirausaha hijau tidak sekadar dibentuk oleh paparan pengetahuan ekonomi, melainkan sangat ditentukan oleh kapasitas kognitif mahasiswa untuk membayangkan peluang penciptaan nilai ekologis berbasis pemanfaatan teknologi digital.