Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Model Prediktif Kesiapan Karir Gig Economy Mahasiswa Pengaruh Literasi AI Generatif, Kecerdasan Adaptif (AQ), dan Efikasi Diri Personal Branding Digital: A Predictive Model of College Students' Gig Economy Career Readiness: The Influence of Generative AI Literacy, Adaptive Intelligence (AQ), and Digital Personal Branding Self-Efficacy Habie, Rahmawati Sarizki; Syam, Andi Zulitsnayarti Mardhani; Yani, Ni Luh Sinta; Damasinta, Alfiana
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2437

Abstract

Pergeseran lanskap kerja menuju Gig Economy, ditambah disrupsi otomatisasi dari Artificial Intelligence (AI) Generatif, menuntut kesiapan karir non-tradisional dari mahasiswa (Generasi Z). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membangun model prediktif untuk Kesiapan Karir Gig Economy (Y) berdasarkan tiga kompetensi mutakhir: Literasi AI Generatif (X1), Kecerdasan Adaptif (AQ) (X2), dan Efikasi Diri Personal Branding Digital (X3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan survei cross-sectional. Sampel terdiri dari 350 mahasiswa tingkat akhir di lima universitas besar di Indonesia, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (X1, X2, X3) secara simultan berpengaruh signifikan (p < 0,05) dan positif terhadap Kesiapan Karir Gig Economy (Y), dengan nilai adjusted R² sebesar 0,618. Secara parsial (Uji t), Kecerdasan Adaptif (AQ) (β = 0,472) terbukti menjadi prediktor paling dominan, diikuti oleh Efikasi Diri Personal Branding Digital (β = 0,298), dan Literasi AI Generatif (β = 0,165).  Temuan ini mengimplikasikan bahwa kemampuan teknis AI (X1) tidak mencukupi jika tidak disertai adaptabilitas yang tinggi (X2) dan keyakinan mengelola reputasi digital (X3). Model prediktif ini mengkonfirmasi bahwa kurikulum pendidikan tinggi harus berevolusi dari sekadar keterampilan teknis, menuju pengembangan adaptabilitas dan manajemen branding digital mahasiswa secara strategis agar sukses di Gig Economy.
Strategi Pemasaran Digital dan Inovasi Produk: Pengaruhnya terhadap Kinerja UMKM di Kabupaten Buleleng Ni Luh Sinta Yani; Puji Novita Sari; Rahmawati Sarizki Habie; Septiannisa Paramita; Muhammad Ansar Anto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4845

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan pemasaran digital serta inovasi produk terhadap kinerja pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pertumbuhan jumlah UMKM yang pesat belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan kinerja pemasaran yang optimal, khususnya dalam aspek pemanfaatan media digital dan pengembangan produk yang inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda, yang dirancang untuk menguji hubungan kausal antara variabel independen (pemasaran digital dan inovasi produk) terhadap variabel dependen (kinerja pemasaran). Sampel penelitian terdiri atas 52 pelaku UMKM aktif yang telah mengimplementasikan strategi digital marketing, dengan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS for Windows versi 22.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial, digital marketing memberikan pengaruh positif namun tidak terlalu kuat terhadap kinerja pemasaran, sedangkan inovasi produk menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pemasaran UMKM, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,006 (< 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara strategi pemasaran digital yang tepat dan inovasi produk yang berfokus pada kebutuhan konsumen mampu meningkatkan efektivitas pemasaran, memperluas wawasan pasar, serta mempercepat adaptasi terhadap tren konsumen. Selain itu, sinergi kedua aspek ini juga memperkuat hubungan pelanggan, mendorong peningkatan penjualan, dan menumbuhkan loyalitas terhadap merek lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dengan inovasi berkelanjutan sebagai strategi utama untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kinerja pemasaran UMKM di era ekonomi digital saat ini.
Akselerasi Kemandirian Ekonomi Guru PPPK Paruh Waktu Melalui Strategi Digital Marketing Berbasis Local Networking Di Kecamatan Telaga Rahmawati Sarizki Habie; Muhamad Ihsan Said Ahmad; Maghfirah Sari Aziz; Andi Zulitsnayarti Mardhani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 : Mei (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economic welfare of Early Childhood Education (PAUD) and Kindergarten (TK) teachers holding Part-Time Government Employees with Work Agreements (PPPK) status in Telaga District remains a challenge requiring tactical solutions. Although many teachers already possess independent business units (MSMEs), such as culinary products, stationery, and furniture, their marketing effectiveness is still hindered by low digital literacy. This community service activity aims to enhance teachers' digital marketing competence through the Digital Teacherpreneurship concept. The implementation method employs the Participatory Action Learning (PAL) approach, encompassing problem recognition, digital platform transformation, and promotional network synergy phases. Data analysis was conducted using a descriptive qualitative technique through participatory observation. The results indicate an 85% increase in participants' digital understanding. Participants successfully configured digital storefronts using the WhatsApp Business Catalog feature and initiated collective cross-promotion strategies. This innovation proved effective in expanding market reach without additional costs, while simultaneously maintaining teachers' economic stability without compromising their professional integrity at school.
Literasi Keuangan Digital Berbasis Artificial Intelligence Dan Kesiapan Karier Mahasiswa Pendidikan Ekonomi: Peran Edupreneurial Mindset Sebagai Variabel Mediasi Rahmawati Sarizki Habie
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 4 No 4 (2026): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Inform
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation and the development of artificial intelligence (AI) have changed the way students learn, manage financial information, build employability skills, and design future career opportunities. Economic Education students are no longer expected only to become prospective economics teachers; they also need digital financial literacy, technological adaptability, and an edupreneurial mindset to participate in the digital education and economic ecosystem. This study aims to examine the effect of AI-based digital financial literacy on the career readiness of Economic Education students, with edupreneurial mindset as a mediating variable. This research employed a quantitative survey design. Simulated data were developed from 185 Economic Education students and analysed using linear regression and mediation testing. The research instrument consisted of three main variables: AI-based digital financial literacy, edupreneurial mindset, and career readiness. The results show that AI-based digital financial literacy has a positive effect on edupreneurial mindset. AI-based digital financial literacy also positively affects students’ career readiness. Furthermore, edupreneurial mindset mediates the relationship between AI-based digital financial literacy and career readiness. These findings indicate that students’ ability to understand digital finance and utilise AI should not only be directed toward technical skills, but also transformed into innovative, creative, and value-creating educational mindsets. The novelty of this study lies in integrating AI-based digital financial literacy, edupreneurial mindset, and career readiness within the context of Economic Education. This study recommends strengthening the Economic Education curriculum through digital project-based learning, fintech simulation, ethical AI use, and edupreneurship product development.
Intensi Kewirausahaan Hijau dalam Ekonomi AI: Peran Pendidikan Ekonomi Berorientasi Keberlanjutan, Literasi Keuangan Digital, dan Pola Pikir Eko-Inovasi pada Generasi Z: Green Entrepreneurship Intentions in the AI ​​Economy: The Role of Sustainability-Oriented Economic Education, Digital Financial Literacy, and Eco-Innovation Mindset in Generation Z Habie, Rahmawati Sarizki; Syam, Andi Zulitsnayarti Mardhani; Damasinta, Alfiana; Hakim, Noor Hasana
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan model intensi berwirausaha hijau pada Generasi Z dalam konteks AI economy dengan menguji pengaruh Sustainability-Oriented Economic Education, digital financial literacy, dan eco-innovation mindset. Penelitian ini hadir untuk menjawab kesenjangan dari studi terdahulu yang masih banyak membahas pendidikan kewirausahaan, literasi keuangan, dan Green entrepreneurship secara terpisah, padahal mahasiswa saat ini mengambil keputusan ekonomi langsung di dalam ekosistem platform digital, fintech, kecerdasan buatan, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan responden sebanyak 420 mahasiswa dari program studi Pendidikan Ekonomi, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Kewirausahaan di kawasan Indonesia Timur. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM melalui proses bootstrapping 5.000 subsampel. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan nilai reliabilitas dan validitas yang memadai, dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,846–0,889, composite reliability 0,891–0,918, dan AVE 0,621–0,691. Hasil pengujian model struktural membuktikan bahwa Sustainability-Oriented Economic Education dan digital financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap eco-innovation mindset serta Green entrepreneurial intention. Variabel eco-innovation mindset memiliki pengaruh langsung paling kuat terhadap Green entrepreneurial intention sekaligus bertindak sebagai mediator parsial pada kedua hubungan anteseden tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa intensi berwirausaha hijau tidak sekadar dibentuk oleh paparan pengetahuan ekonomi, melainkan sangat ditentukan oleh kapasitas kognitif mahasiswa untuk membayangkan peluang penciptaan nilai ekologis berbasis pemanfaatan teknologi digital.
BEYOND THE HYPE: THE IMPACT OF LIVE STREAMING COMMERCE ON SME SALES PERFORMANCE THROUGH TRUST AND ENGAGEMENT Habie, Rahmawati Sarizki; S, Ratnah; Syam, Andi Zulitsnayarti Mardhani
Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 14 No. 02 (2026): Jurnal Dinamika Manajemen
Publisher : Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jdm.v14i02.56071

Abstract

Abstrak Tujuan: Pesatnya proliferasi "Shoppertainment" telah memposisikan Live Streaming Commerce (LSC) sebagai saluran penjualan penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar berkembang. Namun, terdapat kesenjangan yang signifikan antara adopsi teknologi dan kinerja aktual; banyak UMKM mengalami fenomena "empty room" (ruang siaran kosong), di mana mereka gagal mengonversi jumlah penonton menjadi pendapatan nyata. Studi ini bertujuan untuk menguraikan fenomena tersebut dengan menguji bagaimana fitur teknis LSC (Interactivity, Vividness, dan Informativeness) memengaruhi Kinerja Penjualan UMKM, dengan menggunakan kerangka kerja Stimulus-Organism-Response (SOR) untuk mengisolasi peran mediasi dari Customer Trust (Kepercayaan Pelanggan) dan Engagement (Keterikatan). Desain/Metodologi/Pendekatan: Menggunakan desain penelitian eksplanatori kuantitatif, studi ini menyurvei 215 pemilik UMKM di sektor fesyen dan kuliner yang aktif menggunakan platform seperti TikTok Shop dan Shopee Live. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk memastikan responden memiliki pengalaman operasional yang cukup (minimal satu tahun). Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh fitur teknis LSC (Interactivity, Vividness, dan Informativeness) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Trust dan Engagement. Lebih lanjut, Customer Trust dan Engagement terbukti bertindak sebagai mediator penuh (full mediators) yang menjembatani fitur stimulus LSC terhadap Kinerja Penjualan UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa kesuksesan penjualan melalui live streaming tidak sekadar mengandalkan keaktifan fitur teknologi, melainkan bagaimana fitur tersebut mampu membangun ikatan emosional dan kepercayaan konsumen secara real-time. Keterbatasan/Implikasi Penelitian: Penelitian ini berfokus pada pemilik UMKM di sektor retail fesyen dan kuliner di wilayah urban Indonesia, sehingga generalisasi hasil pada sektor industri jasa atau wilayah rural perlu dilakukan dengan hati-hati. Implikasi manajerial menyarankan agar pelaku UMKM tidak hanya berinvestasi pada peralatan penyiaran yang canggih (vividness), tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi interaktif penyiar (host) untuk memicu keterikatan konsumen yang lebih dalam.  Kata Kunci: Live Streaming Commerce; Kinerja Penjualan UMKM; Model SOR; Kepercayaan Pelanggan; Keterikatan Pelanggan.
Peran Adopsi Digital dan Literasi Keuangan dalam Penguatan Praktik Pengelolaan Keuangan dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Mompreneur melalui Kinerja Usaha Maghfirah Sari Azis; Nurliana Nurliana; Rahmawati Sarizki Habie
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jrma.v14i1.14010

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana pemanfaatan teknologi digital dan keahlian keuangan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga pada perempuan yang bekerja sebagai pemilik usaha. Fokus analisis terletak pada fungsi kinerja usaha sebagai alat yang menghubungkan kemampuan usaha internal dengan stabilitas ekonomi keluarga. Untuk tujuan ini, pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 300 ibu rumah tangga yang dipilih di Kota Makassar, yang dipilih berdasarkan keterlibatan mereka yang aktif dalam pengelolaan keuangan dan usaha mikro. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk memeriksa hubungan antar konstruk langsung dan tidak langsung setelah data dikumpulkan menggunakan alat berbasis skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan teknologi digital dan keuangan meningkatkan kinerja bisnis, terutama melalui peningkatan praktik pencatatan transaksi, pengawasan arus kas, dan penerapan informasi keuangan dalam proses pengambilan keputusan. Dampak kedua komponen tersebut terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga diperkuat oleh kinerja usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan digital dan kemampuan keuangan harus bekerja sama untuk menciptakan stabilitas ekonomi keluarga berbasis usaha mikro. Penelitian menekankan betapa pentingnya memperkuat keterampilan digital dan keuangan untuk mendukung praktik akuntansi usaha kecil yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.
Pendampingan Digital Teacherpreneurship Dalam Meningkatkan Kapasitas Kewirausahaan Guru TK Berbasis Literasi Pemasaran Digital Di Kecamatan Telaga Rahmawati Sarizki Habie; Andi Tenri Ampa; Noor Hasana Hakim; Alfiana Damasinta; Ratna S
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 : Mei (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening teachers’ entrepreneurial capacity is an important strategy to encourage educators’ economic independence amid the rapid growth of the digital economy ecosystem. This community service program was conducted at a school on May 21, 2026, involving kindergarten teachers in Telaga District as the main audience. The program aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing digital-based entrepreneurship through the concept of Digital Teacherpreneurship. The implementation method used a Participatory Action Learning (PAL) approach consisting of three stages: identifying teachers’ entrepreneurial needs, mentoring digital marketing literacy, and practicing the development of product promotion strategies using simple digital technology. Data were collected through participatory observation, group discussion, activity documentation, and evaluation of participants’ practical outputs. The results showed that Digital Teacherpreneurship mentoring improved teachers’ understanding of modern entrepreneurship, the use of digital media for promotion, product description writing, and simple marketing strategies that can be applied through laptops and social media. This activity also encouraged collective awareness that kindergarten teachers can develop economic potential ethically, creatively, and professionally without neglecting their main role as educators. Therefore, Digital Teacherpreneurship mentoring is a relevant empowerment model to strengthen teachers’ entrepreneurial literacy in the era of digital transformation.