Nur Laily Hidayati
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DIGITALISASI KEUANGAN SANTRI MELALUI SISTEM E-SANTRI DI BPR SYARIAH LANTABUR TEBUIRENG Shiddiq, Jafar; Rama Sultan Duta Alamsyah; Nur Laily Hidayati
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 5 No 01 (2024): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tj.v5i01.71

Abstract

Pesantren dan lembaga keuangan memang dua hal yang berbeda akan tetapi pondok pesantren sebagai lembaga yang sudah lama hadir dapat melahirkan lembaga lain selain lembaga pendidikan yakni lembaga keuangan, PT BPR Syariah Lantabur Tebuireng lahir dari rahim pondok pesantren Madrasatul Qur'an dan Pondok Pesantren Tebuireng. Hadirnya lembaga keuangan berbasis syariah ini merupakan wujud implementasi dalam berbuat kebaikan. Lantabur telah menjalankan sistem operasionalnya dengan prinsip syariah yang baik serta ditunjang oleh pegawai profesional dan diawasi oleh dewan pengawas syariah yang kompeten sehingga menjadikan lembaga keuangan syariah ini mendapat perhatian dan apresiasi yang besar dari masyarakat terutama kalangan pesantren. Seiring dengan perkembangan dan tantangan zaman semua lembaga perlu berbenah dan mengikuti perkembangan zaman terutama dalam bidang teknologi keuangan, Lantabur telah melakukan semua hal ini demi menunjang pelayanan yang maksimal dengan salah satunya hadir Lantabur Mobile yang mana aplikasi ini sangat bermanfaat bagi mitra maupun nasabah. Transformasi digital ini juga tidak menjadikan Lantabur lupa akan identitas dirinya yang bersala dari pondok pesantren, oleh karena itu Lantabur membuat sistem yang diberinama E-Santri untuk mengajak tranformasi keuangan digital di lingkup pondok pesantren, hal yang dilakukan dari awal adalah dengan mensosialisasikan kepada pondok-pondok besar yang telah mempunyai ribuan santri kemudian mengajar pondok-pondok tersebut untuk bergabung dalam tranformasi digital dalam bidang keuangan di pondok pesantren, hal ini yang menjadikan Lantabur berbeda dari BPRS Pada umumnya
ANALISIS HAMBATAN DAN PELUANG BAGI PEREMPUAN DALAM MENGAKSES PEMBIAYAAN SYARIAH habibi, rakhmaan; Ahmad Syahni; Nur Laily Hidayati
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 5 No 02 (2024): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tj.v5i02.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam mengakses pembiayaan syariah. Dengan memahami tantangan dan peluang ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang dapat membantu meningkatkan akses perempuan terhadap pembiayaan syariah, sehingga mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan perspektif perempuan dalam mengakses pembiayaan syariah. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan studi kasus untuk menggali informasi dari beberapa perempuan pengusaha yang telah mencoba mengakses pembiayaan syariah.Dari analisis yang telah dilakukan, terlihat bahwa perempuan menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pembiayaan syariah, termasuk kurangnya literasi keuangan, proses pengajuan yang rumit, dan stigma sosial. Namun, terdapat peluang yang signifikan untuk meningkatkan akses ini melalui kebijakan yang mendukung, pendidikan yang relevan, dan peran aktif lembaga keuangan. Data menunjukkan bahwa dengan intervensi yang tepat, perempuan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian melalui usaha mereka.
Economic Transformation In The Digital Era: Opportunities, Challenges And Its Impact On Public Welfare Nur Laily Hidayati; Zakiyyah Ilma Ahmad; Syafiul Umam; Muhammad Farid Al Azhar
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 7 No 01 (2026): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tijarotana.v7i01.221

Abstract

The economic transformation in the digital era has transformed various aspects of people's lives through the increasingly widespread use of information and communication technology. This change creates new opportunities for increasing productivity, efficiency, innovation, and expanding access to digital markets and financial services. However, this transformation also presents various challenges, such as the digital divide, low digital literacy, cybersecurity threats, and changing workforce competency requirements. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and impacts of the digital economic transformation on public welfare. The method used is library research with a qualitative descriptive approach through the analysis of various scientific sources, such as journals, books, official reports, and relevant publications. The results show that the digital economic transformation contributes positively to improving public welfare through the creation of new jobs, increased income, easier access to economic services, and encouraging the growth of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, these benefits have not been felt evenly due to gaps in access to technology and digital capabilities. Therefore, synergy is needed between the government, the business world, and the community to improve digital literacy, expand technological infrastructure, and develop inclusive policies so that the digital economic transformation can achieve sustainable public welfare
EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PADA PROSEDUR PEMBIAYAAN DI BPRS LANTABUR TEBUIRENG Nur Laily Hidayati; Ahmad Syahni; Dimyati Dimyati
ISTIFADA : Jurnal Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah Vol. 1 No. 02 (2025): ISTIFADA : Jurnal Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/istifada.v1i02.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian internal pada prosedur pembiayaan di BPRS Lantabur Tebuireng. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerapan sistem pengendalian internal yang baik untuk mengelola risiko besar yang terkandung dalam penyaluran pembiayaan, terutama yang bersumber dari dana pihak ketiga yang dikelola BPRS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan terkait Pengendalian Internal dan kebijakan prosedur pemberian pembiayaan di BPRS Lantabur, serta wawancara dengan Satuan Pengendalian Internal, account officer, pimpinan cabang, dan legal officer. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan untuk melihat sejauh mana efektivitas kontribusi pengendalian internal dalam mengawasi prosedur pembiayaan yang benar dan menghindari penyimpangan, dengan harapan meminimalisir terjadinya risiko pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Internal pada prosedur pembiayaan di BPRS Lantabur Tebuireng secara umum telah berjalan efektif. Efektivitas ini terlihat dari penerapan kelima unsur pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pengawasan) di setiap tahapan prosedur pembiayaan. Efektivitas pengendalian paling menonjol pada tahap pra-pencairan pembiayaan, yang ditandai dengan adanya pemisahan fungsi yang jelas, mekanisme otorisasi berjenjang melalui Komite Pembiayaan, dan kelengkapan dokumentasi, yang secara signifikan meminimalisir risiko salah analisis dan potensi fraud. Meskipun efektif, terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya pada aspek pengawasan (monitoring) pembiayaan setelah dana dicairkan dan aspek komunikasi hasil pemantauan. Pelaporan pemantauan masih kurang terstruktur dan cenderung reaktif, yang dapat memperlambat tindakan pencegahan dini terhadap pembiayaan yang berpotensi bermasalah. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat fungsi pemantauan dengan membuat format laporan kunjungan nasabah yang lebih terstruktur dan terjadwal, serta meningkatkan sistem informasi dan komunikasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi untuk pelaporan lapangan secara real-time.
PENDEKATAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DALAM MENGANALISIS DAN MENANGANI KREDIT MACET Nur Laily Hidayati; Zakiyyah Ilma Ahmad AHMAD; Ahmad Syahni; Abdul Wakhid; Ahmad Zainul Abidin
IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 1 No 02 (2025): IFADAH : Jurnal Ekonomi Manajemen Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/ifadah.v1i02.163

Abstract

Kredit dalam perbankan merupakan perjanjian peminjaman uang yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan ketentuan bahwa nasabah akan mengembalikan pinjaman tersebut secara berangsur-angsur setiap bulan, sesuai dengan jangka waktu dan jumlah yang telah disepakati kedua belah pihak. Kredit ini menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia perbankan untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, tidak semua nasabah yang telah memperoleh fasilitas kredit mampu mengembalikan hutangnya dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan. Ketidakmampuan nasabah untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi yang memburuk, kehilangan pekerjaan, atau kegagalan usaha. Akibatnya, kredit yang diberikan menjadi bermasalah dan berpotensi macet. Kredit macet ini bukan hanya merugikan pihak bank, tetapi juga memperburuk kondisi finansial nasabah, terutama jika terdapat denda keterlambatan yang harus dibayarkan. Dalam sistem konvensional, denda tersebut sering kali mengandung unsur riba, yang dalam pandangan hukum Islam dianggap haram. Riba tidak hanya bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi juga dapat memberatkan nasabah sehingga mereka semakin sulit untuk melunasi hutangnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih manusiawi dan sesuai dengan prinsip syariah dalam mengelola dan menangani kredit bermasalah, agar kedua belah pihak bank dan nasabah dapat mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.