Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAMUS BAHASA DAERAH TORAJA – INDONESIA BERBASIS WEB Eko Pasinggi; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu
AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 2 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/anoatik.v2i2.60

Abstract

Indonesia is a country rich in linguistic diversity, with thousands of regional languages spread across the archipelago. However, this diversity also brings serious problems, as many of these languages face the risk of extinction or even near extinction. To maintain the survival of a language, the availability of a reference in the form of a dictionary is of key importance. One of the local languages facing such challenges is Toraja. Toraja is one of the local languages in Indonesia that has a rich history and culture. Although there is already a Toraja language dictionary available, the number is limited, which makes it difficult for some people to utilize it. However, with the development of information and communication technology, there is new hope to overcome this challenge. This research aims to develop a prototype of a web-based Toraja language dictionary. The system is designed to provide easier and wider access to the Toraja language dictionary, thus helping to preserve and enrich the language. The test results show that the system has features that function properly and are able to provide accurate translation results. With this web-based Toraja language dictionary prototype, it is hoped that Toraja people and language researchers can easily access information on their language and promote the sustainability of Toraja language.
Peningkatan Akuntabilitas Pembayaran Retribusi Pemotongan Kurban pada Acara Adat Toraja Utara Menggunakan QR Code Nugra Tasik Allo; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu; Ade Lisa Matasik
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i1.16049

Abstract

Penelitian ini memperkenalkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan retribusi pemotongan kurban pada pelaksanaan upacara adat di Toraja Utara melalui pengembangan sistem pembayaran digital berbasis QR Code. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada transaksi digital secara umum, penelitian ini secara khusus mengakomodasi kompleksitas sosial, budaya, serta administrasi yang melekat pada praktik adat. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi platform pembayaran digital dengan basis data retribusi, sehingga mampu meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan, sekaligus mendukung pelestarian tata kelola adat melalui inovasi teknologi modern. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi Agile, dan pengujian fungsional melalui metode black-box menunjukkan kinerja 100% tanpa kesalahan pada seluruh fitur utama, meliputi pemindaian QR Code, pemrosesan transaksi, serta pembuatan bukti pembayaran resmi. Evaluasi kepuasan pengguna dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan responden yang terdiri dari pemangku adat dan pelaksana retribusi, memperoleh skor sebesar 87% yang tergolong dalam kategori usability sangat baik (excellent). Kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan model digitalisasi pembayaran retribusi yang bersifat replikatif, sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan keuangan berbasis komunitas serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelestarian warisan budaya.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI PASAR HUTAN BAMBU TO`KUMILA Ferayanti Boas Gallaran; Israel Padang; Semuel Yakobus Padang; Bergita Gela Saka; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu; Ariyen Duri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.7322

Abstract

ABSTRACTSustainable tourism development increasingly focuses on integrating nature-based tourism (ecotourism) and cultural heritage (cultural tourism). To'Kumila Bamboo Forest Market in Tonga Riu Village, North Toraja Regency, holds strong ecological and cultural potential; however, its management faces challenges including limited physical infrastructure, lack of MSME product innovation, and underutilized digital marketing. This community service program aims to enhance tourism appeal and local economic capacity through nature- and culture-based market innovations. The methodology employed a participatory approach, community empowerment, and educational interventions involving market managers, 16 local MSME actors, villagers, and tourists. Program implementation comprised socialization, hospitality training, physical site enhancement using bamboo-based green architecture, implementation of a unique bamboo token ("seng") transaction system, local culinary and craft product diversification, and digital marketing mentoring via social media platforms. The results demonstrated an increase in community capacity, a more aesthetic and eco-friendly market environment (zero-plastic packaging), the creation of an authentic experience tourism concept, and functional digital marketing channels expanding tourist reach. This initiative confirms that integrating Community-Based Tourism (CBT), ecotourism, and digital technology effectively fosters creative economic self-reliance and environmental sustainability in rural areas.Keywords: Community-Based Tourism, Creative Economy, Digital Marketing, Ecotourism, To'Kumila Bamboo Forest Market, Tourism Village, North Toraja.ABSTRAKPengembangan pariwisata berkelanjutan kini berfokus pada integrasi wisata alam (ecotourism) dan kearifan budaya (cultural tourism). Pasar Hutan Bambu To’Kumila di Lembang Tonga Riu, Kabupaten Toraja Utara, memiliki potensi ekologis dan budaya yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti fasilitas yang terbatas, minimnya inovasi produk UMKM, dan belum optimalnya promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya tarik wisata dan kapasitas ekonomi lokal melalui inovasi pasar berbasis alam dan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, community empowerment, dan edukatif yang melibatkan pengelola wisata, 16 pelaku UMKM, masyarakat desa, serta wisatawan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan hospitality, penataan fisik kawasan berbasis arsitektur hijau berbahan bambu, pengembangan sistem transaksi unik berbasis token bambu (seng), diversifikasi produk kuliner dan kerajinan lokal, serta pendampingan digital marketing via media sosial. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, terwujudnya tata kelola pasar yang lebih estetik dan ramah lingkungan (zero-plastic packaging), terbentuknya pengalaman wisata (experience tourism) yang autentik, serta tersedianya media promosi digital yang memperluas jangkauan wisatawan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi Community-Based Tourism (CBT), ekowisata, dan pemanfaatan teknologi digital efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi kreatif serta pelestarian lingkungan di kawasan pedesaan.Kata kunci: Community-Based Tourism, Ekowisata, Ekonomi Kreatif, Pasar Hutan Bambu To’Kumila, Toraja Utara.