Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Prinsip Fisika Pada Rumah Adat Minahasa di Woloan Untuk Pembelajaran Fisika Ishak Pawarangan; Jeilen Gabriela Nikita Nusa; Vicky Julius Mawuntu; Bergita Gela Saka; Wilson Jefriyanto
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 2: Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i2.7955

Abstract

Rumah adat termasuk rumah adat Minahasa di Woloan adalah bagian dari warisan budaya. Rumah adat ini memiliki perpaduan unik antara kearifan lokal dan penerapan prinsip-prinsip fisika pada struktur bangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip fisika yang terdapat dalam konstruksi Rumah Adat Minahasa di Woloan sebagai salah satu sumber alternatif pembelajaran fisika. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur dan observasi langsung untuk mengeksplorasi keterkaitan antara konsep fisika dengan konstruksi Rumah Adat Minahasa dengan jenis penelitian yaitu kualitatif deskriktif. Analisis dilakukan terhadap data yang dikumpulkan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana prinsip-prinsip fisika dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran fisika yang terdapat pada rumah adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat prinsip fisika pada rumah adat di Woloan seperti prinsip gaya, kesetimbangan benda tegar dan kalor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Minahasa di Woloan dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran fisika yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan materi pembelajaran fisika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal yang juga merupakan upaya untuk memperkaya pengetahuan dan melestarikan warisan budaya bangsa.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI PASAR HUTAN BAMBU TO`KUMILA Ferayanti Boas Gallaran; Israel Padang; Semuel Yakobus Padang; Bergita Gela Saka; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu; Ariyen Duri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.7322

Abstract

ABSTRACTSustainable tourism development increasingly focuses on integrating nature-based tourism (ecotourism) and cultural heritage (cultural tourism). To'Kumila Bamboo Forest Market in Tonga Riu Village, North Toraja Regency, holds strong ecological and cultural potential; however, its management faces challenges including limited physical infrastructure, lack of MSME product innovation, and underutilized digital marketing. This community service program aims to enhance tourism appeal and local economic capacity through nature- and culture-based market innovations. The methodology employed a participatory approach, community empowerment, and educational interventions involving market managers, 16 local MSME actors, villagers, and tourists. Program implementation comprised socialization, hospitality training, physical site enhancement using bamboo-based green architecture, implementation of a unique bamboo token ("seng") transaction system, local culinary and craft product diversification, and digital marketing mentoring via social media platforms. The results demonstrated an increase in community capacity, a more aesthetic and eco-friendly market environment (zero-plastic packaging), the creation of an authentic experience tourism concept, and functional digital marketing channels expanding tourist reach. This initiative confirms that integrating Community-Based Tourism (CBT), ecotourism, and digital technology effectively fosters creative economic self-reliance and environmental sustainability in rural areas.Keywords: Community-Based Tourism, Creative Economy, Digital Marketing, Ecotourism, To'Kumila Bamboo Forest Market, Tourism Village, North Toraja.ABSTRAKPengembangan pariwisata berkelanjutan kini berfokus pada integrasi wisata alam (ecotourism) dan kearifan budaya (cultural tourism). Pasar Hutan Bambu To’Kumila di Lembang Tonga Riu, Kabupaten Toraja Utara, memiliki potensi ekologis dan budaya yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti fasilitas yang terbatas, minimnya inovasi produk UMKM, dan belum optimalnya promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya tarik wisata dan kapasitas ekonomi lokal melalui inovasi pasar berbasis alam dan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, community empowerment, dan edukatif yang melibatkan pengelola wisata, 16 pelaku UMKM, masyarakat desa, serta wisatawan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan hospitality, penataan fisik kawasan berbasis arsitektur hijau berbahan bambu, pengembangan sistem transaksi unik berbasis token bambu (seng), diversifikasi produk kuliner dan kerajinan lokal, serta pendampingan digital marketing via media sosial. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, terwujudnya tata kelola pasar yang lebih estetik dan ramah lingkungan (zero-plastic packaging), terbentuknya pengalaman wisata (experience tourism) yang autentik, serta tersedianya media promosi digital yang memperluas jangkauan wisatawan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi Community-Based Tourism (CBT), ekowisata, dan pemanfaatan teknologi digital efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi kreatif serta pelestarian lingkungan di kawasan pedesaan.Kata kunci: Community-Based Tourism, Ekowisata, Ekonomi Kreatif, Pasar Hutan Bambu To’Kumila, Toraja Utara.