Anak usia sekolah dasar memerlukan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter sekaligus pengembangan potensi diri. Namun, masih terdapat keterbatasan akses terhadap kegiatan edukatif yang terintegrasi di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Program Desa Binaan Ceria di Desa Kanoman Utara dilaksanakan sebagai upaya penguatan karakter dan pengembangan potensi anak melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, dan seni. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 52 peserta yang didominasi oleh anak usia sekolah dasar. Program dilaksanakan selama delapan pertemuan dengan metode pendampingan partisipatif yang mencakup kegiatan calistung, mengaji, dan menari. Selain itu, peserta memperoleh pendampingan belajar serta persiapan penampilan untuk kegiatan puncak program. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi, keterlibatan, dan kemampuan peserta selama mengikuti program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja sama antar peserta. Pengembangan potensi anak juga terlihat dari kemampuan peserta menampilkan pidato, murotal Al-Qur'an, dan tari tradisional pada acara puncak sebagai bentuk apresiasi hasil belajar. Kegiatan ini mendapat respons positif dari orang tua dan masyarakat karena mampu menyediakan ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan karakter dan bakat anak. Dengan demikian, Program Desa Binaan Ceria dapat menjadi salah satu alternatif program pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung penguatan karakter dan pengembangan potensi anak di lingkungan pedesaan.