Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students Ratin Wahyu Juni Atma; M Zainul Hafizi; Zihori Maulida
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v4i1.407

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in higher education presents both opportunities and digital ethical challenges among university students. This study aims to analyze the forms of AI misuse and their implications for students’ digital ethics within Indonesian online media spaces. The study employed a qualitative approach using a netnographic research design through observations of national media reports, digital documentation, and social media activities related to AI usage among university students. The findings indicate that AI misuse has developed in various forms, including AI-based plagiarism, academic dependency on automated technologies, digital identity manipulation through deepfake practices, the creation of manipulative content, and privacy violations. These phenomena are influenced by the accessibility of AI technology, limited AI literacy, weak digital ethical awareness, and the popularity-oriented culture of social media. The study also found that unethical AI usage potentially reduces academic integrity, critical thinking abilities, and the quality of students’ social interactions within digital spaces. Therefore, strengthening AI literacy, digital ethics, and institutional policies is essential to promote more responsible technology usage in higher education environments. This study contributes to the growing discourse on AI ethics and digital culture among university students in the era of digital transformation. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan etika digital di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan AI serta implikasinya terhadap etika digital mahasiswa dalam ruang media daring di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian netnografi melalui observasi terhadap pemberitaan media nasional, dokumentasi digital, dan aktivitas media sosial terkait penggunaan AI di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI berkembang dalam berbagai bentuk, seperti plagiarisme berbasis AI, ketergantungan akademik terhadap teknologi otomatis, manipulasi identitas digital melalui praktik deepfake, hingga pembuatan konten manipulatif dan pelanggaran privasi. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh kemudahan akses teknologi, rendahnya literasi AI, lemahnya kesadaran etika digital, serta budaya popularitas media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan AI secara tidak etis berpotensi menurunkan integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta kualitas interaksi sosial mahasiswa dalam ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi AI, etika digital, dan kebijakan institusional menjadi langkah penting untuk mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab di lingkungan pendidikan tinggi.
Systematic Literature Review: Pemanfaatan Financial Technology sebagai Media Pembelajaran Literasi Keuangan Supriaman; Giska Safitri; M Zainul Hafizi
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v4i2.440

Abstract

Perkembangan pesat Financial Technology (FinTech) telah mengubah cara individu mengakses layanan keuangan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan keuangan. Meskipun demikian, tingkat literasi keuangan di banyak negara masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren penelitian mengenai pemanfaatan FinTech sebagai media pembelajaran literasi keuangan, mengidentifikasi jenis-jenis FinTech yang digunakan, serta mengeksplorasi manfaat dan tantangan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari basis data Scopus dan diseleksi melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, serta inklusi. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan publikasi yang signifikan pada periode 2022–2026 dengan jumlah publikasi tertinggi pada tahun 2025. Berbagai aplikasi FinTech yang banyak dimanfaatkan meliputi sistem pembayaran digital, mobile banking, dompet digital, platform investasi digital, aplikasi pengelolaan keuangan pribadi, perangkat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, dan gamifikasi. Secara umum, FinTech berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan, mendorong perilaku keuangan yang positif, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan finansial. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, aksesibilitas teknologi, keamanan data, dan kesiapan pengguna. Financial Technology (FinTech) has transformed the way individuals access financial services and develop financial knowledge and decision-making skills. However, financial literacy levels remain relatively low in many countries, highlighting the need for innovative and technology-driven learning approaches. This study examines research trends on the use of FinTech as a medium for financial literacy education, identifies the types of FinTech employed, and explores their benefits and implementation challenges. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles were collected from the Scopus database and selected through identification, screening, eligibility assessment, and inclusion stages. The findings reveal a substantial increase in publications between 2022 and 2026, with the highest output recorded in 2025. Commonly utilized FinTech tools include digital payment systems, mobile banking, e-wallets, investment platforms, personal finance applications, artificial intelligence-based learning tools, and gamified learning environments. Overall, FinTech enhances financial literacy, encourages positive financial behavior, promotes financial inclusion, and supports financial well-being. Nevertheless, its effectiveness depends on digital literacy, technological accessibility, data security, and user readiness