Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Eksplorasi Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Mendukung Pengembangan Ekowisata di Wisata Alam Ndeso Kabupaten Kubu Raya M Zainul Hafizi; Fani Mozaki; Ismi Najua; M Hafis Sauki; Nurul Aini; Setia Cahya
Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : CV Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/karuna.v3i1.370

Abstract

Pengelolaan sumber daya alam menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata berbasis ekowisata, khususnya di kawasan pedesaan yang memiliki potensi lingkungan yang beragam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik pengelolaan sumber daya alam dalam mendukung pengembangan Wisata Alam Ndeso di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan dilaksanakan pada 26 April 2025 dengan melibatkan 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS FKIP Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kawasan wisata memanfaatkan berbagai potensi lingkungan melalui fasilitas seperti area pemancingan, gazebo, ruang terbuka, serta spot foto berbasis lanskap alam. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pengelola wisata mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dalam mendukung pengembangan wisata. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kesadaran pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan Natural resource management is an essential component in the development of ecotourism-based destinations, particularly in rural areas that possess diverse environmental potentials. This community service activity aimed to explore the practices of natural resource management in supporting the development of Wisata Alam Ndeso in Rasau Jaya Tiga Village, Kubu Raya Regency. The activity was conducted on April 26, 2025, involving 35 students from the Social Studies Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Tanjungpura. A qualitative approach was employed through observation, interviews, and field documentation. The findings indicate that the tourism area utilizes environmental resources through facilities such as fishing areas, gazebos, open spaces, and landscape-based photo spots. The activity also improved the awareness of tourism managers regarding the importance of sustainable natural resource management in supporting tourism development. Overall, this program contributes to strengthening environmental awareness and promoting sustainable tourism development based on local potentials  
Literasi Finansial sebagai Upaya Pencegahan Judi Online di Kalangan Mahasiswa Muhammad Haikal; Dianti Nabila; M Zainul Hafizi; Nazia Firoz Samanee
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi finansial dalam mencegah keterlibatan mahasiswa dalam judi online. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder dari literatur terkait. Temuan utama menunjukkan bahwa literasi finansial yang baik membantu mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak, sehingga mereka lebih mampu menghindari risiko finansial yang ditimbulkan oleh judi online. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa pendidikan literasi finansial di lingkungan kampus merupakan strategi preventif yang efektif dalam mengurangi keterlibatan mahasiswa dalam perilaku berisiko seperti judi online.
Nilai-Nilai Pancasila sebagai Solusi Konflik Suporter dalam Dunia Sepak Bola Indonesia Hanifah Syafiqah Nafisah; M Zainul Hafizi; Unyada Lebsingha
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i1.148

Abstract

Konflik antar suporter sepak bola di Indonesia, seperti antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, mencerminkan dampak fanatisme berlebihan yang berujung pada kekerasan dan perpecahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika konflik suporter melalui pendekatan studi pustaka, serta menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai solusi etis dan edukatif dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang damai. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori identitas sosial dan teori konflik dapat menjelaskan kecenderungan perilaku eksklusif kelompok suporter. Penerapan nilai-nilai Pancasila—terutama kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial—memiliki potensi besar dalam menumbuhkan toleransi, mengurangi ketegangan, dan membentuk budaya sportivitas yang inklusif. Kesimpulannya, pendekatan berbasis nilai terbukti lebih konstruktif dibandingkan pendekatan represif. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan suporter dan kebijakan klub menjadi langkah strategis untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang.  
Analisis Nilai Sportivitas dan Tantangan Implementasi Pancasila dalam Dunia Olahraga Ananda Nurul Aini Ummi; M Zainul Hafizi; Muvhoni Mundalamo
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i1.160

Abstract

Idealnya, olahraga harus berfungsi sebagai media untuk pengembangan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, termasuk prinsip sportivitas. Namun, dalam praktiknya, pelanggaran terhadap etika kompetisi masih sering terjadi, sebagaimana terlihat dalam konflik yang terjadi pada pertandingan sepak bola dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di ranah olahraga, khususnya prinsip persatuan, keadilan, dan kemanusiaan, yang sering terabaikan dalam situasi kompetitif.Temuan menunjukkan bahwa tekanan sosial, rivalitas antar daerah, lemahnya penegakan regulasi, serta framing media menjadi pemicu utama konflik. Studi ini merekomendasikan integrasi pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam program pembinaan atlet, penegakan regulasi yang lebih ketat, serta pelibatan media dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA DALAM BERWIRAUSAHA Daud Fiqo Ghafika; Maria Ulfah; Yusawinur Barella; Sri Buwono; M Zainul Hafizi
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v5i4.4374

Abstract

To support and enhance the human resources of students in entrepreneurship and their ability to create new job opportunities, good preparation and individual business interest are required. This study aims to identify the intrinsic and extrinsic factors that influence the entrepreneurial interest of students in the Social Studies Education Program at FKIP Universitas Tanjungpura. The research employs a qualitative approach with a case study on five Social Studies students from the 2020-2022 cohorts who have been involed in entrepreneurial activities. The main findings highlight the backgrounds of these individuals in starting their businesses, which include intrinsic factors such as personal experience, internal motivation, a sense of enjoyment, and mental preparedness, as well as extrinsic factors such as the family environment and residential surroundings. The impact of this research is a deep understanding of the motivations behind the entrepreneurial interest of Social Studies student, which can provide valuable insights for the development of entrepreneurship programs in academic settings.
Student Stress and Anxiety in an Educational Perspective Zihori Maulida; M Zainul Hafizi
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2026): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v4i1.393

Abstract

This study explores the experiences of stress and anxiety among students at the Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG), focusing on their causes, manifestations, and coping strategies. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed thematically to capture holistic patterns and themes of student experiences. Findings indicate that students experience multidimensional stress encompassing cognitive, emotional, and physical aspects, including fatigue, sleep disturbances, and feelings of being overwhelmed. To manage stress, students employ various coping strategies such as social support, time management, and relaxation activities. The study underscores the importance of a holistic approach combining the enhancement of students’ internal capacities with the management of a supportive and responsive academic environment. Practical implications include the development of counseling programs, stress management workshops, and adaptive academic policies. The study’s limitations concern generalizability, as data were collected solely from IPNG students and are context-specific. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman stres dan kecemasan mahasiswa di Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG), dengan fokus pada faktor penyebab, manifestasi, dan strategi coping yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema pengalaman mahasiswa secara holistik. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami stres multidimensional yang melibatkan aspek kognitif, emosional, dan fisik, termasuk kelelahan, gangguan tidur, dan perasaan kewalahan. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa mengembangkan berbagai strategi coping, seperti dukungan sosial, manajemen waktu, dan aktivitas relaksasi. Temuan menekankan pentingnya pendekatan holistik yang memadukan penguatan kapasitas internal mahasiswa dengan pengelolaan lingkungan akademik yang suportif dan responsif. Implikasi praktis meliputi pengembangan program konseling, workshop manajemen stres, dan kebijakan akademik yang adaptif. Keterbatasan penelitian terkait pada generalisasi, karena data hanya berasal dari mahasiswa IPNG dan sifat kualitatif yang kontekstual.
Konsep Kepribadian dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Interaksi Sosial Siswa pada Era Digital Elsi Dayatri; Pilma Pilma; Marsya Nurmalati; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.423

Abstract

Perkembangan era digital membawa perubahan terhadap kepribadian dan pola interaksi sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepribadian dan pengaruhnya terhadap perilaku interaksi sosial siswa pada era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur (literature review) melalui pengumpulan data dari artikel ilmiah, jurnal nasional, dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memahami hubungan antara perkembangan teknologi digital, kepribadian, dan interaksi sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital memberikan dampak positif berupa kemudahan komunikasi, perluasan relasi sosial, peningkatan kreativitas, dan mendukung pembelajaran kolaboratif. Namun, era digital juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya komunikasi tatap muka, munculnya perilaku individualistis, rendahnya empati sosial, cyberbullying, serta ketergantungan media sosial terhadap pembentukan identitas diri siswa. The development of the digital era brings changes to the personality and social interaction patterns of students in everyday life. This study aims to analyze the concept of personality and its influence on students' social interaction behavior in the digital era. The study used a qualitative method with a literature review approach through data collection from scientific articles, national journals, and books relevant to the research topic. Data analysis techniques were carried out using content analysis to understand the relationship between the development of digital technology, personality, and students' social interactions. The results of the study indicate that the digital era has a positive impact in the form of ease of communication, expansion of social relations, increased creativity, and support for collaborative learning. However, the digital era also has negative impacts such as decreased face-to-face communication, the emergence of individualistic behavior, low social empathy, cyberbullying, and dependence on social media in the formation of students' self-identity.
Pembentukan Kepribadian Positif pada Remaja dalam Menghadapi Tantangan Sosial di Era Digital: Kajian Literatur Yaniarti Ferna Natasya; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.424

Abstract

Perubahan sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai tantangan dalam proses pembentukan kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai pembentukan kepribadian positif pada remaja dalam menghadapi tantangan sosial di era digital. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap 32 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan pembentukan kepribadian positif remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media digital merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan kepribadian positif. Keempat faktor tersebut membentuk ekosistem sosial yang berperan dalam mengembangkan karakter, identitas diri, kemampuan adaptasi, dan keterampilan sosial remaja. Penelitian ini memberikan sintesis konseptual mengenai keterkaitan faktor-faktor sosial yang memengaruhi pembentukan kepribadian positif remaja dalam konteks kehidupan digital kontemporer. Social changes driven by digital technological advancements have created various challenges in the process of adolescent personality formation. This study aims to analyze and synthesize previous research findings concerning the formation of positive personality among adolescents in facing social challenges in the digital era. The study employed a literature review method with a descriptive qualitative approach by examining 32 scientific articles published between 2020 and 2025. Data were analyzed using content analysis to identify major themes related to positive personality formation among adolescents. The findings reveal that family, school, peers, and digital media are the primary factors influencing the development of positive personality. These factors collectively form a social ecosystem that contributes to the development of character, self-identity, adaptability, and social competence among adolescents. This study provides a conceptual synthesis of the interrelationships among social factors shaping positive personality formation within the context of contemporary digital life.
Modal Sosial Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Dukuh Kalisalak Kelurahan Jatisawit M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.427

Abstract

Praktik kurban pada masyarakat Muslim pedesaan tidak hanya merupakan bentuk pelaksanaan ibadah keagamaan, tetapi juga menjadi aktivitas sosial yang berpotensi memperkuat modal sosial masyarakat. Meskipun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji modal sosial dalam pelaksanaan kurban masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk modal sosial yang muncul dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Dukuh Kalisalak, Kelurahan Jatisawit. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas panitia kurban, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat dalam kegiatan kurban. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban memperkuat modal sosial melalui tingginya partisipasi masyarakat, praktik gotong royong, kepercayaan sosial, dan solidaritas komunitas. Temuan tersebut tercermin dalam pengelolaan bersama tujuh ekor sapi dan delapan belas ekor kambing serta distribusi daging kurban kepada sekitar 400 kepala keluarga pada lima RT di dua RW. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik keagamaan kolektif berperan penting dalam memelihara kohesi sosial dan mereproduksi modal sosial dalam masyarakat pedesaan.Qurban practices in rural Muslim communities are not only expressions of religious devotion but also social activities that have the potential to strengthen community social capital. Nevertheless, studies specifically examining social capital within qurban implementation remain limited. This study aimed to describe the forms of social capital manifested in the implementation of qurban slaughter activities in Kalisalak Hamlet, Jatisawit Village. A qualitative descriptive approach was employed using participant observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. Research participants consisted of qurban committee members, religious leaders, community leaders, and local residents involved in qurban activities. Data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that qurban implementation strengthens social capital through active community participation, mutual cooperation, social trust, and community solidarity. These dimensions were reflected in the collective management of seven cattle and eighteen goats as well as the distribution of qurban meat to approximately 400 households across five neighborhood units within two community areas. The study highlights the important role of collective religious practices in maintaining social cohesion and reproducing social capital in rural communities.
Women’s Agency in the Belangar Funeral Ritual: Social Solidarity in the Sasak Community of Lombok Zilaturrohmah; Sohran; M Zainul Hafizi
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i3.275

Abstract

The Belangar tradition is a funeral ritual practiced by the Sasak community in Lombok that functions not only as a religious and cultural practice, but also as a social mechanism for building and sustaining communal solidarity. This study aims to examine how women interpret and enact their roles within the Belangar tradition and how their participation contributes to the formation of social solidarity. Employing a qualitative approach with an intrinsic case study design, the research was conducted in Surabaya Village, East Lombok. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using reflexive thematic analysis. The findings reveal that women act as organizers of collective action, maintainers of reciprocal social relations, and mediators of collective emotions within the Belangar ritual. These practices reflect women’s social agency operating through non-formal and relational processes that actively produce and sustain social solidarity. The study concludes that social solidarity in the Belangar tradition is not an automatic outcome of cultural inheritance, but a socially constructed process mediated through women’s ritual and relational labor. Theoretically, this research contributes to discussions on social solidarity and social capital in indigenous contexts, while offering practical implications for social education and culturally grounded community development. Tradisi Belangar merupakan ritual kematian yang dipraktikkan oleh masyarakat Sasak di Lombok dan berfungsi tidak hanya sebagai praktik keagamaan dan kebudayaan, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dalam membangun dan mempertahankan solidaritas komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perempuan memaknai dan menjalankan peran mereka dalam tradisi Belangar serta bagaimana keterlibatan tersebut berkontribusi terhadap pembentukan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik dan dilaksanakan di Desa Surabaya, Lombok Timur. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan sebagai pengorganisasi tindakan kolektif, penjaga relasi sosial yang bersifat timbal balik, serta mediator emosi kolektif dalam pelaksanaan ritual Belangar. Praktik-praktik tersebut mencerminkan agensi sosial perempuan yang beroperasi melalui proses non-formal dan relasional dalam memproduksi dan mempertahankan solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa solidaritas sosial dalam tradisi Belangar tidak terbentuk secara otomatis sebagai warisan budaya, melainkan merupakan hasil konstruksi sosial yang dimediasi melalui kerja ritual dan kerja relasional perempuan. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian solidaritas sosial dan modal sosial dalam konteks masyarakat adat, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pendidikan sosial dan pengembangan komunitas berbasis kearifan lokal.