Fajar Sidik
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Perkembangan Motorik Siswa Sekolah Dasar: Kajian Literatur Syalwa Arba; Nurlaila Hayati Nasution; Rani Mustika Pondang Saragih; Asti Adelin Sihombing; Fajar Sidik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan motorik siswa sekolah dasar. Namun, kajian yang merangkum secara komprehensif pengaruh berbagai jenis permainan tradisional terhadap aspek motorik siswa sekolah dasar masih terbatas. Artikel ini bertujuan mengkaji pengaruh permainan tradisional terhadap perkembangan motorik siswa sekolah dasar melalui pendekatan kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan deskriptif dengan menganalisis 13 artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2025, bersumber dari Google Scholar, SINTA, dan Garuda, dengan kriteria inklusi subjek siswa sekolah dasar atau anak usia 6–12 tahun. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, lompat tali, bakiak, dan pecah piring secara konsisten memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan motorik kasar siswa, khususnya pada aspek keseimbangan, kelincahan, koordinasi gerak, dan kekuatan otot. Permainan tradisional juga terbukti relevan sebagai media pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah dasar karena bersifat kontekstual, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter positif siswa. Kesenjangan penelitian ditemukan pada kurangnya kajian yang berfokus pada siswa sekolah dasar di wilayah Sumatera Utara dan tidak adanya studi perbandingan sistematis antar jenis permainan terhadap aspek motorik yang spesifik. Integrasi permainan tradisional dalam kurikulum PJOK di sekolah dasar sangat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang holistik.
Meningkatkan Literasi Budaya Melalui Permainan Tradisional Geunteut Bruek Nurmala Dalimunthe; Saffana Mufida Nasution; Shyfa Ezra Azzahra Harahap; Sovy Hayrany Daulay; Fajar Sidik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi budaya merupakan kompetensi mendasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan identitas bangsa dan pemahaman lintas budaya. Namun, fenomena degradasi budaya yang dipicu oleh arus globalisasi dan dominasi teknologi digital telah mengancam keberlangsungan warisan budaya lokal, termasuk permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran permainan tradisional Geunteut Bruek sebuah permainan rakyat dari Aceh dalam meningkatkan literasi budaya anak-anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap 20 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025, mencakup jurnal pendidikan, kebudayaan, dan psikologi perkembangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Geunteut Bruek memuat nilai-nilai budaya yang kaya, meliputi nilai sosial, nilai moral, nilai historis, dan nilai estetika lokal yang secara inheren mendukung pengembangan literasi budaya. Permainan ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang memfasilitasi internalisasi nilai-nilai kearifan lokal secara alami dan menyenangkan. Di samping itu, artikel ini juga membahas upaya-upaya pelestarian yang telah dan perlu dilakukan, serta tantangan dan solusi yang relevan dalam konteks pendidikan kontemporer. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa integrasi Geunteut Bruek dalam kurikulum pendidikan formal berpotensi menjadi strategi efektif dalam menguatkan literasi budaya generasi muda Aceh.