Permainan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan motorik siswa sekolah dasar. Namun, kajian yang merangkum secara komprehensif pengaruh berbagai jenis permainan tradisional terhadap aspek motorik siswa sekolah dasar masih terbatas. Artikel ini bertujuan mengkaji pengaruh permainan tradisional terhadap perkembangan motorik siswa sekolah dasar melalui pendekatan kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan deskriptif dengan menganalisis 13 artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2025, bersumber dari Google Scholar, SINTA, dan Garuda, dengan kriteria inklusi subjek siswa sekolah dasar atau anak usia 6–12 tahun. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, lompat tali, bakiak, dan pecah piring secara konsisten memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan motorik kasar siswa, khususnya pada aspek keseimbangan, kelincahan, koordinasi gerak, dan kekuatan otot. Permainan tradisional juga terbukti relevan sebagai media pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah dasar karena bersifat kontekstual, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter positif siswa. Kesenjangan penelitian ditemukan pada kurangnya kajian yang berfokus pada siswa sekolah dasar di wilayah Sumatera Utara dan tidak adanya studi perbandingan sistematis antar jenis permainan terhadap aspek motorik yang spesifik. Integrasi permainan tradisional dalam kurikulum PJOK di sekolah dasar sangat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang holistik.