Anriani Anriani
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Self-Esteem Dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (Bdd) Pada Siswi SMAN 4 Sinjai Anriani Anriani; Widyastuti Widyastuti; Novi Yanti Pratiwi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5091

Abstract

Self-esteem berperan penting dalam kehidupan remaja karena salah satu tugas perkembangan pada masa ini adalah seseorang mendapatkan harga dirinya. Self-esteem rendah menjadi penyebab remaja menilai dirinya secara buruk dan hal ini berpengaruh terhadap munculnya kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-esteem dengan kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada remaja putri di SMAN 4 Sinjai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri SMAN 4 Sinjai berusia menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala self-esteem yang disusun berdasarkan teori Coopersmith (1967) dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,863. Skala kecenderungan BDD disusun berdasarkan teori Phillips (2009) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,753. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25 for windows, koefisien korelasi diperoleh sebesar r=-0,604 (p<0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel self-esteem memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecenderungan BDD. Semakin tinggi self-esteem maka semakin rendah remaja memiliki kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) dan sebaliknya semakin rendah self-esteem maka semakin tinggi remaja memiliki kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD). Implikasi dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana meningkatkan self-esteem untuk mengurangi resiko terjadinya BDD.
PELATIHAN REGULASI EMOSI SEBAGAI UPAYA EDUKASI MENCEGAH PERILAKU AGRESIVITAS PADA SISWA/I SEKOLAH DASAR SDI AR-RAAFI’ KOTA MAKASSAR Astiti Tenriawaru Ahmad; A Lutfi Kasmir; Anriani Anriani; Febriani Saidar As&#039;ad; Maharani Maharani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i4.48279

Abstract

Perilaku agresivitas di sekolah dasar umum terjadi pada pelajar namun tidak disadari secara langsung. Ketidakmampuan individu untuk mengontrol emosi negatif mampu memicu timbulnya perilaku agresif. Regulasi emosi merupakan salah satu cara dalam mengontrol dan memodifikasi emosi untuk mengurangi perilaku negatif individu. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dan edukasi terkait dengan regulasi emosi. Pemberian pelatihan dilakukan dalam 5 sesi yang meliputi pemberian materi, diskusi, refleksi, dan sesi relaksasi. Refleksi dilakukan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang perilaku agresif, regulasi emosi, dan berpikir positif. Sesi relaksasi dilaksanakan untuk melatih siswa dalam mengendalikan beragam emosi yang timbul baik emosi positif maupun emosi negatif. Partisipan dalam pelatihan dan edukasi ini berjumlah 11 orang siswa kelas V berusia 11 – 12 tahun di SD I Ar-Raafi Kota Makassar. Tujuan pemberian pelatihan dan edukasi adalah untuk menambah pemahaman siswa dan mengurangi serta mencegah perilaku agresivitas pada siswa akibat dari ketidakmampuan siswa untuk meregulasi emosi. Hasil yang diperoleh melalui refleksi materi menunjukkan bahwa pelatihan dan edukasi terkait regulasi emosi mampu meningkatkan wawasan siswa tentang perilaku agresif, regulasi emosi, dan berpikir positif. Data hasil refleksi pelatihan dalam sesi relaksasi kesadaran emosional menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan wawasan siswa dalam meregulasi emosi. Dengan demikian, pelatihan mengenai regulasi emosi sebagai upaya edukasi untuk mengurangi perilaku agresivitas dapat menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa terkait emosi dan bagaimana cara mengontrol emosi tersebut.