Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Minat Kuliah di Jurusan Psikologi dan Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Psikologi Eva Meizara Puspita Dewi; Astiti Tenriawaru Ahmad; Rezky Winanda
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.695 KB)

Abstract

Abstrak. Mahasiswa dituntut untuk bertanggung jawab menjadi  dewasa dan memiliki prestasi yang baik sehingga  mampu menyelesaikan tugas yang diberikan. Hasil akhir yang diperoleh dari proses belajar akademik di perguruan tinggi berupa skor yang disebut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi IPK atau prestasi akademik ini, diantaranya adalah minat. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan prestasi akademik ditinjau dari minat kuliah di jurusan Psikologi. Penelitian ini memotret potensi mahasiswa baru Angkatan 2021 Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassara (UNM) yang berjumlah 427 orang. Instrumen yang digunakan angket. Sedangkan, data dianalisis menggunakan statistik SPSS dengan teknik analisis regresi dan implikasinya dijadikan dasar untuk melihat minat mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara minat kuliah di Jurusan Psikologi dengan prestasi belajar pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Psikologi UNM. Kata kunci : Mahasiswa, Minat, Prestasi Akademik.
Prestasi Akademik Ditinjau dari IQ dan Jalur Masuk Perguruan Tinggi Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Makassar Astiti Tenriawaru Ahmad; Eva Meizara Puspita Dewi; Basti
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student academic achievement indicators are known as the Grade Point Average (GPA). The GPA score of a student is a picture of a student's academic performance while studying at Higher Education (PT). Students will get a grade point index every semester so they will know how much score they get for each subject that has been printed on the Study Plan Card (KRS). Obtaining a GPA which is a description of student academic achievement is of course influenced by many factors both internal and external to students. One of the internal factors that play a role in the academic process is the intelligence factor. Adequate intelligence abilities make it easier for students to understand lecture material. Basically, students' cognitive abilities are not only seen through IQ, academic performance before entering higher education is also a consideration for students to be accepted at a tertiary institution. Because of this, there are various pathways into Higher Education that students can take by considering the academic grades obtained in high school. Students who have academic and non-acadebjwhmic achievements and take the SNMPTN route. For prospective students who do not excel in high school, they can take the SBMPTN route. Furthermore, some students who do not pass the SBMPTN will usually take the independent route to enter PT. In this regard, this study aims to determine differences in academic achievement and potential in terms of university entry pathways. This research captures the potential of 427 new students from the Faculty of Psychology, Makassar State University (UNM). The instruments used are questionnaires and IQ tests. This type of research is a quantitative research with logistic regression analysis using SPSS statistics and its implications are used as a basis for seeing student potential. The results of the study show two research results, namely 1) There is a relationship between IQ and learning achievement in Class 2021 Students of the Faculty of Psychology UNM, 2) There is a significant difference in the learning achievement of Class 2021 Students of the Faculty of Psychology UNM in terms of university entry pathways.
Pembelajaran Emosi Melalui Flashcard Pada Anak Usia Dini Di TKIT Al-Fityan Gowa Amirah Aminanty Agussalim; Astiti Tenriawaru Ahmad; Alviyuniasticha Alviyuniasticha IPRH; Anggun Amalia; Dearnie Regina Lestari; Fauziah Asnur
KARYA: Journal of Educational Community Service Vol 2, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/karya.v2i2.55909

Abstract

Understanding emotions has a major influence on children's socio-emotional development processes. Interventions need to be carried out to help children improve their emotional understanding so that their socio-emotional skills can develop better. This service is carried out to help young children recognize the types of emotions so they can understand and express them appropriately. The method used is service learning. The program is implemented in the form of providing emotional flash cards to help children identify and recognize emotions.The pre-test and post-test in this study were a list of emotion words that children needed to express. The effectiveness of the method can be seen from the difference in pre-test and post-test results. The results of the measurements show that emotion flash cards are very helpful and effective in understanding young children about emotions and have an impact on their socio-emotional development.
Pelatihan Identifikasi dan Penanganan Masalah Siswa TK-SMA: Analisis Aspek Akademik, Emosional, dan Sosial Astiti Tenriawaru Ahmad; Noviyanti Pratiwi; Kasmayani Karim; Rahmat Permadi; Diah Ayu Permatasari
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.79786

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam mengidentifikasi dan menangani permasalahan siswa berdasarkan jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Pelatihan ini diikuti oleh 16 guru dari berbagai jenjang pendidikan dan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2025 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan mencakup tiga sesi utama, yaitu presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi studi kasus yang mengintegrasikan aspek akademik, emosional, dan sosial. Setiap sesi dirancang untuk membantu guru memahami karakteristik perkembangan siswa, tantangan pembelajaran, serta faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku dan performa akademik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perbedaan karakteristik permasalahan siswa berdasarkan kelompok generasi, mulai dari Generasi Alpha di tingkat TK dan SD hingga Generasi Z di tingkat SMP dan SMA. Guru juga dibekali dengan strategi praktis untuk deteksi dini masalah belajar, tanda-tanda gangguan emosi, dinamika sosial, serta pendekatan intervensi yang sesuai dengan masing-masing jenjang. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola kasus siswa dan kemampuan membuat rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan individual. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa guru memerlukan pemahaman mendalam, keterampilan adaptif, serta pelatihan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pendekatan holistik dan kolaboratif antara sekolah, orangtua, serta tenaga profesional menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan dan perkembangan optimal peserta didik.
PELATIHAN REGULASI EMOSI SEBAGAI UPAYA EDUKASI MENCEGAH PERILAKU AGRESIVITAS PADA SISWA/I SEKOLAH DASAR SDI AR-RAAFI’ KOTA MAKASSAR Astiti Tenriawaru Ahmad; A Lutfi Kasmir; Anriani Anriani; Febriani Saidar As'ad; Maharani Maharani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i4.48279

Abstract

Perilaku agresivitas di sekolah dasar umum terjadi pada pelajar namun tidak disadari secara langsung. Ketidakmampuan individu untuk mengontrol emosi negatif mampu memicu timbulnya perilaku agresif. Regulasi emosi merupakan salah satu cara dalam mengontrol dan memodifikasi emosi untuk mengurangi perilaku negatif individu. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dan edukasi terkait dengan regulasi emosi. Pemberian pelatihan dilakukan dalam 5 sesi yang meliputi pemberian materi, diskusi, refleksi, dan sesi relaksasi. Refleksi dilakukan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang perilaku agresif, regulasi emosi, dan berpikir positif. Sesi relaksasi dilaksanakan untuk melatih siswa dalam mengendalikan beragam emosi yang timbul baik emosi positif maupun emosi negatif. Partisipan dalam pelatihan dan edukasi ini berjumlah 11 orang siswa kelas V berusia 11 – 12 tahun di SD I Ar-Raafi Kota Makassar. Tujuan pemberian pelatihan dan edukasi adalah untuk menambah pemahaman siswa dan mengurangi serta mencegah perilaku agresivitas pada siswa akibat dari ketidakmampuan siswa untuk meregulasi emosi. Hasil yang diperoleh melalui refleksi materi menunjukkan bahwa pelatihan dan edukasi terkait regulasi emosi mampu meningkatkan wawasan siswa tentang perilaku agresif, regulasi emosi, dan berpikir positif. Data hasil refleksi pelatihan dalam sesi relaksasi kesadaran emosional menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan wawasan siswa dalam meregulasi emosi. Dengan demikian, pelatihan mengenai regulasi emosi sebagai upaya edukasi untuk mengurangi perilaku agresivitas dapat menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa terkait emosi dan bagaimana cara mengontrol emosi tersebut.
PRAKTIK BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BULLYING PADA SISWA KELAS V SD INPRES TAMAMAUNG III Dina Ulandari; Astiti Tenriawaru Ahmad; M Ahkam Alwi; Amirah Aminanty Agussalim; Suasanti Suasanti; Satriani Satriani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.46334

Abstract

Bullying is a form of negative behavior that is carried out by individuals to show their strength or want to be recognized as powerful by carrying out unfavorable actions such as hitting, mocking, frightening and suppressing other people. To overcome this problem, learning and teaching practices were carried out for fifth grade students at SD Inpres Tamamaung III. The purpose of carrying out learning and learning practice activities is to help (1) students understand what bullying means, (2) know the types or forms of bullying, (3) know the impact of bullying behavior, (4). introducing students to the factors that cause bullying behavior, (5) provide an overview of how to fight if bullying occurs. The method used is the presentation method, and to find out the results of practice are measured by giving a pretest and posttest. Based on the results obtained, it was stated that the provision of material about bullying behavior can increase students' understanding of bullying behavior.
Penguatan Motivasi Belajar Siswa melalui Psikoedukasi Teknik SMART Goal Setting di SMPN 1 Tiworo Selatan Waal Syiath Muawiah; Nurfajriyanti Rasyid; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.58796

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, salah satunya adalah penurunan motivasi belajar siswa. Di SMPN 1 Tiworo Selatan, hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa siswa, khususnya kelas VIII, mengalami penurunan semangat belajar dan lebih fokus pada penggunaan gadget untuk hiburan. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui psikoedukasi tentang Goal Setting menggunakan teknik SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound). Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pengajaran interaktif dan permainan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Siswa diberikan pre-test dan post-test menggunakan skala perilaku motivasi belajar untuk mengukur perubahan yang terjadi. Selama sesi psikoedukasi, siswa dikenalkan dengan konsep SMART, dilatih menyusun tujuan belajar pribadi, serta mengikuti permainan yang bertujuan memperkuat pemahaman mereka tentang perencanaan tujuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan. Siswa lebih mampu merumuskan tujuan pendidikan mereka secara jelas dan realistis, serta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dalam proses pembelajaran.Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan psikoedukatif berbasis teknik SMART efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMP. Intervensi ini dapat dijadikan model untuk diterapkan di sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa, serta menjadi strategi praktis dalam membentuk budaya belajar yang lebih terarah, reflektif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan.
EDUKASI MENGENAI BULLYING TERHADAP SISWA SMP YP PGRI DISAMAKAN KOTA MAKASSAR Adhim Vayla Rahmadio Mijaya; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid; Audri Damayanti; Ince Ayu Anggriani Rizal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56645

Abstract

This activity is a psychoeducational activity in order to increase students' knowledge regarding the dangers of bullying, forms of bullying, causes and effects of bullying, and how to prevent and deal with bullying. The background of this activity is because bullying is a problem that often occurs in society, especially teenagers who are in junior high and high school. The purpose of this activity is to provide knowledge to SMP YP PGRI students regarding bullying. The benefit of this activity is that it increases the knowledge of SMP YP PGRI students about the dangers of bullying. The targets of this activity are teenagers who are currently in class VII of junior high school, either those who have experienced bullying or who have never experienced bullying. This activity was carried out using the psychoeducation method, where before the implementation of psychoeducation the participants chose a pre-test to measure the extent of their initial understanding regarding the material provided, and after being given psychoeducation, students were asked again to choose a posttest to see whether or not there was a change in understanding. Then proceed with giving games to once again measure students' understanding of the material that has been given.Kegiatan ini merupakan kegiatan psikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa terkait bahaya bullying, bentuk-bentuk bullying, sebab dan akibat bullying, serta cara mencegah dan menangani bullying. Latar belakang dari kegiatan ini karena bullying menjadi masalah yang sering terjadi masyarakat, terutama remaja-remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMP YP PGRI terkait bullying. Manfaat dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan siswa SMP YP PGRI mengenai bahaya dari bullying. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja yang saat ini duduk di bangku SMP kelas VII baik yang pernah mengalami tindakan bullying ataupun yang tidak pernah mengalami tindakan bullying. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemberian psikoedukasi, di mana sebelum pelaksanaan psikoedukasi peserta mengisi pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal terkait materi yang diberikan, dan setelah diberi psikoedukasi, siswa diminta lagi untuk mengisi posttest untuk melihat ada atau tidaknya perubahan pemahaman. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian games untuk sekali lagi mengukur pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan.
PKM Pelatihan Mengatasi Stres Akademik pada Siswa SMK Lukman Lukman; Abdul Rahmat; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i1.68242

Abstract

Stressors for students at school can arise from situations that cause feelings of frustration, conflict, pressure, change, or self-imposed demands. Data obtained shows symptoms of stress in students, such as anxiety during exams, difficulty understanding material, and short deadlines for assignments. These stressful conditions trigger physical and emotional reactions that interfere with students' performance at school. The inability to implement effective coping strategies is one of the main causes of academic stress. Therefore, it is expected that the training provided can help reduce perceived academic stress. The problem-solving approach is carried out through training activities consisting of five stages: training needs analysis (TNA), material planning and module preparation, implementation, result measurement, and training evaluation. The implementation of these activities showed a decrease in the academic stress scores of students with moderate to high stress levels, both immediately after the training and 12 weeks later. However, this decrease was not statistically significant.