Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi dan Work Life Balance Terhadap Kepuasan Kerja pada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai Ahmad Dzaky Wicaksana; Sitti Hasbiah; Rezky Amalia Hamka; Romansyah Sahabuddin; Uhud Darmawan Natsir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5642

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan work life balance terhadap kepuasan kerja perawat pada Rumah Sakit Umum daerah Sinjai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di RSUD Sinjai dengan sampel yang diperoleh sebanyak 73 responden yang terbagi menjadi ASN 36 responden, kontrak 8 responden, dan honorer 29 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS 24). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kompensasi dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara parsial menunjukkan variabel kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja sedangkan work life balance berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja
Perancangan Model Bisnis Inovatif Untuk Optimalisasi Potensi Peternakan di Desa Paconne’ Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu Menggunakan Business Model Canvas (BMC) Sitti Hasbiah; Ilma Wulansari Hasdiansa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4947

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang model bisnis inovatif untuk mengoptimalkan potensi peternakan di Desa Paconne', Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Fenomena penelitian ini didasari oleh berbagai tantangan yang dihadapi peternak, seperti dominasi tengkulak, keterbatasan akses informasi harga, keterbatasan jaringan distribusi, dan rendahnya literasi ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan peternak sebagai narasumber utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa rendahnya nilai tambah produk, minimnya sertifikasi mutu, dan minimnya inovasi pemasaran melemahkan daya tawar peternak di pasar. Namun, peluang optimalisasi usaha terdapat melalui diversifikasi usaha, penerapan pertanian bernilai tambah, pengembangan agrowisata, serta pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran berbasis e-commerce. Model bisnis yang diusulkan, berdasarkan BMC, menekankan sembilan elemen kunci: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas inti, kemitraan strategis, dan struktur biaya. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis bagi peternak, UMKM, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan potensi peternakan berdasarkan model bisnis inovatif.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK KAMBING MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN DI KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA Ilma Wulansari Hasdiansa; Sitti Hasbiah; Annisa Paramaswary Aslam; Nurul Fadilah Aswar; Andi Dewi Angreyani
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 4 No. 4 (2026): Artikel Pengabdian bulan Januari-Maret 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v4i4.4624

Abstract

This community service activity aims to improve the capacity of goat farmers by optimizing livestock management in Sanging-Sanging Village, Pattallassang District, Gowa Regency. The main challenges faced by the partners included limited knowledge of feed management, suboptimal housing systems, and a lack of understanding of livestock health. The activity was conducted in February 2026 and involved five small-to-medium-scale goat farmers, each with between 40 and 100 goats. The methods used included observation, counseling, training, and participatory mentoring. The results showed an increase in farmers' knowledge and skills in feed management, improved housing systems, and the implementation of better husbandry practices. Farmers began implementing more regular feeding, maintaining clean pens, and utilizing livestock waste as organic fertilizer. Furthermore, there was an increase in farmers' awareness of the importance of more efficient business management. Although income increases were not yet significant in the short term, there were indications of improved business efficiency, which has the potential to increase profits in the long term. This activity demonstrated that the counseling and mentoring approach is effective in increasing farmer capacity and supporting the development of goat farming businesses at the community level.