Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VARIASI KOMPOSISI EKSTRAK BUNGA TELANG PADA PEMBUATAN SABUN MANDI SEBAGAI PEWARNA ALAMI Desti Lidya; Sofiah Sofiah; Meilianti Meilianti; Azizil Tasya Bighoiri
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.57

Abstract

A chemical product in the form of soap, namely by mixing triglycerides with potassium hydroxide (KOH) using a method called the saponification method. In this study, the product added variations in the composition of olive oil and butterfly pea extract. variations in the composition of olive oil with three variations, namely 15 ml, 30 ml, and 45 ml. The butterfly pea flower extract was then used in three different concentrations: 2 ml, 4 ml, and 6 ml. This composition variation is divided into nine samples with the addition of olive oil and butterfly pea flower extract, respectively. The resulting product has been tested in four categories: pH test, free fatty acid test, ethanol insoluble substance test, and active ingredient test. The experimental results that met SNI 2588-2017 were sample 1, with a variation of the composition of 15 ml of olive oil and 2 ml of butterfly pea flower extract. with a pH test result of 5, an insoluble test result in ethanol of 0.16%, a free fatty acid test result of 0.2256%, an active ingredient test result of 24%, and an organoleptic test result in three categories, namely color, odor, and shape, is level 4 (preferred).
KARAKTERISTIK BIOPELET BERBASIS CANGKANG KELAPA SAWIT DAN BATUBARA SUB-BITUMINOUS UNTUK ENERGI TERBARUKAN Meilianti Meilianti; Syariful Maliki; Muhammad Min Alfisyahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.21836

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pencarian sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit dan batubara sub-bituminous sebagai bahan baku biopelet. Campuran divariasikan dengan komposisi 100%:0%, 80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80%, dan 0%:100% (cangkang : batubara). Biopelet yang dihasilkan diuji berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor, sesuai SNI 8021:2014. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel memenuhi standar. Komposisi terbaik terdapat pada sampel C (60% batubara dan 40% cangkang), dengan kadar air 0,2473%, kadar abu 1,0000%, kadar zat terbang 0,5180%, kadar karbon terikat 98,23%, dan nilai kalor 5622 cal/gr. Sampel ini juga memiliki waktu pembakaran terlama yaitu 24 menit, menunjukkan efisiensi pembakaran yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi batubara sub-bituminous dan cangkang kelapa sawit menghasilkan biopelet berkualitas tinggi yang berpotensi sebagai energi alternatif. Pemanfaatan limbah ini juga mendukung prinsip energi berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan.
OPTIMASI EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI BUAH SEDUDUK AKAR (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL ALAMI Meilianti Meilianti; Syariful Maliki; Apri Mujiyanti; Taufiq Jauhari; Muhammad Rahman Firdaus
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.27332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan buah senduduk akar (Melastoma malabathricum L.) sebagai sumber pewarna tekstil alami yang ramah lingkungan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol-air dengan variasi rasio (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40) serta waktu maserasi 1 dan 2 hari. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, absorbansi menggunakan spektrofotometri UV-Vis, kadar antosianin, serta uji ketahanan luntur warna pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada rasio pelarut etanol:air (80:20) dengan waktu maserasi 1 hari yang menghasilkan rendemen 31,32%, absorbansi 0,688 dan kadar antosianin sebesar 114,88 mg/L. Waktu maserasi yang lebih lama menyebabkan penurunan kadar antosianin akibat degradasi senyawa aktif. Hasil uji aplikasi pada kain menunjukkan variasi warna dari merah tua hingga abu-abu kekuningan serta ketahanan luntur yang cukup baik. Dengan demikian, buah senduduk akar berpotensi sebagai bahan pewarna tekstil alami yang aman dan ramah lingkungan.