Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI BUAH SEDUDUK AKAR (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL ALAMI Meilianti Meilianti; Syariful Maliki; Apri Mujiyanti; Taufiq Jauhari; Muhammad Rahman Firdaus
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.27332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan buah senduduk akar (Melastoma malabathricum L.) sebagai sumber pewarna tekstil alami yang ramah lingkungan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol-air dengan variasi rasio (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40) serta waktu maserasi 1 dan 2 hari. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, absorbansi menggunakan spektrofotometri UV-Vis, kadar antosianin, serta uji ketahanan luntur warna pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada rasio pelarut etanol:air (80:20) dengan waktu maserasi 1 hari yang menghasilkan rendemen 31,32%, absorbansi 0,688 dan kadar antosianin sebesar 114,88 mg/L. Waktu maserasi yang lebih lama menyebabkan penurunan kadar antosianin akibat degradasi senyawa aktif. Hasil uji aplikasi pada kain menunjukkan variasi warna dari merah tua hingga abu-abu kekuningan serta ketahanan luntur yang cukup baik. Dengan demikian, buah senduduk akar berpotensi sebagai bahan pewarna tekstil alami yang aman dan ramah lingkungan.
SMART LAB SAFETY : BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SEJAK DINI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Agum Try Wardhana; Dilia Puspa; Iriani Reka Septiana; Apri Mujiyanti; Metta Wijayanti; Melantina Oktriyanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3376

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini dalam pembelajaran kimia di SMA Al-Amalul Khair Palembang dan meningkatkan kesadaran guru serta siswa terhadap keselamatan laboratorium. Metode pengabdian yang digunakan meliputi analisis situasi dan survei lapangan, sosialisasi prinsip K3 melalui presentasi interaktif, diskusi dan tanya jawab, simulasi praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur evakuasi, tanggap darurat, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman guru maupun siswa terhadap potensi bahaya di laboratorium, penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, dan penerapan budaya K3 secara keseluruhan. Simulasi praktik terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penerapan budaya K3 sejak dini dapat membangun kesadaran dan kebiasaan aman di laboratorium, yang diharapkan berlanjut tidak hanya selama pembelajaran kimia, tetapi juga pada aktivitas laboratorium lainnya di sekolah.
SINTESIS BIOPELUMAS DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS ASAM FOSFAT Nabila Cindi Lestari; Yohandri Bow; Apri Mujiyanti
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.28546

Abstract

Minyak jelantah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelumas yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi katalis asam fosfat dan waktu reaksi terhadap karakteristik biopelumas, menentukan kondisi operasi terbaik, serta mengidentifikasi gugus fungsi produk menggunakan FTIR. Sintesis biopelumas dilakukan melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi dengan variasi konsentrasi katalis asam fosfat 1–5% dan waktu reaksi 130–150 menit pada suhu 120°C. Karakteristik yang dianalisis meliputi rendemen, densitas, viskositas, titik nyala, dan titik tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalis dan waktu reaksi cenderung meningkatkan rendemen dan titik nyala. Kondisi operasi terbaik diperoleh pada konsentrasi katalis 2% dan waktu reaksi 140 menit dengan densitas 0,9560 g/mL, viskositas 13,09 cSt, titik nyala 377°C, titik tuang 1°C, dan rendemen 81%.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM DENGAN VARIASI KECEPATAN PENGADUKAN DAN WAKTU REAKSI Alpin Purnama; Yusril Ihza Mahendra; Lety Trisnaliani; Yuniar; Apri Mujiyanti
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.28970

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan katalis CaO berbahan dasar cangkang telur ayam dan Baffled Stirred Tank Reactor terhadap yield serta karakteristik biodiesel dari minyak kelapa. Katalis CaO diperoleh melalui proses kalsinasi pada suhu 900°C selama 4 jam dan dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Proses transesterifikasi dilakukan pada suhu 60°C menggunakan katalis CaO 3% dengan variasi kecepatan pengadukan 200–600 rpm dan waktu reaksi 20, 40, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis didominasi oleh fase kristalin CaO. Kondisi optimum diperoleh pada kecepatan pengadukan 400 rpm dan waktu reaksi 40 menit dengan yield biodiesel sebesar 88,7%. Penggunaan baffle terbukti meningkatkan yield dibandingkan reaktor tanpa baffle. Biodiesel yang dihasilkan memenuhi persyaratan ASTM D6751 dengan viskositas 4,87–4,91 cSt, densitas 0,867–0,872 g/mL, flash point 168,3–176,2°C, dan angka setana 65,2–69,6. Nilai kalor juga meningkat dari 34,14 MJ/kg menjadi 37,44 MJ/kg seiring bertambahnya waktu reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis CaO dari cangkang telur ayam dan penggunaan Baffled Stirred Tank Reactor efektif meningkatkan yield serta kualitas biodiesel.