M Fakhruddin
Universitas Kader Bangsa Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN KEJADIAN HIPERMETROPIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 102 PALEMBANG Devi Susanti; M Fakhruddin; Rizcita Prilia Melvani; Leni Novianti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.106

Abstract

Hipermetropia merupakan satu kelainan refraksi hipermetropia terjadi akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak normal, . Hampir 90% penderita hipermetropia berada di negara berkembang. Hipermetropia merupakan salah satu penyebab penurunan tajam penglihatan pada anak-anak. Tujuanpenelitian :untuk mengetahuideterminankejadian hipermetropia pada siswa SDN 102 Palembang. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan di SDN 102 Palembang pada Agustus 2023. Subjek penelitian siswa SDN 102 Palembang kelas 1 sampai kelas 6 yang menggunakan kacamata dan terdiagnosa miopia. Sampel berjumlah 40 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil :Responden denganriwayat keturunan miopia sebesar 67.5%, jenis kelamin perempuan sebesar 60%, dan responden dengan kebiasaan membaca dengan posisi tiduran sebesar 70%. Hasil uji chi square riwayat keturunan p value= 0.001 <0.05, kebiasaan membacap value= 0.001 <0.05, jenis kelamin p value= 0.192 >0.05 dan p value= 0.090 >0.05. variabel yang berhubungan dengan kejadian hipermetropia yaitu riwayat keturunan dan kebiasaan membaca.Saran :untuk peneliti selanjutnya guna mengkaji lebih dalam terkait pengaruh keturunan dalam mempengaruhi kejadian hipermetropia
PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA SINDROM ASTHENOPIA Devi Susanti; Leni Novianti; Rizcita Prilia Melvani; M Fakhruddin; M Hanafiah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2451

Abstract

Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Penyuluhan Kebiasaan Jarak Membaca Dan Kelelahan Mata Terhadap Kejadian Presbiopia Di Optik Nedia Kota Manna Devi Susanti; M Fakhruddin; Esther Wijaya; Rizcita Prilia Melvani
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jck.v2i1.289

Abstract

Mata merupakan panca indra yang sangat penting dalam kehidupan manusia,fungsi mata adalah untuk melihat yang di pengaruhi oleh tajam penglihatan. Mata akan merasa lelah setelah bekerja dengan melihat dekat, mata akan menjadi lelah bila mata terangsang terus menerus. Kelelahan mata dapat terjadi akibat terlalu lamanya bekerja otot-otot dalam mata atau otot-otot penggerak bola mata. Kemampuan mata untuk melihat dengan jelas akan ditentukan oleh ukuran objek,derajat kontras antara objek dengan sekelilingnya,lumnisi,serta lamanya waktu melihat objek tersebut. Untuk menghindari silaukarena letak dari sumber cahaya yang kurang tepat maka sebaiknya mata tidak secara langsung menerima cahaya dari sumbernya akan tetapi cahaya tersebut harus mengenai objek yang akan dilihat yang kemudian di pantulkan oleh objek tersebut kemata kita. Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan terhadap kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna. Penelitian ini bersifat survey analitik yang bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata terhadap terjadinya kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independen (kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata) dan variabel dependen (kejadian presbiopia) dilakukan secara bersamaan. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan dengan kejadian presbiopia di Optik Nedia tahun 2023