p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Hasrul Saleh
Program Studi Teknik Industri Universitas Pasifik Morotai

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN DAN POLA SEBARAN PERGERAKAN PADA KAWASAN PARIWISATA KABUPATEN PULAU MOROTAI Dyah Safitri Qammariyah Kharie; Hasrul Saleh; Akmal Hi Dahlan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/dtkhew44

Abstract

ektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Pulau Morotai yang mendukung perekonomian daerah. Berdasarkan berbagai potensi dan keunggulan tersebut, maka Kabupaten Pulau Morotai telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pergerakan wisatawan dengan menggunakan model tarikan dan pola sebaran pergerakan. Penelitian ini di awali dengan pengambilan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan kawasan penelitian. Model tarikan pergerakan di analisis menggunakan metode regresi linier berbasis zona dengan bantuan Softwere SPSS, sedangkan pembentukan pola sebaran pergerakan wisatawan dibentuk dengan menggunakan Softwere ArcGIS 10.4. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berbasis zona, maka diperoleh model tarikan pergerakan pada kawasan wisata yaitu  dengan nilai . Hasil penelitian ini menujukan bahwa jarak tempat wisata dari pusat kota , dapat mempengaruhi tarikan pergerakan wisatawan. Hasil analisis pola sebaran pergerakan menunjukan bahwa pergerakan terbesar pada masing-masing objek wisata berasal dari zona internal (Pulau Morotai) yang didominasi oleh wilayah Kecamatan Morotai Selatan. Sedangkan untuk pergerakan yang berasal dari zona eksternal (Luar Pulau Morotai), lebih didominasi oleh pergerakan yang berasal dari Halmahera-Pantai Army Dock sebesar 16 wisatawan, Ternate-Waterfront City sebesar 18 wisatawan, Halmahera – Pulau Dodola sebesar 60 wisatawan, dan Pulau Jawa- Moro Ma Doto sebesar 4 wisatawan.
PERBAIKAN POSTUR TUBUH UNTUK MEMINIMALKAN DAMPAK RESIKO PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA DEPARTEMEN EXIM DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN RWL DI PT XYZ Wahyu Sidiq Saputra; Novita Wijayanti; Hasrul Saleh
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jyya6c24

Abstract

PT. XYZ memproduksi pakaian olahraga dan seluruh produk PT. XYZ diekspor. Terdapat masalah yang merupakan dampak dari posisi dan sikap kerja yang tidak nyaman, dan tidak adanya pegangan pada beban kerja yang di angkat sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Metode REBA digunakan untuk mengetahui apakah posisi tubuh pekerja sudah sesuai dan dirasa nyaman bagi pekerja, metode RWL dan LI yang bertujuan untuk mencari nilai batas berat yang direkomendasikan dan mengetahui tingkat resiko tulang belakang melalui nilai index yang di hasilkan. Dari perhitungan dan analisis yang dilakukan diperoleh Skor REBA sebelum perbaikan adalah 11 termasuk dalam kategori high risk dan harus dilakukan perbaikan. Pihak manajemen departemen melakukan penggantian wadah karton arsip yang semula tidak terdapat pegangan menjadi terdapat pegangan di samping kiri dan kanan kardus, kemudian dilakukan 4x percobaan pengangkatan sebagai bentuk analisis perbaikan pekerjaan dengan nggunakan metode RWL dan LI dengan berat beban dan tinggi destinasi akhir yang berbeda. Hasilnya menunjukkan nilai LI akhir percobaan 1 awal LI 0,901 akhir 0,70, percobaan 2 awal 0,832 akhir 0,821, percobaan 3 awal 0,869 akhir 0,811, dan percobaan 4 awal 0,877 akhir 0,873. Hasil perhitungan dari keempat percobaan menunjukan nilai LI ≤ 1, hal ini menunjukan indikasi bahwa aktivitas pengangkatan memiliki tingkat resiko yang rendah. Terakhir dilakukan analisis REBA setelah perbaikan hasilnya Skor REBA 4 termasuk dalam kategori medium risk yang harus segera dilakukan implementasi perbaikan, terdapat penurunan tingkat resiko dari analisis REBA sebelum dan setelah perbaikan. Implementasi perbaikan yang dilakukan: membuat SOP, sosialisasi dan poster cara pengangkatan yang baik dan benar.  
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JSA (JOB SAFETY ANALYSIS) DI PT. PLN ULP DARUBA Hasrul Saleh; Amrin Sibua; Muhammad Reza Kusman; Dandi Weka
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9es6wz19

Abstract

Pada PT. PLN ULP Daruba Kecamatan Morotai Selatan penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) belum secara optimal di implementasikan. Sehingga kecelakaan kerja masih sering terjadi karena kondisi kerja yang kurang aman dan lingkungan kerja yang kurang baik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan bagaimana pengendalian bahaya dengan metode JSA (Job Safety Analysis) pada PT. PLN ULP Daruba. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan hasil analisis bahaya terhadap keselamatan pekerja pada saat proses kerja dengan metode JSA (Job Safety Analysis) pada PT.PLN ULP Daruba. Dengan metode pengumpulan data menunggunakan observasi lapangan, studi pustaka, wawancara,  dokumentasi dan kemudian melakukan chek list terhadap pernyataan yang disusun oleh peneliti dengan responden sebagai bukti. Dan metode JSA (Job Safety Analysis) untuk mengetahui potensi resiko apa saja melalui tahapan penilaian resiko tingkat keseringan dan tingkat keparahan untuk menentukan Risk Rating. Potensi bahaya yang terjadi pada bagian pelayanan teknik dan operator mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) mendapatkan hasil berupa risk level yang menunjukkan 4 temuan potensi bahaya yaitu berisiko sangat rendah sebanyak 4 kategori bahaya, bersiko rendah sebanyak 2 kategori bahaya, beresiko sedang sebanyak 2 kategori bahaya dan beresiko tinggi sebanyak 1 kategori bahaya. 
PENERAPAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DALAM OPTIMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU AMDK : STUDI KASUS CV.XYZ Sri Wahyudila Haidi; Hasrul Saleh; Amrin Sibua; Zulfikram
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xz4j1q50

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku cup pada CV. XYZ menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Analisis dilakukan dengan membandingkan metode pengendalian persediaan perusahaan dengan metode EOQ berdasarkan data kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal serta meminimalkan biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Frekuensi pemesanan optimal adalah empat kali per tahun dengan jumlah pemesanan sebanyak 1.536.117 pcs setiap kali pemesanan. Penerapan metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp40.124.629, lebih rendah dibandingkan metode perusahaan sebesar Rp43.046.012. Dengan demikian, metode EOQ mampu menghemat biaya persediaan sebesar Rp2.921.383 atau 6,79%. Berdasarkan hasil tersebut, metode EOQ terbukti efektif dalam mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku melalui penentuan jumlah dan frekuensi pemesanan yang ekonomis. Oleh karena itu, metode EOQ direkomendasikan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan efisiensi biaya persediaan serta menjaga kelancaran proses produksi di Perusahan.