Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Musik dan Pendidikan: Menggali Peran Lagu dalam Meningkatkan Pembelajaran dan Keterhubungan Sosial Buhari, Bustan; Patahuddin; Andi Aco Agus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13341

Abstract

Penggunaan lagu dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat pemahaman konsep melalui pengulangan lirik yang memuat nilai-nilai pendidikan. Dalam konteks ini, hubungan antara medium musik dan pembelajaran telah menjadi objek studi yang signifikan, terutama dalam cara lagu dapat membantu pengajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji, menganalisis, dan mensintesis berbagai studi, artikel, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penerapan media lagu dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa memanfaatkan pengajaran yang berbasis lagu, dapat mengatasi tantangan yang ada dalam lingkungan belajar yang kaku
Implementasi Kearifan Lokal Sulapa Eppa Sebagai Strategi Kultural Menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Makassar Buhari, Bustan; Patahuddin, Patahuddin; Hasni, Hasni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.167

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi nilai kearifan lokal sulapa eppa sebagai strategi kultural pada pendidikan sejarah untuk menciptakan sekolah ramah terhadap lingkungan sosial dan mencegah perilaku perundungan di Kota Makassar. Fenomena kekerasan di sekolah dan perundungan yang marak terjadi menunjukkan adanya diskoneksi antara identitas budaya luhur dengan prilaku sosial murid di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dengan melalukan observasi partisipatif dan wawancara mendalam di SMAN 23 Makassar untuk memahami nilai-nilai sejarah yang diinternalisasikan dalam interaksi keseharian murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pilar sulapa eppa yang meliputi acca (cerdas), lempu (jujur), warani (berani), getteng(tegas) dapat menjadi energi positif bagi murid. Implementasi terhadap etika sosial seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan) terbukti mampu meningkatkan empati dan kesadaran murid. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa kearifan lokal seperti acca, lempu, warani, dan getting efektif sebagai instrument rekayasa sosial dalam membangun ekosistem Pendidikan yang inklusif dan harmonis.
Implementasi Kearifan Lokal Sulapa Eppa Sebagai Strategi Kultural Menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Makassar Buhari, Bustan; Patahuddin, Patahuddin; Hasni, Hasni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.167

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi nilai kearifan lokal sulapa eppa sebagai strategi kultural pada pendidikan sejarah untuk menciptakan sekolah ramah terhadap lingkungan sosial dan mencegah perilaku perundungan di Kota Makassar. Fenomena kekerasan di sekolah dan perundungan yang marak terjadi menunjukkan adanya diskoneksi antara identitas budaya luhur dengan prilaku sosial murid di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dengan melalukan observasi partisipatif dan wawancara mendalam di SMAN 23 Makassar untuk memahami nilai-nilai sejarah yang diinternalisasikan dalam interaksi keseharian murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pilar sulapa eppa yang meliputi acca (cerdas), lempu (jujur), warani (berani), getteng(tegas) dapat menjadi energi positif bagi murid. Implementasi terhadap etika sosial seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan) terbukti mampu meningkatkan empati dan kesadaran murid. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa kearifan lokal seperti acca, lempu, warani, dan getting efektif sebagai instrument rekayasa sosial dalam membangun ekosistem Pendidikan yang inklusif dan harmonis.