Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Facilitating of Green Healthy and Safety in Building and Environment for Indonesian Migrant Workers in Penang, Malaysia Budi Susetyo; Tin Budi Utami; Khozaeni Bin Rahmad
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2403

Abstract

In the recent world, environment become as critical isues, the integration of environmental sustainability into health and safety practices has become more crucial than ever. This paradigm shifted toward Green HSE (Health and Safety Environment) reflects a growing awareness of the interconnectedness between workplace safety, human well-being, and the health. Traditionally, health and safety initiatives have focused primarily on protecting workers from immediate physical hazards. However, a broader perspective acknowledges that the environment in which work occurs is equally critical to long-term well-being. Green HSE recognizes between a healthy environment and the overall health and safety of employees. Green HSE ensures that organizations not only meet these standards but go beyond, demonstrating a commitment to sustainable practices. Sustainable practices often lead to resource efficiency, reduced energy consumption, and operational cost savings, making Green HSE not just environmentally responsible but also economically prudent. This approach ensures a holistic understanding of workplace threats. Implement Green HSE for Indonesian Migran Workers (Pekerja Migran Indonesia/PMI) represents a holistic approach to workplace well-being by recognizing the symbiotic relationship between human health, safety, and environmental sustainability. Facilitating activity can creates a safer, healthier for PMI, and more resilient workplace.
Integrating Digital Green HRM and Ethical Leadership to Enhance Migrant Career Sustainability Eri Marlapa; Anees Janee Ali; Sri Marti Pramudena; Khozaeni Bin Rahmad
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5606

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesiadi luar negeri, khususnya di Malaysia, melalui pembangunan karier berkelanjutan berbasis teknologi digital.Di tengah persaingan global dan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia perlumenyiapkan tenaga kerja yang kompetitif dan adaptif. Pekerja migran Indonesia masih menghadapi tantanganberupa produktivitas rendah, keterampilan teknis terbatas, dan kecakapan bahasa asing yang kurang memadai.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang menggabungkan kompetensi teknis dengan keterampilanberorientasi keberlanjutan, seperti green skills yang sesuai dengan tren global. Pemanfaatan teknologi digitalmenjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi perencanaan karier, memberi akses pelatihan, serta mendukungpekerja migran dalam merancang karier yang fleksibel dan beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi. Programini akan melibatkan 50–100 pekerja migran yang tergabung dalam PERMAI Penang, Malaysia, dengan fokuspada pembekalan keterampilan merencanakan karier dan mengelola usaha berkelanjutan. Metode yangdigunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, praktik, serta aktivitas gamified yangmengenalkan konsep ramah lingkungan dalam perencanaan karier. Luaran yang diharapkan berupapeningkatan kapabilitas peserta dalam perencanaan karier dan bisnis berkelanjutan, terbukanya peluang barudi ekonomi digital global, serta keluaran terarah berupa publikasi media, dokumentasi video, artikel jurnalPKM, dan pendaftaran HKI terkait keberlanjutan dan transformasi digital. Kolaborasi antara UniversitasMercu Buana (UMB), PERMAI Penang, dan Universiti Sains Malaysia (USM) memperkaya program denganperspektif internasional, memastikan pelatihan berkualitas, relevan, serta berdampak luas bagi pekerja migranIndonesia.Kata Kunci: peningkatan keterampilan kerja tim melalui perangkat digital dan metode pembelajaran kolaboratif;pemanfaatan internet sebagai sumber pengembangan pengetahuan berkelanjutan.