Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) di PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan Siti Khodijah Lubis; Elya Siska Anggraini; Aman Simaremare; Sariana Marbun; Wan Nova Listia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34097

Abstract

Abstrak Alat Permainan Edukatif (APE) menjadi salah satu sarana penting dalam media pembelajaran anak usia dini, namun masih banyak guru PAUD yang menghadapi keterbatasan dalam kreativitas mengembangkan dan memanfaatkannya secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sikap guru PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan melalui kegiatan pendampingan pembuatan APE. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Mitra sasaran terdiri atas 11 guru PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata post-test dibandingkan pre-test, serta uji Wilcoxon mengonfirmasi terdapat perbedaan signifikan. Perihal ini menunjukkan bahwa pendampingan pembuatan APE efektif meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sikap guru PAUD. Pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi terbukti memperkuat kompetensi guru serta mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan anak usia dini. Kata kunci: pendampingan; pembuatan; alat permainan edukatif; anak usia dini. Abstract Educational Toys (APE) are an important tool in early childhood education, but many early childhood teachers still face limitations in their creativity in developing and utilizing them optimally. This community service activity aims to enhance the knowledge, experience, skills, and attitudes of early childhood education teachers at Cempaka PAUD, Pantai Labu Pekan, through a mentoring program for the creation of APE. The implementation method comprises three stages: preparation, activity execution, and evaluation. The target participants consist of 11 early childhood education teachers at Cempaka PAUD, Pantai Labu Pekan. The results showed an increase in the average post-test score compared to the pre-test, and the Wilcoxon test confirmed a significant difference. This indicates that the APE creation mentoring program effectively improved the knowledge, experience, skills, and attitudes of early childhood education teachers. The practice-based and collaborative approach proved to strengthen teachers' competencies and support more creative and child-centered learning. Keywords: mentoring; creation; educational toys; early childhood.
Jurnal Penelitian Evaluasi Program Program Menari di TK Aba 01 Medan Khairunnisa Manurung; Anita Yus; Siti Khodijah Lubis
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.4985

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tari kreasi merupakan salah satu jenis tari yang diciptakan oleh manusia yang tidak terikat oleh aturan daerah atau tari kreasi tradisional, dan tertuang dalam tema, gerakan, kostum, maupun tata rias. Manfaat penting pembelajaran tari kreasi bagi anak usia dini selain bertujuan untuk menunjang pendidik secara umum diharapkan dapat merangsang kepekaan, pengalaman estetis dan kreativitas dalam menuangkan pengalamannya dalam bentuk tari. Pelaksanaan tari kreasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kecerdasan kinestetik anak karena motorik anak berkembang dengan baik, motorik halus dan kelincahan tubuhnya, anak mampu membedakan gerakan, anak menjadi percaya diri saat berada di depan umum, mengembangkan hobi anak yaitu menari. Keterkaitan antara kecerdasan kinestetik dengan tari kreasi pada anak sangat berpengaruh pada gerakan tari, karena dengan gerakan tari kreasi anak akan mengeluarkan energi. Dengan gerakan tari tersebut anak akan mampu mengekspresikan dirinya melalui tari dan irama musik sehingga motorik kasar anak dapat berkembang. Hubungan antara gerak tari dengan kecerdasan kinestetik anak, yaitu gerak tari kreatif, sangat erat kaitannya dengan kecerdasan kinestetik anak, karena gerak anak menciptakan gerakan yang bermakna bagi anak, oleh karena itu apabila anak dapat menggerakkan sesuatu, maka akan tercipta kemampuan motorik anak menjadi lebih kreatif dan berkembang. Kecerdasan kinestetik juga dapat disebut sebagai kemampuan memadukan kinerja mental dan kinerja fisik untuk mencapai apa yang diharapkan.
Implementation of Content Differentiation in Early Childhood Education Learning at Medan City Sekolah Penggerak Siti Khodijah Lubis; Wan Nova Listia; Dwi Septi Anjas Wulan; Elya Siska Anggraini; Sariana Marbun
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6023

Abstract

This research aims to investigate the implementation of content differentiation in early childhood education at Medan City Medan Sekolah Penggerak. The method employed is qualitative research, utilizing purposive sampling. Interviews, observations, and documentation were conducted as data collection techniques. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification, while for data validity, source triangulation is used. The results showed that PAUD units in Medan City Sekolah Penggerak have implemented content differentiation by adjusting teaching materials based on children's readiness, interests, and learning styles. Teachers utilize various learning media and technology and provide space for children's active participation. Challenges faced by teachers include limited time, children's abilities, facilities, and teachers' skills in creating varied materials. Training, improved facilities, and collaboration between teachers are needed to optimize the implementation of content differentiation.