Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bronkopneumonia Pada Anak Dini Nur Alpiah; Muhammad Ilham Maulana; Djenar Ayu Hanifah; Salsabila Fatihah; Arzeti Felyanti; Aliya Dwi Latifa; Danu Firmansyah; Shabana Zarra Azmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61323

Abstract

Bronchopneumonia is a lower respiratory tract infection that remains a cause of morbidity and mortality among children. The condition is characterized by pulmonary inflammation leading to increased secretion production, impaired ventilation, shortness of breath, and reduced respiratory function. This study aimed to determine the effectiveness of a physiotherapy regimen combining chest physiotherapy and infrared therapy for children with bronchopneumonia. A descriptive case study design was employed, involving two female patients—aged 3 years 9 months and 3 years 2 months—diagnosed with bronchopneumonia at Dr. M. Goenawan Partowidigdo Pulmonary Hospital. Assessments conducted before and after the intervention included respiratory rate (RR), the Borg Scale, thoracic expansion, percussion, and auscultation. Physiotherapy interventions—comprising postural drainage, clapping, vibration, infrared therapy, and thoracic cage mobilization—were administered over four days, tailored to each patient's condition and tolerance. The results showed improvements in both subjects, including a decrease in respiratory rate, a reduction in the severity of shortness of breath (based on the Borg Scale), increased thoracic expansion, a shift in percussion sounds from dull to resonant, and a change in auscultation findings from moist rales to vesicular breath sounds. Additionally, the patients demonstrated an improved ability to clear secretions, resulting in cleaner airways. Based on these findings, it can be concluded that the combination of chest physiotherapy and infrared therapy is effective as an adjunctive treatment for clearing airways, enhancing pulmonary ventilation, and improving respiratory function in children with bronchopneumonia.
Pengaruh Tandem Walking Exercise terhadap Keseimbangan pada Lansia untuk Mengurangi Risiko Jatuh : Literature Review Robiatun Amaliyah Ranti; Maria Eno Rahayu Wibawaningrum; Muhammad Ilham Maulana; Bunga Damayanti; Aliya Dwi Latifa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10764

Abstract

Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat proses penuaan, terutama pada sistem penglihatan, vestibular, somatosensorik, dan muskuloskeletal yang berperan penting dalam menjaga postur tubuh dan keseimbangan. Penurunan fungsi pada sistem-sistem tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan keseimbangan dan kejadian jatuh yang berdampak pada kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan jalan tandem (tandem walking exercise) dalam meningkatkan keseimbangan pada lansia. Metode yang digunakan berupa tinjauan naratif dengan mengkaji berbagai penelitian yang diperoleh dari basis data Google Scholar. Studi yang ditelaah meliputi penelitian dengan desain pre-eksperimental serta eksperimen pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam pengukuran keseimbangan pada penelitian-penelitian tersebut meliputi Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUGT). Hasil analisis menunjukkan bahwa latihan jalan tandem memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan keseimbangan lansia setelah dilakukan secara rutin sebanyak dua hingga tiga kali per minggu selama dua sampai empat minggu. Peningkatan skor keseimbangan terlihat pada sebagian besar penelitian yang dianalisis. Selain itu, hasil uji statistik secara konsisten menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan latihan jalan tandem terhadap peningkatan keseimbangan. Latihan ini juga terbukti efektif dalam memperbaiki stabilitas postural, meningkatkan keseimbangan fungsional, serta mengurangi risiko jatuh pada lansia. Dengan demikian, latihan jalan tandem dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk intervensi sederhana, aman, mudah dilakukan, dan mandiri untuk membantu meningkatkan keseimbangan serta mendukung kesehatan dan kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.