Amelia Putri
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Sensory Marketing Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM Amelia Putri; Alwan Husni Ramdani; Aliya Nurul Fauziah; Muhammad Vickry Affryansyah; Gesha Fadhillah Ramdhan
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i2.38177

Abstract

Transaksi jual beli secara online memunculkan permasalahan baru yakni, ketidaksesuaian barang dangan spesifikasi yang diperjanjikan. Di era digital aktifitas live stream shopping menjadi salah satu solusi atas permasalahan tersebut dan juga strategi inovatif untuk meningkatkan daya saing produk UMKM. Untuk memahami penerimaan dan penyebaran inovasi dalam praktik live stream shopping, penelitian ini mengintegrasikan teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan 10 orang menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang dilakukan saat live streaming untuk menarik perhatian penonton. Pertama, melakukan inovasi marketing mulai dari pembuatan konten, mengenalkan Unique selling point produknya pada konsumen, dan menawarkan harga yang rendah. Kedua, memanfaatkan berbagai plaform untuk penyebarluasan konten dan aktifitas live streaming. Ketiga, menerapkan digital sensory marketing guna memberikan penjelasan lebih mendetail terkait produk yang dijual. Melakukan digital sensory marketing saat live streaming berlangsung dapat menjadi salah satu upaya untuk meyakinkan konsumen dalam melakukan pembelian prodak.Online buying and selling transactions bring about new issues, namely, the inconsistency of goods with the agreed specifications. In the digital era, live stream shopping activities have become one solution to this problem and an innovative strategy to enhance the competitiveness of MSME products. To understand the acceptance and spread of innovation in live stream shopping practices, this study integrates Everett Rogers' theory of innovation diffusion. This research uses a qualitative approach with direct observation and in-depth interviews with 10 individuals, employing the snowball technique. The results of this study show that there are three main strategies implemented during live streaming to capture the viewers' attention. First, marketing innovations are carried out, starting from content creation, introducing the product's unique selling point to consumers, and offering low prices. Second, various platforms are utilized for disseminating content and live streaming activities. Third, digital sensory marketing is applied to provide more detailed explanations regarding the products being sold. Implementing digital sensory marketing during live streaming can be one effective way to convince consumers to make a purchase.
Penerapan Model Cooperative Learning sebagai Upaya Pembiasaan Sikap Gotong Royong Peserta Didik Kelas V SDN Sukabela dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Amelia Putri; Susilawati Susilawati
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.78259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat gotong royong di antara peserta didik kelas V di SDN Sukabela dalam sesi Pendidikan Pancasila.  Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan Model Cooperative Learning, peserta didik cenderung bekerja secara mandiri dan proses pembelajaran masih berpusat pada guru.  Perilaku sosial peserta didik mengalami perubahan yang signifikan setelah model tersebut diterapkan.  Mereka mulai mengambil peran aktif dalam kelompok, saling membantu, berbagi tanggung jawab, dan menunjukkan rasa tanggung jawab. Guru juga berperan sebagai fasilitator, memberikan arahan, dan mendorong perilaku kooperatif.  Lingkungan di kelas menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan mendukung.  Inovasi media sederhana dapat membantu guru mengatasi tantangan yang dihadapi, yang terutama terkait dengan kelangkaan permainan berbasis teknologi.  Secara keseluruhan, konsep Model Cooperative Learning telah berhasil mendorong semangat kerja sama di antara peserta didik dan membentuk kepribadian mereka menjadi lebih bertanggung jawab, kooperatif, dan penuh kasih sayang.