Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Correlation of Micronutrient Intake to BMI in Elderly Prolanis Participants Suryani Agustina Daulay; Andi Eka Yunianto; Hesti Yuningrum; Sutrio Sutrio
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i2.989

Abstract

Participants in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) are at risk of impaired nutritional status due to metabolic changes, chronic diseases, and imbalanced nutrient intake. Micronutrients play a critical role in body metabolism and may influence Body Mass Index (BMI). This study aimed to analyze the association between micronutrient intake and BMI among Prolanis participants. A quantitative observational study with a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 42 Prolanis participants aged 42–76 years. Micronutrient intake was assessed using a 24-hour food recall, while BMI was calculated from body weight and height measurements. Data were analyzed univariately, bivariately using Pearson’s correlation test, and multivariately using logistic regression. The results showed that sodium, vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc (Zn), and manganese (Mn) were significantly associated with BMI, whereas copper (Cu) showed no significant association. Multivariate analysis indicated that vitamin C, Zn, and Mn were significantly associated with BMI, with Mn being the most dominant factor. These findings suggest that micronutrient intake, particularly vitamin C, Zn, and Mn, plays an important role in the nutritional status of Prolanis participants.
Korelasi Asupan Zat Gizi Makro terhadap IMT pada Lansia Peserta Prolanis Sutrio Sutrio; Arie Nugroho; Sefanadia Putri
Journal of Dietetics Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v2i1.5638

Abstract

Optimal nutritional status is a primary indicator of successful chronic disease management within the Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). This study aimed to analyze the association between macronutrient intake (energy, protein, fat, carbohydrates, fiber, and cholesterol) and Body Mass Index (BMI) among Prolanis participants. A cross-sectional observational study was conducted on 42 elderly subjects, with a majority being female (69%) and aged 60–70 years (61.9%). Dietary intake was assessed using a 24-hour recall method and analyzed using Pearson/Spearman correlation and linear regression tests. The results revealed that 66.7% of subjects had never received nutritional counseling. Statistical analysis showed a significant positive correlation (p<0.05) between BMI and the intake of energy (r=0.517), protein (r=0.537), fat (r=0.747), carbohydrates (r=0.391), and fiber (r=0.671). No significant correlation was found between cholesterol intake and BMI (p=0.538). Regression analysis identified fat intake as the most dominant factor influencing BMI (B=0.949; p=0.002). In conclusion, macronutrient and fiber intake are closely associated with the nutritional status of the elderly, with fat identified as the primary determinant of BMI among Prolanis participants. Strengthening routine nutritional counseling programs is recommended to prevent nutritional issues in elderly patients with chronic diseases.
Penyuluhan Gizi tentang Anemia dan Demonstrasi Pembuatan Combro Hati Ayam Makanan Tinggi Zat Besi sebagai Upaya Pencegahan Anemia Sutrio Sutrio; Agus Purnomo; Siti Julaiha; Retno Puji Hastuti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.232

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja khususnya remaja putri ialah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umum terjadi saat kadar sel darah (eritrosit) dalam darah terlalu rendah. Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama prevalensi anemia tertinggi yaitu sebesar 63%. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kepedulian seluruh civitas akademika Poltekes Tanjungkarang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi tentang anemia dan demonstrasi pembuatan Combro Hati Ayam. Hasil yang didapatkan semua peserta meningkat pengetahuan dan kesadaran tentang anemia dan mampu membuat combro hati ayam tinggi zat besi. Pengabdian masyarakat ini memberikan perubahan cara pandang dan menambah pengetahuan ibu-ibu kader posyandu dan ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) tentang anemia dengan salah satu rangkaian kegiatan adalah cara membuat combro hati ayam tinggi zat besi berbasis pangan lokal namun bernilai gizi tinggi dan higienis. Pengabdian ini telah mengimplemantasikan ilmu yang diperlukan oleh masyarakat khususnya wanita usia subur, remaja dan ibu dalam upaya pencegahan anemia.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Upaya Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kemampuan Antropometri di Desa Rukti Endah Kabupaten Lampung Tengah Sutrio Sutrio; Ahmad Fikri; Anita Anita; Bertalina Bertalina; Amrina Amrina
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.410

Abstract

Identifikasi stunting yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan dalam menilai status gizi anak dan berdampak pada ketepatan intervensi yang diberikan. Ketidaktepatan ini sering kali disebabkan oleh penggunaan alat ukur yang tidak sesuai atau tidak dilakukannya pengukuran antropometri sesuai prosedur standar. Di Desa Rukti Endah, ditemukan bahwa sebagian besar kader posyandu belum memiliki keterampilan yang memadai dalam melakukan pengukuran antropometri pada balita. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi stunting dan memahami konsep serta praktik pemantauan pertumbuhan balita. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teori dan pendampingan praktik lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader secara signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 17,28 (SD=1,86) sebelum pelatihan menjadi 24,16 (SD=2,05) setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 6,88 poin. Keterampilan dalam pengukuran panjang badan meningkat dari rata-rata skor 6,08 (SD=0,76) menjadi 8,84 (SD=0,62), sedangkan pengukuran tinggi badan meningkat dari 5,84 (SD=0,62) menjadi 7,92 (SD=0,66). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada aspek pengetahuan dan keterampilan, dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi stunting dan melakukan pengukuran antropometri secara benar. Pendampingan lanjutan oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pemantauan pertumbuhan balita dan identifikasi dini masalah gizi.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Praktik MP-ASI Usia 6–23 Bulan di Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah Sutrio Sutrio; Anita Anita; Mei Ahyanti; Ahmad Fikri
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.459

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai standar. Namun, sebagian kader masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan pemantauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pendampingan dalam praktik pemantauan MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah, sebagai bagian dari Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu (1) edukasi dan simulasi prinsip pemberian MP-ASI serta teknik pemantauan, dan (2) pendampingan langsung pada kegiatan Posyandu oleh tim dosen Poltekkes Tanjungkarang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terhadap prinsip pemberian MP-ASI, pencatatan data, serta keterampilan komunikasi edukatif kepada ibu balita. Evaluasi kualitatif menunjukkan respons positif dan peningkatan kepercayaan diri kader dalam menerapkan praktik pemantauan yang sesuai standar. Kegiatan ini mendukung pencapaian tujuan INEY 2025 dalam peningkatan kualitas pelayanan gizi berbasis masyarakat. Disarankan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sistem monitoring dan metode pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kader di lapangan.
Status Gizi, Riwayat Penyakit Tidak Menular Dan Kebiasaan Olahraga Pada Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Kotabumi Tengah Kabupaten Lampung Utara Novaliano Alfariji Ramadhan; Sutrio Sutrio
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4940

Abstract

Nutritional problems that are often experienced by the elderly in addition to malnutrition, obesity problems are also often experienced by the elderly, which can arise because activity in this group has decreased while food intake is not reduced or even excessive, The purpose of the study was to determine the description of nutritional status and history of non-communicable diseases and exercise habits in the elderly at the Elderly Posyandu, Kotabumi Tengah Village, North Lampung Regency. The type of research used was descriptive research with a cross-sectional approach. The location of the study was at the Elderly Posyandu, Kota Bumi Tengah Village with a population of 48 people. The variables used were nutritional status, disease history, exercise habits and characteristics (gender, age, education, work). The data collection method used was Random Sampling (simple random). Data collection in this study used a questionnaire in the form of questions to determine the nutritional status, disease history and exercise habits of elderly participants. Data analysis used univariate analysis. The results of the study obtained as many as the nutritional status of the elderly according to BMI, namely 5% very thin, 5% thin, 57.5% normal, 15% fat, 17.5% obesity, history of NCDs in the elderly category who have a history of NCDs 85%, those who do not have a history of NCDs 15%, exercise habits in the elderly category rarely / do not exercise 62.5%, often exercise 37.5%. It is hoped that health workers can increase the knowledge of the elderly about non-communicable diseases by providing education and assistance. Counseling is more interactive, creative with lecture methods and two-way discussions with adult learning methods.