Penyapihan adalah proses berhentinya masa menyusui berangsur-angur atau sekaligus. Menurut data United Nations Childrens Fund (UNICEF) di dunia anak yang mendapat ASI sampai usia 17 bulan sebesar 75% bayi, dan anak yang mendapat ASI sampai usia 24 bulan sebesar 35%. Di Indonesia persentase anak yang mendapatkan ASI sampai usia 1 tahun sebesar 74,7%, yang mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun sebesar 54,7%. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor Yang Memengaruhi Penyapihan ASI Di Bawah Usia 2 Tahun pada Bayi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik korelasional dengan desain cross sectional menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini Seluruh bayi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 75 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil Penelitian dengan menggunakan Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan hasil faktor pengetahuan dengan nilai p-value (0,0000,05), faktor pendidikan ibu (0,0030,05) dan faktor pekerjaan (0,1140,05). Maka dapat disimpulkan faktor pengetahuan dan pendidikan dapat memengaruhi penyapihan ASI pada bayi dibawah usia 2 tahun, sedangkan faktor pekerjaan tidak memengaruhi penyapihan ASI pada bayi dibawah usia 2 tahun Diharapkan kepada ibu dapat menjadi masukan dan tambahan informasi untuk mengetahui tentang usia berapa bayi harus melakukan penyapihan ASI pada bayi dan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyapihan ASI pada bayi