Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALYSIS OF SOCIAL INTEREST THEORY RELATED TO EARLY MARRIAGE IN KEBOMAS DISTRICT, GRESIK Laili, Dinda Faizatul; Waasinas, Aby Isnain Naafie; Fajriyah, Intan Nur; Rifqi, Muhammad Jazil
Hukum Islam Vol 24, No 2 (2024): ISLAMIC FAMILY AND ACONOMIC LAW
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v24i2.27052

Abstract

AbstrakEarly marriage is one of the issues highlighted by the Indonesian government today. It is undeniable that the trend of early marriage, especially in rural communities, has increased significantly in contrast to urban communities. Many factors are behind it such as economic factors, social conditions, and traditions that certainly have a big impact on this trend. The author is interested in analyzing the case by using the Pound theory of social interest, especially in terms of health insurance, safety, security and order. The purpose of this study was to analyze whether the practice of early marriage in Kebomas District has been able to be covered in the Pound theory of social interest, and whether the standards are appropriate. In conducting the research, the author uses qualitative research with sociological approach with interviews and observations as a data collection technique. The results of this study showed that early marriage in Kebomas district showed that most had met the assurance standards set forth by Pound. However, the efforts of Kua Kebomas that are not balanced by the awareness of the local community are also a problem so that there are still people who do not understand the importance of marriage on time.Keywords: early marriage, Social Interest, factors of early marriage
PERBANDINGAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA KEUANGAN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NON BANK DI NEGARA THAILAND DAN INDONESIA Fajriyah, Intan Nur; Lestari, Nur Melinda
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 1 (2025): Edisi Januari - April 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i1.5439

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan yang terjadi dalam penerapan tata kelola keuangan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance di Negara Thailand dan Indonesia. Serta mengkaji keterkaitan antara tata kelola keuangan dengan literasi dan inklusi keuangan pada lembaga di negara tersebut. Tentu hal ini dilakukan berfokus pada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Non Bank, yaitu Koperasi Syariah Al-Ameen di Thailand dan BMT UMJ di Indonesia, yang mana pada kedua negara tersebut dalam pengawasan Bank of Thailand dan Kementrian Koperasi dan UMKM. Adapun hal yang melatarbelakanginya, Koperasi Syariah Al-Ameen di Thailand mampu bertahan hingga saat ini dan dapat diterima diinfrastruktur masyarakat, walaupun Thailand sangat minoritas dengan jumlah penduduk Muslimnya. Sedangkan BMT UMJ, merupakan salah satu Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Non Bank yang berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan aset IKNB selama 5 tahun terakhir. Peneliti melakukan kajian penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data sumber primer dan sekunder, melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan rujukan referensi peneliti sebelumnya. Hasil pembahasan menunjukan adanya perbedaan standarisasi prinsip dan kebijakan dalam tata kelola di Thailand dan Indonesia. Bahwa di Thailand memiliki 4 prinsip diantaranya: (1) Bijaksana dan Efisien, (2) Tata Kelola yang Baik, (3) Adil dan Perlindungan Konsumen, dan (4) Kehati-hatian Makro. Sedangkan di Indonesia Prinsip Tata Kelola diantaranya: (1) Transparency, (2) Accountability, (3) Responsibility, (4) Independence, dan (5) Fairness.
Implementation of Integrated Isbat Nikah in Gresik Regency from the Perspective of Maqāṣid al-Sharī'ah Fajriyah, Intan Nur; Musyafaah, Nur Lailatul
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 6 No. 4 (2025): August
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v7i5.498

Abstract

Abstract: The large number of unregistered marriages in Gresik causes problems in population administration. Therefore, the Gresik Religious Court and the Gresik Regency Government collaborated to hold an Integrated Isbat Nikah for married couples who have not registered their marriage. This study aims to examine the implementation of the Integrated Isbat Nikah in Gresik Regency from the perspective of Maqāṣid al-Sharī'ah. This research uses a qualitative approach with a type of field research. Data were obtained through interviews, document studies, and literature studies. The collected data were analyzed descriptively with the theory of Maqāṣid al-Sharī'ah. The study concluded that the integrated isbat nikah was conducted in accordance with Gresik Regent Regulation Number 74 of 2023 and PERMA Number 1 of 2015, which concern integrated services for circumference sessions. The main goal is to provide legal certainty for marital status, protect women and children, and ensure easy access to marriage legality at no cost. The trial was held in a religious court, and participants obtained three legal products simultaneously: court determination, marriage book, and population documents (KTP, KK, and child birth certificate). From the perspective of Maqāṣid al-Sharī'ah, this program embodies the five main objectives of the shari'a (al-uṣūl al-khamsah), namely the maintenance of religion (ḥifẓ al-dīn), the soul (ḥifẓ al-nafs), intellect (ḥifẓ al-'aql), heredity (ḥifẓ al-nasl), and wealth (ḥifẓ al-māl). The most dominant aspects reflected in the implementation of this program are ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-māl, because both directly protect the clarity of the child's destiny and the economic rights of the family. Keywords: Integrated Isbat Nikah, Religious Courts, Maqāṣid al-Sharī'ah, Protection of Descendants, Islamic Family Law.   Abstrak: Banyaknya perkawinan yang tidak tercatat di Gresik, menimbulkan masalah dalam administrasi kependudukan. Karena itu, Pengadilan Agama Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik bekerjasama mengadakan Isbat Nikah Terpadu bagi pasangan suami istri yang belum mencatatkan perkawinannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Gresik dalam perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen dan studi literatur. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan teori Maqāṣid al-Sharī'ah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa isbat nikah terpadu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Gresik Nomor 74 Tahun 2023 dan PERMA Nomor 1 Tahun 2015 tentang pelayanan terpadu sidang keliling. Tujuan utamanya ialah memberikan kepastian hukum terhadap status perkawinan, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta kemudahan akses legalitas perkawinan tanpa biaya. Sidang dilakukan di pengadilan agama dan peserta memperoleh tiga produk hukum secara bersamaan: penetapan pengadilan, buku nikah, serta dokumen kependudukan (KTP, KK, dan akta kelahiran anak). Dari perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah, program ini mewujudkan lima tujuan pokok syariat (al-uṣūl al-khamsah), yaitu pemeliharaan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Aspek yang paling dominan tercermin dalam pelaksanaan program ini adalah ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-māl, karena keduanya secara langsung melindungi kejelasan nasab anak serta hak-hak ekonomi keluarga. Kata kunci: Isbat Nikah Terpadu, Pengadilan Agama, Maqāṣid al-Sharī‘ah, Perlindungan Keturunan, Hukum Keluarga Islam.