Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FIKIH ENTITAS SYARIAH: KOSMETIK HALAL DAN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN HALAL Muhammad Danang Dwibasha’ri Budiman; Nasywa Sania Nurhaliza; Ninda Nabila Paujiah
Gunung Djati Conference Series Vol. 42 (2024): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entitas syariah adalah kategori yang mencakup beragam produk dan layanan yang memenuhi persyaratan hukum dan peraturan Syariah. Contoh entitas syariah adalah kosmetik dan produk makanan halal Minuman halal. Kosmetik halal adalah kosmetik yang diproduksi sesuai dengan persyaratan hukum syariah, seperti tidak mengandung bahan kimia yang tidak diperbolehkan atau diperbolehkan.Menyebabkan rasa sakit bagi pengguna. Produk makanan dan minuman halal adalah produk. Dibuat sesuai persyaratan Syariah, misalnya bebas dari zat berbahaya. Boleh dan tidak diproduksi dari hewan yang tidak diproduksi untuk badan haji, Seperti kosmetik halal dan produk makanan dan minuman halal, dengan kadar penting. Tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik halal membantu penggunanya menjaga diri mereka sendiri. Mewujudkan kesehatan dan kecantikan secara syariah.Produk Makanan dan minuman halal , terutama yang dijual di pasar Ramadhan, dapat membantu masyarakat Amati Ramadhan dengan benar . Selain itu, entitas syariah juga menciptakan dampak positif terhadap perekonomian karena membawa peluang bisnis dan kerja sama ke berbagai negara rakyat.
Pengaruh Pengendalian Internal dan Good Zakat Governance (GZG) Terhadap Akuntabilitas Keuangan di BAZNAS Kota Bandung Ninda Nabila Paujiah; Lina Yulianti; Ridwan Effendi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i4.2969

Abstract

Akuntabilitas keuangan merupakan aspek penting dalam pengelolaan zakat karena mencerminkan pertanggungjawaban lembaga kepada masyarakat. Akuntabilitas tersebut dapat dipengaruhi oleh efektivitas Pengendalian Internal dan penerapan Good Zakat Governance (GZG). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pengendalian Internal dan Good Zakat Governance (GZG) terhadap Akuntabilitas Keuangan di BAZNAS Kota Bandung, baik secara parsial maupun simultan, serta mengetahui kontribusi kedua variabel dalam menjelaskan variasi akuntabilitas keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen dan pengaruh keduanya secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengendalian Internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Keuangan, dengan nilai t hitung sebesar 3,124 dan signifikansi 0,004. Good Zakat Governance (GZG) juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan nilai t hitung sebesar 2,196 dan signifikansi 0,037. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Akuntabilitas Keuangan, dengan nilai F hitung sebesar 20,018 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,567 menunjukkan bahwa Pengendalian Internal dan Good Zakat Governance (GZG) mampu menjelaskan 56,7% variasi Akuntabilitas Keuangan, sedangkan 43,3% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, penguatan pengendalian internal dan penerapan tata kelola zakat yang baik perlu diperhatikan untuk mendukung peningkatan akuntabilitas keuangan BAZNAS Kota Bandung.