Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Eksistensi Mental Bushido sebagai Basis Pembetukan Karakter Melayani bagi Birokrat Jepang Risda, Dianni; Hakam, Kama Abdul; Hidayat, Mupid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.128 KB)

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memberikan informasi objektif mengenai eksistensi dari mental Bushido yang menjadi basis pembentukan karakter melayani birokrat Jepang. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data pada riset ini adalah, reduksi, display dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: 1) mental Bushido merupakan basis dalam pembentukan karakter melayani birokrat Jepang, karena telah dihabituasikan sejak dulu, melalui pendidikan keluarga, mental tersebut memuat nilai, moral dan karakter, yang mengarah pada moralitas dan integritas birokrat Jepang, tentu berkaitan dengan pelayanan publik secara optimal juga sukarela, 2) kapasitas bangsa Jepang dalam mengoptimalkan eksistensi teknologi, informasi dan komunikasi pada praksis birokrasi, membuat birokrasi dan pelayanan publik Jepang menjadi modern, efektif dan efisien, sehingga menjadi model pelayanan publik berkelas dunia, tentu menegaskan majunya peradaban bangsa Jepang. Penting bagi bangsa Jepang untuk menjaga mutu pelayanan publiknya, agar bisa ditiru, diamati dan dimodifikasi oleh bangsa yang lain, karena berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar warga negara, sebagai upaya nyata mewujudkan kesejahteraan umum.
Character education in Indonesia: How is it internalized and implemented in virtual learning? Mupid Hidayat; Rama Wijaya Abdul Rozak; Kama Abdul Hakam; Maulia Depriya Kembara; Muhamad Parhan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i1.45920

Abstract

This study investigates teachers' internalization and implementation of character education in schools. This research employed a mixed-method that combines quantitative and qualitative methods. The research data was obtained by distributing questionnaires to 576 elementary school, junior high school, and high school teachers who participated in the e-workshop on developing the competence of character values internalization. The collected data were tabulated and analyzed to know the internalization and implementation of character education carried out by teachers. The results show that teachers implement character education through habituation, integration, and imitation. Teachers have difficulty internalizing and implementing character values when learning is implemented virtually. This problem occurs because teachers are accustomed to having face-to-face interaction with students when implementing character education in schools. This condition has recently become an obstacle in implementing character education because learning is carried out virtually. The research helps implement virtual learning to develop character values.
Implementasi Integrated Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Akhlak di Era Milennial Mulyadi Mulyadi; Syihabuddin Syihabuddin; Sofyan Sauri; Mupid Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3522

Abstract

Pendidikan akhlak menjadi sebuah urgensitas karena memiliki tantangan yang besar di era milenial seperti saat sekarang ini. Tujuan penelitian ini dirancang untuk memunculkan sebuah konsep baru dalam kurikulum pendidikan akhlak yang diintegrasikan dengan teknologi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualiatif deskriptif analitik. Adapun hasil dari kajian penulisan ini adalah tentang urgensitas akhlak dan  penguatan pendidikan akhlak pada era milenial yang saat ini dirasa perlu karena sudah mencapai taraf memprihatinkan. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi untuk dapat diaplikasikan pada keberlangsungan sistem pendidikan. Konsep pengintegrasian ini tidak lepas dari penjabaran kurikulum yang juga disampaikan kepada orangtua. Jadi, baik pihak sekolah mapun orangtua dapat memantau dan mengawasi siswa-siswanya ketika berada di rumah maupun saat bersekolah.
Implementasi Integrated Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Akhlak di Era Milennial Mulyadi Mulyadi; Syihabuddin Syihabuddin; Sofyan Sauri; Mupid Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3522

Abstract

Pendidikan akhlak menjadi sebuah urgensitas karena memiliki tantangan yang besar di era milenial seperti saat sekarang ini. Tujuan penelitian ini dirancang untuk memunculkan sebuah konsep baru dalam kurikulum pendidikan akhlak yang diintegrasikan dengan teknologi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualiatif deskriptif analitik. Adapun hasil dari kajian penulisan ini adalah tentang urgensitas akhlak dan  penguatan pendidikan akhlak pada era milenial yang saat ini dirasa perlu karena sudah mencapai taraf memprihatinkan. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi untuk dapat diaplikasikan pada keberlangsungan sistem pendidikan. Konsep pengintegrasian ini tidak lepas dari penjabaran kurikulum yang juga disampaikan kepada orangtua. Jadi, baik pihak sekolah mapun orangtua dapat memantau dan mengawasi siswa-siswanya ketika berada di rumah maupun saat bersekolah.
EDUCATING CHILDREN WITH HEART AND SELF-QUALITY: IMPLICATIONS OF KI HADJAR DEWANTARA'S THINKING ON PRIMARY SCHOOL CHARACTER EDUCATION Yusuf Siswantara; Ace Suryadi; Mupid Hidayat; Ganjar Muhammad Ganeswara; Asnita Sirait
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4566

Abstract

The problem of bad behavior of the younger generation in the form of juvenile delinquency is a major concern in character education in elementary schools. Using qualitative methods, this study aims to raise character education in the educational paradigm of Ki Hadjar Dewantara as a fundamental solution to the problem of juvenile delinquency. The results showed that both the inner interiority in Neng, Ning, Nung, and Nang, the person (will and heart) who is "antêp, mantêp, têtêp," the child's attitude that is "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (attitude area), and the educational method "Among" with spirit: "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani" can be an effective choice in developing character education. The recommendation for future research is to evaluate the effectiveness of the "Among, Momong, Ngemong" method by focusing on the factors of influence of family environment, peers, and school culture. The concrete solution for primary school education is the preparation of a curriculum that is more focused on building student character by incorporating eastern values and moral education as well as training and developing teacher competencies in carrying out character education in the daily learning process. Masalah perilaku buruk generasi muda dalam bentuk kenakalan remaja menjadi perhatian utama dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengangkat pendidikan karakter dalam paradigma pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai solusi mendasar atas masalah kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter baik dalam interioritas batin dalam Neng, Ning, Nung, dan Nang, pribadi (kehendak dan hati) yang "antêp, mantêp, têtêp," sikap anak yang "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (area sikap), dan metode pendidikan “Among” dengan semangat: “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani” dapat menjadi pilihan efektif dalam mengembangkan pendidikan karakter. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode "Among, Momong, Ngemong" dengan memfokuskan pada faktor-faktor pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan budaya sekolah. Solusi konkret untuk pendidikan sekolah dasar adalah penyusunan kurikulum yang lebih terfokus pada pembentukan karakter siswa dengan memasukkan nilai-nilai ketimuran dan pendidikan moral serta pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Character Values In General Education At University Hidayat, Mupid; Rozak, Rama Wijaya Abdul; Maftuh, Bunyamin; Kembara, Maulia Depriya; Hadian, Vini Agustiani
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 31, No 2 (2022): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v31i2.44688

Abstract

The research objective focuses on examining the character values contained in the Compulsory Curriculum Subjects or Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Content analysis and Focus Group Discussions (FGD) attended by education experts. The results of the analysis show that there are 24 characters values contained in the MKWK. These character values are developed through four courses in MKWK, namely Indonesian Language Education, Islamic Religious Education, Citizenship Education, and Pancasila Education. Each of these courses has a unique character that is developed in learning. The findings were presented in FGDs and assessed by experts based on the character's priority scale. The FGD produced two aspects of character, namely individual characters and social characters. Each aspect of the character has several types of characters that must be developed by students. The type of character in the individual aspects, namely religious, self-aware, and intellectual. Characters in the social aspect include polite, tolerant, participatory, democratic, and fair. These characters are the external characteristics of MKWK learning.
Rancangan 3D Pengembangan Desa Wisata-Budaya Pandanwangi Cianjur Berorientasi Nilai Ecovillage Hidayat, Mupid; Kembara, Maulia Depria; Rozak, Rama Wijaya Abdul; Erliyandi, Rizky
Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Vol 20, No 2 (2022): JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN UMUM
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosio religi.v20i2.57701

Abstract

Desa wisata budaya Pandanwangi (varietas padi terbaik) merupakan tujuan wisata budaya dan pendidikan. Lokasi wisata ini tergolong sepi pengunjung karena segmentasi pengunjung yang terbatas dan fitur wisata yang minim. Perlu dilakukan perancangan untuk mengembangkan desa wisata ini menjadi lokasi wisata favorit. Dalam mengembangkan pariwisata harus mengacu pada nilai-nilai ecovillage sehingga memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan desa wisata Pandangwangi menggunakan model 3D. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan metode delphi. Data survei tersebut didiskusikan dalam dua putaran Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata Pandanwangi memiliki potensi yang besar untuk menjadi lokasi wisata favorit. Desain pengembangan 3D menambahkan banyak fitur yang harus tersedia untuk mewujudkan lokasi wisata budaya dan wisata pendidikan. Keistimewaannya antara lain panggung budaya, rumah adat yang menampilkan warisan budaya lokal, museum utama sekaligus taman bermain edukasi, minimarket kerajinan lokal, taman bunga, pertokoan, dan pasar makanan. Perkembangan ini akan memperluas segmentasi pengunjung. Pemanfaatan nilai ecovillage dalam pengembangan desa wisata dapat memberikan banyak manfaat, antara lain kelestarian lingkungan dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat.
Implementasi Integrated Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Akhlak di Era Milennial Mulyadi, Mulyadi; Syihabuddin, Syihabuddin; Sauri, Sofyan; Hidayat, Mupid
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3522

Abstract

Pendidikan akhlak menjadi sebuah urgensitas karena memiliki tantangan yang besar di era milenial seperti saat sekarang ini. Tujuan penelitian ini dirancang untuk memunculkan sebuah konsep baru dalam kurikulum pendidikan akhlak yang diintegrasikan dengan teknologi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualiatif deskriptif analitik. Adapun hasil dari kajian penulisan ini adalah tentang urgensitas akhlak dan  penguatan pendidikan akhlak pada era milenial yang saat ini dirasa perlu karena sudah mencapai taraf memprihatinkan. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi untuk dapat diaplikasikan pada keberlangsungan sistem pendidikan. Konsep pengintegrasian ini tidak lepas dari penjabaran kurikulum yang juga disampaikan kepada orangtua. Jadi, baik pihak sekolah mapun orangtua dapat memantau dan mengawasi siswa-siswanya ketika berada di rumah maupun saat bersekolah.
Eksistensi Mental Bushido sebagai Basis Pembetukan Karakter Melayani bagi Birokrat Jepang Risda, Dianni; Hakam, Kama Abdul; Hidayat, Mupid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3603

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memberikan informasi objektif mengenai eksistensi dari mental Bushido yang menjadi basis pembentukan karakter melayani birokrat Jepang. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data pada riset ini adalah, reduksi, display dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: 1) mental Bushido merupakan basis dalam pembentukan karakter melayani birokrat Jepang, karena telah dihabituasikan sejak dulu, melalui pendidikan keluarga, mental tersebut memuat nilai, moral dan karakter, yang mengarah pada moralitas dan integritas birokrat Jepang, tentu berkaitan dengan pelayanan publik secara optimal juga sukarela, 2) kapasitas bangsa Jepang dalam mengoptimalkan eksistensi teknologi, informasi dan komunikasi pada praksis birokrasi, membuat birokrasi dan pelayanan publik Jepang menjadi modern, efektif dan efisien, sehingga menjadi model pelayanan publik berkelas dunia, tentu menegaskan majunya peradaban bangsa Jepang. Penting bagi bangsa Jepang untuk menjaga mutu pelayanan publiknya, agar bisa ditiru, diamati dan dimodifikasi oleh bangsa yang lain, karena berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar warga negara, sebagai upaya nyata mewujudkan kesejahteraan umum.
Spiritual Intelligence: Vision, Mission, and Character Strengthening Strategies in Education Policy Hidayat, Mupid; Siswantara, Yusuf; Suryadi, Ace; Ganeswara, Ganjar Muhammad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.544 KB) | DOI: 10.17977/um019v7i3p692-700

Abstract

Spiritual intelligence is the soul of national education.  Forgetting this creates a gap between ideals and the reality of education.  Without mapping, educational understanding can be fragmented so that education is only seen partially.  The academic challenge is how to map the education, character, and context of the digital age as well as the threat of disintegration of the nation can be done. Using the method of literature review with descriptive analytics, this research reveals the essence of education as character formation. At the end of the study, the answer was presented with three things: character education is a vision of national education, continuing education as the times becomes the general mission of national education, and adaptive implementation supports the development of the nation's character.