Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Kode Etik Jurnalistik pada Program Berita Xpose Uncensored Trans 7 Kasus Pesantren Lirboyo Nadia Putri; Abdul Malik Siregar; Muh. Ruslan Ramli; Helmi Geisfarad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13688

Abstract

Media massa mempunyai posisi strategis dalam kehidupan sosial karena menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Di antara berbagai platform media, televisi tetap memiliki pengaruh kuat melalui kombinasi suara, gambar bergerak, teks, musik, dan teknik penyuntingan yang mampu membentuk pengalaman pemirsa secara serentak. Penelitian ini mengkaji implementasi Kode Etik Jurnalistik dan peran gatekeeper dalam program Xpose Uncensored Trans 7 pada pemberitaan Pesantren Lirboyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap tayangan, wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan yang mewakili pengelola program, organisasi kemasyarakatan, Pesantren Lirboyo, Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia, dan penonton, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan belum sepenuhnya memenuhi Kode Etik Jurnalistik. Kelemahan ditemukan pada akurasi faktual dan kontekstual, verifikasi, keberimbangan dan prinsip cover both sides, kesesuaian narasi dengan visual, sensitivitas terhadap isu keagamaan dan budaya pesantren, serta tanggung jawab preventif media. Proses gatekeeping juga belum efektif pada tahap pengumpulan informasi, pemilihan sumber, editing, quality control, dan penentuan sudut pandang. Penggunaan materi viral dan materi dari pihak eksternal meningkatkan risiko redaksional ketika tidak disertai verifikasi yang memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan etik harus melekat pada setiap keputusan redaksional dan tidak berhenti pada tindakan korektif setelah kontroversi terjadi.
Representasi Identitas Melalui Estetika dan Atmosfer dalam Series Peaky Blinders Season 1 (Analisa Semiotika Roland Barthes) Marfieno Ezra Saputra; Muh. Ruslan Ramli
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3311

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi estetika dan atmosfer sinematik dalam membentuk identitas visual serial televisi Peaky Blinders Season 1. Melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, penelitian ini menggunakan analisis Teori Representasi Stuart Hall serta didukung oleh teori Imajiner Musik dan Film Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) dan prinsip sinematografi Blain Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pencahayaan kontras dan skema warna dingin merepresentasikan trauma pasca-Perang Dunia I serta kemuraman kelas pekerja Birmingham. Sementara itu, kontras busana rapi di lingkungan kumuh mengartikulasikan kedisiplinan dan otoritas. Maka estetika dan atmosfer di series ini memproduksi identitas “kekuatan dan otoritas geng kriminal yang dihormati namun terpapar secara karismatik dan heroik” yang menaturalisasi kejahatan dan kekerasan geng Shelby menjadi bentuk perlawanan kelas yang terhormat, karismatik, dan elegan.
Pengaruh Kredibilitas Aktor Drama Korea Terhadap Brand Image Kopiko di Kalangan Penggemar Grup Telegram @K-Drama Reifa Shalimar; Muh. Ruslan Ramli
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 8 (2026): August
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i8.1157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas aktor drama Korea terhadap brand image Kopiko di kalangan penggemar grup Telegram @K-Drama. Fenomena kemunculan produk lokal Indonesia dalam drama Korea populer seperti Vincenzo dan Hometown Cha-Cha-Cha menjadi latar belakang utama penelitian ini. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif dan kausal, data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert 1-4 yang disebarkan kepada 391 responden penggemar K-Drama di grup Telegram @K-Drama yang mengenal produk Kopiko, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana setelah melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas aktor drama Korea berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image Kopiko, dengan persamaan regresi Y = 5,361 + 0,868X, nilai t-hitung sebesar 19,599 (Sig. < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,497 mengindikasikan bahwa 49,7% variasi brand image Kopiko dapat dijelaskan oleh kredibilitas aktor, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Di antara tiga dimensi kredibilitas aktor, trustworthiness (kepercayaan) merupakan dimensi yang paling dominan dalam mempengaruhi brand image Kopiko. Temuan ini memberikan implikasi bagi PT Mayora Indah Tbk untuk mempertimbangkan kredibilitas aktor sebagai salah satu strategi komunikasi pemasaran melalui product placement dalam konten hiburan global.
Pengaruh Promosi dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Produk Skincare G2G Arini Putri Yanti; Muh. Ruslan Ramli
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 8 (2026): August
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i8.1158

Abstract

Perkembangan industri skincare di Indonesia yang berlangsung sangat pesat telah menciptakan tingkat persaingan yang semakin tinggi, sehingga perusahaan dituntut menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif untuk memengaruhi keputusan konsumen. Glad2Glow (G2G) merupakan salah satu merek skincare yang tengah mengalami pertumbuhan di pasar Indonesia dengan memanfaatkan promosi digital secara intensif serta menawarkan produk yang memiliki harga terjangkau dan kualitas yang mampu bersaing. Walaupun tingkat popularitas merek ini terus meningkat, penelitian yang mengkaji secara empiris pengaruh promosi dan kualitas produk terhadap minat beli konsumen pada produk Glad2Glow masih relatif terbatas. Atas dasar tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh promosi dan kualitas produk, baik secara individual maupun secara bersama-sama, terhadap minat beli konsumen pada produk skincare Glad2Glow. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori melalui metode survei. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda, uji parsial (uji-t), uji simultan (uji-F), serta koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi dan kualitas produk berpengaruh positif serta signifikan terhadap minat beli konsumen. Di antara kedua variabel tersebut, kualitas produk memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan promosi dalam meningkatkan minat beli terhadap produk skincare Glad2Glow. Selain itu, secara simultan promosi dan kualitas produk mampu menjelaskan sebagian besar variasi minat beli konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan meningkatkan minat beli konsumen di tengah persaingan industri skincare yang semakin kompetitif sangat bergantung pada kombinasi strategi promosi digital yang efektif dan penyediaan produk dengan kualitas yang konsisten serta unggul.
Representasi Kebahagiaan Anak melalui Video Klip Lirik Lagu “Ah” Nadin Amizah (Perspektif Semiotika Charles Sanders Peirce) Ade Wahyuni Nurma Nugraha; Meiyanti Nurchaerani; Safiani A Faaroek; Muh. Ruslan Ramli
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 5 (2026): EduTIK : Oktober 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i5.614

Abstract

 ABSTRAK Judul dari penelitian ini merupakan, “Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Representasi Makna Kebahagiaan Anak dalam Video Klip Lirik Lagu “Ah” karya Nadin Amizah”. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis representasi makna kebahagiaan anak dalam video klip lirik lagu “Ah” karya Nadin Amizah menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce lagu “Ah”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Peirce yang berfokus pada model triadik representamen, objek, dan interpretan serta klasifikasi tanda dan data primer diperoleh dari video klip lirik lagu “Ah” yang diunggah di YouTube resmi Nadin Amizah, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai sumber studi pustaka seperti buku, jurnal, artikel, dan website. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan anak direpresentasikan sebagai kebahagiaan emosional yang dapat dipercaya, bukan bersifat spiritual atau material, kebahagiaan tersebut terbangun melalui ikatan keluarga yang hangat, dedikasi anak terhadap kebahagiaan ibunya, proses pemulihan pasca kehilangan dan kegagalan, tanda-tanda semiotika yang dominan meliputi interaksi ibu dan anak, tatapan penuh harapan, aktivitas sehari-hari, doa, dan momen pernikahan sederhana yang saling memperkuat pesan kehangatan dan ketenangan batin. Terakhir, menyimpulkan bahwa video klip “Ah” berhasil menyampaikan pesan positif mengenai kebahagiaan anak yang bersumber dari kasih sayang keluarga dan penerimaan hidup dan temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian semiotika komunikasi dalam musik Indonesia kontemporer.  ABSTRACT  The title of this study is “A Semiotic Analysis Based on Charles Sanders Peirce’s Theory of the Representation of the Meaning of Children’s Happiness in the Music Video for the Song ‘Ah’ by Nadin Amizah.” The purpose of this study is to analyze the representation of the meaning of children’s happiness in the music video for the song “Ah” by Nadin Amizah using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. This study employs a descriptive qualitative method using Peirce’s semiotic analysis technique, which focuses on the triadic model of representamen, object, and interpretant, as well as the classification of signs. Primary data was obtained from the music video for the song “Ah” uploaded to Nadin Amizah’s official YouTube channel, while secondary data was sourced from various literature studies, including books, journals, articles, and websites. The research findings indicate that a child’s happiness is represented as a credible form of emotional happiness—neither spiritual nor material in nature. This happiness is built through warm family bonds, the child’s dedication to their mother’s happiness, and the process of recovery following loss and failure. Dominant semiotic signs include mother-child interactions, hopeful gazes, daily activities, prayers, and simple wedding moments that mutually reinforce messages of warmth and inner peace. Finally, we conclude that the music video for “Ah” successfully conveys a positive message about a child’s happiness stemming from family love and acceptance of life, and we hope that these findings will enrich the study of communication semiotics in contemporary Indonesian music.
Strategi Public Relations Bidhumas Polda Metro Jaya dalam Pemulihan Citra Institusi: Studi Kasus Penjual Es Gabus Suderajat Rihhadatul ' Aisy; Muh. Ruslan Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2975

Abstract

Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relations yang dilakukan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya dalam upaya pemulihan citra institusi dan mengetahui hambatan yang dihadapi oleh Bidhumas Polda Metro Jaya dalam melaksanakan strategi public relations & image repair untuk memulihkan citra institusi pada kasus polemik penjual es gabus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme serta menggunakan metode studi kasus. Data yang didapatkan dari penelitian ini berdasarkan dengan adanya kesalahpahaman untuk mendapatkan informasi yang diterima oleh oknum polisi dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat negara. Oleh sebab itu, maka Bidhumas Polda Metro Jaya melakukan mencari tahu mengenai informasi di media sosial, mengevaluasi, serta mengkoreksi kembali terkait kesalahan-kesalahan teknis dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat negara. Di sisi lain, terdapat beberapa peran penting yang harus dijalankan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya di antaraya melakukan pemantauan terhadap perkembangan opini publik dalam setiap harinya. Kemudian, melakukan konferensi pers, siaran pers melalui media sosial maupun media massa resmi milik Polda Metro Jaya untuk memaparkan kasus-kasus kriminalitas yang sedang beredar dan menjadi sebuah pusat perhatian di lingkungan masyarakat. Selain itu, Bidhumas Polda Metro Jaya juga menjadikan saran ataupun kritikan dari masyarakat luas sebagai bahan evaluasi agar ke depannya dapat memberikan pelayanan dan komunikasi yang baik. Peran-peran yang dijalankan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya memiliki tujuan untuk memulihkan citra nya di pandangan masyarakat, setelah adanya kasus-kasus kriminalitas yang telah dilakukan oleh oknum polisi.