Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI POTENSI LAHAN TAMBAK DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN LUMAJANG Agus Purnomo; Rudi Hartono; Bagus Setiabudi Wiwoho
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.086 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5546

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah karakteristik lahan pesisir yang berpotensi untuk lahan tambak di Kabupaten Lumajang dan bagaimanakah persebaran lahan yang berpotensi untuk lahan tambak di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Parameter yang digunakan dalam mengidentifikasi potensi lahan tambak adalah tipe pantai, kemiringan lereng,kualitas fisik tanah/ tekstur tanah, jenis tanah, kualitas air, kondisi hidrologi, jalur hijau/ wilayah konservasi, dan jumlah curah hujan rata-rata tahunan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan unit analisis peta satuan medan yang merupakan hasil ”overlay”dari peta jenis tanah dengan peta kemiringan lereng. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan komparatif.Kata kunci : pesisir, potensi lahan tambak, persebaran potensi
PENGARUH PEMBELAJARAN OUTDOOR TERHADAP PENGE-TAHUAN, DAN SIKAP PELESTARIAN LINGKUNGAN MAHA-SISWA S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS KANJURU-HAN MALANG Agus Purnomo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.856 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i1.5010

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui pengaruh pembelajaran outdoor terhadap pengetahuan pelestarian lingkungan mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang, (2) Mengetahui pengaruh pembelajaran outdoor terhadap sikap pelestarian lingkungan mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan pendidikan terhadap sikap dan perilaku mahasiswa sebelum dan sesudah diberi tindakan. Berdasarkan uji homogenitas kemampuan kognitif peserta didik didapatkan kesimpulan bahwa karakter subjek penelitian homogen jadi penentuan kelas eksperimen dan kontrol dapat dilakukan dengan metode random. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan pembelajaran outdoor dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pelestarian lingkungan, hal ini ditandai dengan hasil uji beda antara kelas kontrol dan eksperimen yang menunjukkan beda yang signifikan. Tetapi itu tidak menjamin sikap mereka akan konsisten dengan pengetahuan yang dimiliki. Jadi untuk menyikapi hal tersebut, dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada pelestarian lingkungan maka tidak hanya dari satu pihak saja, yaitu lembaga pendidikan. Perlu adanya kerja sama dengan pihak-pihak yang langsung berhubungan dengan mereka, seperti orang tua, masyarakat sekitar, sampai petugas kebersihan agar terbentuk masyarakat yang paham terhadap pelestarian lingkungan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.Kata Kunci:   Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Pembelajaran Outdoor
Evaluasi Daya Layan Fasilitas Pendidikan di Kota Blitar Ersza Triyoga Asmaradhana; Agus Purnomo; Idris Idris
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3197

Abstract

Salah satu masalah pendidikan adalah kesenjangan fasilitas Pendidikan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. Permasalahan ini muncul karena aspek keterjangkauan fasilitas. Evaluasi daya layan fasilitas pendidikan Kota Blitar penting dilakukan karena data yang ada masih belum menggambarkan secara detail terkait jumlah ketersediaan fasilitas pendidikan di tiap Kecamatan dan belum menggambarkan daya layan fasilitas pendidikan yang ada. Tujuan artikel ini adalah mengevaluasi daya layan fasilitas pendidikan pada SD, SMP, dan SMA di Kota Blitar, serta Proyeksi kebutuhan pada tahun 2030. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode sensus cross sectional. Data yang digunakan sebagai dasar analisis berasal dari data sekunder tentang jumlah dan lokasi fasilitas pendidikan. Data dianalisis menggunakan analisis daya layan dan proyeksi kebutuhan fasilitas berdasarkan laju pertumbuhan penduduk. Hasil temuan menunjukkan bahwa daya layan fasilitas pendidikan yang efektif hanya SMP sederajat dan SMA sederajat di Kota Blitar hanya di Kecamatan Kepanjenkidul. Dari proyeksi kebutuhan, fasilitas SD sederajat hingga SMA sederajat pada tahun 2030 di Kota Blitar masih diperlukan penambahan fasilitas, kecuali fasilitas pendidikan SMA sederajat di Kecamatan Kepanjenkidul yang tidak membutuhkan tambahan fasilitas.
Willingness To Pay Pengunjung Wisatawan Andeman Boonpring Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Veneshia Auralia Medida; Agus Purnomo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.3998

Abstract

Desa wisata Andeman Boonpring sebagai tujuan wisata sebelumnya merupakan daerah perlindungan sebagai embung yang digunakan sebagai cadangan air Kecamatan Turen. Keadaan alam ini harus dilindungi agar terus menjadi daya tarik wisatawan, sehingga lingkungan wisata tersebut selalu dalam keadaan bersih, salah satunya dengan menerapkan Willingness to Pay (WTP) kepada pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya nilai WTP yang mampu dibayarkan wisatawan guna menjaga lingkungan desa wisata serta untuk dianalisis beberapa faktor yang melatarbelakangi nilai WTP para wisatawan dalam pelestarian desa wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional yang menghubungkan empat variabel independent. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran nilai WTP yang mampu dibayarkan oleh wisatawan Andeman Boonpring berada pada nilai rata-rata sebesar Rp.2.593,7 (Rp.2.500). Sedangkan faktor yang mempengaruhi WTP menunjukkan bahwa variabel asal wisatawan (X1), pendapatan (X3), dan variabel biaya (X4) memiliki koefisien poritif. Artinya, variabel ini berpengaruh besar terhadap WTP. Sedangkan Koefisien variabel pendidikan (X2) berkoefisien negatif dengan hal ini variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap WTP.
Evaluasi Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Mohamad Agus Sanjayah; Agus Purnomo; Bayu Kurniawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3198

Abstract

Salah satu permasalahan sektor pariwisata adalah kurang tersedianya sarana dan prasarana pariwisata. Permasalahan ini muncul dikarenakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata masih belum merata di setiap wilayah. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross sectional. Data yang digunakan mencakup hasil observasi lapangan, yaitu sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon. Penelitian berada di seluruh wilayah Kecamatan Pujon, dan untuk penentuan sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Kriteria dalam penentuan sampel adalah keberadaan lokasi wisata di sebuah desa dan desa penghubung pariwisata. Jumlah sampel yang diperoleh 8 desa yakni: 1) Desa Bendosari, 2) Sukomulyo, 3) Pujon Kidul, 4) Pandesari, 5) Ngroto, 6) Ngabab, 7) Pujon Lor dan 8) Madiredo. Hasil evaluasi sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang mencakup sarana pokok, penunjang, pelengkap, prasarana umum dan prasarana kebutuhan masyarakat tersebar di delapan desa. Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang tersedia dengan Desa Pandesari dan Pujon Lor termasuk kategori memadai. Desa Bendosari, Sukomulyo, Pujon Kidul, Ngabab, dan Ngroto termasuk kategori cukup memadai, dan Desa Madiredo kategori kurang memadai.
Peningkatan Daya Tarik dan Wawasan Wisatawan dengan Pembangunan Eco-Smart Mini Lab Sebagai Wisata Edukasi Alam Andika Bagus Nur Rahma Putra; Agung Winarno; Agus Purnomo; Muhammad Afnan Habibi; Darmawan Satyananda; Yuli Agustina; Tee Tze Kiong
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Penelusuran ragam potensi unggulan di Indonesia tidak akan pernah terlepas dari keindahan alamnya. Masyarakat perkotaan khususnya era millenial saat ini menggandrungi objek wisata yang berkonsep alam atau biasa dikenal dengan ekowisata. Terutama banyaknya potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Malang Jawa Timur. Salah satu yang sudah ada yaitu wisata bumi perkemahan bedengan yang terletak di kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sesuai dengan bidang dari sebagian besar tim pelaksana, maka disepakati untuk mengembangkan desain Eco-Smart Mini Lab berbasis solar cell sebagai konsep wisata alam edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan daya tarik wisatawan di area bumi perkemahan Bedengan. Eco-Smart Mini Lab berbasis solar cell merupakan bangunan laboratorium mini berkonsep alam yang di dalamnya berisi pengetahuan dan informasi terkait dengan wisata yang ada di Desa Selorejo seperti wisata Bumi Perkemahan Bedengan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu metode demonstrasi dengan pendekatan diskusi kelompok dan studi kasus. Metode demonstrasi dipilih dikarenakan telah tersedianya alat sarana dan prasarana pendukung untuk melakukan pelatihan. Diskusi kelompok dan studi kasus dipilih untuk menentukan permasalahan (trouble) yang akan diambil pada kegiatan ini. Hasil dari kegiatan pegabdian ini meliputi: 1) kegiatan yang telah dilakukan terdiri dari pembuatan Eco-Smart Mini Lab, sosialisasi, dan pelatihan perawatan; 2) adanya peningkatan pendapatan wisata Bedengan meningkat; 3) terjadi peningkatan tata nilai masyarakat terkait dengan lapangan pekerjaan; dan 4) peningkatan wawasan pengunjung terkait dengan pembudidayaan jeruk di Bedengan. Kata kunci— wisata Bedengan, wisata alam, budidaya jeruk, potensi unggulan daerah AbstractExploring the variety of superior potential in Indonesia will never be separated from its natural beauty. Urban communities, especially the millennial era, currently love tourist objects with a natural concept or commonly known as ecotourism. Especially the large number of natural tourism potentials in Malang Regency. One that already exists is a tour of the bed campground located in Dau sub-district, Malang district. In accordance with the areas of most of the implementing team, it was agreed that a solar cell-based Eco-Smart Mini Lab design would be developed as a concept for educational nature tourism in increasing knowledge and tourist attraction in the Bedengan campground area. Eco-Smart Mini Lab based on solar cell is a mini laboratory building with a natural concept which contains knowledge and information related to tourism in Selorejo village such as Bumi Perkemahan Bedengan. The method used in this activity is the demonstration method with a group discussion approach and case studies. The demonstration method was chosen because of the availability of supporting facilities and infrastructure for conducting training. Group discussions and case studies were selected to determine problems (trouble) to be taken up in this activity. The results of service include: 1) activities that have been carried out consisting of making an Eco-Smart Mini Lab, socialization, and maintenance training; 2) increased tourism revenue for Bedengan increases; 3) there is an increase in community values related to employment; and 4) increasing visitors' insight related to citrus cultivation in Bedengan..Keywords— Bedengan village tourism, nature tourism, citrus cultivation, regional superior potential
Pengembangan media pembelajaran IPS berbasis android materi kerajaan dan peninggalan Hindu-Buddha Meilia Tika Ayu Ningrum; Agus Purnomo; Idris Idris
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 7 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v7i1.14344

Abstract

Android-based learning media for Social Studies (SS) might reduce boredom and accelerate student learning because it conveys attractive, creative, and innovative learning materials that support independent learning. This study aims to develop android-based learning media for SS about the Kingdom and Relics of Hindu-Buddhist. It employed Research and Development (R&D) with Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE) model. Validation by material experts and linguists stated that the learning media was feasible with 61.5% and 70%. Results show that the learning media is suitable to use by 88.2%. The product trials resulted in practical products by 100% from educational practitioners, and 80.2% from students. This finding indicates that the media is effective, as can be seen, that 26 out of 32 students scored above the minimum grade. It is suggested that SS learning media are developed through further research by utilizing virtual reality technology. This may accelerate student understanding as the use of videos and pictures, and virtual reality to images and objects help depict things clearly.
Pengaruh dukungan orangtua terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh Reyvita Wike Wijaya; Agus Purnomo; Idris Idris
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 18, No 2 (2021): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v18i2.40503

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh dukungan orang tua dalam bentuk dukungan informasi, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan emosional terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh. Desain penelitian ini adalah kuantitatif survei dengna populasi penelitian yang dipilih adalah siswa SMP di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpul data. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui adakah pengaruh pada dukungan informasi (X1), dukungan penghargaan (X2), dukungan instrumental (X3), dan dukungan emosional (X4) terhadap variabel motivasi belajar anak (Y) selama pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua mencakup dukungan informasi, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan  dukungan emosional. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dari empat variabel dukungan orang tua di antaranya dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan informasi berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi anak selama pembelajaran jarak jauh. Sementara itu dukungan penghargaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengetahui karakteristik siswa yang akan dijadikan sebagai responden penelitian guna memperdalam pembahasan dari masing-masing variabel dan data yang diperoleh semakin dapat menghasilkan analisis data yang mendalam.
Meningkatkan Kepedulian Sosial Anak Melalui Pendampingan Komunitas Kepemudaan Dulur Never End Robby Adam Sudrajad; Agus Purnomo; I Dewa Putu Eskasasnanda
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 18, No 2 (2021): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v18i2.27828

Abstract

Masalah anak keluarga kurang mampu cenderung memiliki sikap yang apatis dan tidak peduli terhadap lingkungan sosial sekitar mereka karena faktor lingkungan. Peran dari komunitas untuk mendampingi mereka cukup efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Maka tujuan riset ini adalah menganalisis peran meningkatkan kepedulian sosial anak melalui pendampingan komunitas kepemudaan dulur never end. Informan dari riset ini adalah anggota komunitas, relawan (anggota lepas) dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif, yang terdiri dari empat tahap, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa peran dari lembaga sosial berbentuk komunitas yaitu mengadakan kegiatan sosial junior camp dan inklusi. Keberadaan komunitas DNE di masyarakat mampu meningkatkan kepedulian sosial anak. Perannya sebagai penggerak dan fasilitator dalam kegiatan tersebut. Sebagai penggerak, mereka ingin menggerakan kembali partisipasi pemuda dan anak dalam kegiatan sosial melalui pendampingan mereka. Peran sebagai fasilitator berupa penyedia tempat atau dengan memfasilitasi kegiatan sosial tersebut. Implikasi dari riset ini untuk menambah literasi mengenai peran komunitas pemuda terhadap pendidikan karakter.Masalah anak keluarga kurang mampu cenderung memiliki sikap yang apatis dan tidak peduli terhadap lingkungan sosial sekitar mereka karena faktor lingkungan. Peran dari komunitas untuk mendampingi mereka cukup efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Maka tujuan riset ini adalah menganalisis peran meningkatkan kepedulian sosial anak melalui pendampingan komunitas kepemudaan dulur never end. Informan dari riset ini adalah anggota komunitas, relawan (anggota lepas) dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif, yang terdiri dari empat tahap, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa peran dari lembaga sosial berbentuk komunitas yaitu mengadakan kegiatan sosial junior camp dan inklusi. Keberadaan komunitas DNE di masyarakat mampu meningkatkan kepedulian sosial anak. Perannya sebagai penggerak dan fasilitator dalam kegiatan tersebut. Sebagai penggerak, mereka ingin menggerakan kembali partisipasi pemuda dan anak dalam kegiatan sosial melalui pendampingan mereka. Peran sebagai fasilitator berupa penyedia tempat atau dengan memfasilitasi kegiatan sosial tersebut. Implikasi dari riset ini untuk menambah literasi mengenai peran komunitas pemuda terhadap pendidikan karakter.
PEMBANGUNAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI SEKITAR GUNUNG API TENTANG RISIKO BENCANA ERUPSI Agus Purnomo
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13610

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana respon dan persepsi masyarakat disekitar Gunungapi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi. Dari hasil studi respon dan persepsi mereka terhadap bencana sangat bervariasi. Banyak variabel yang mempengaruhi, seperti pendidikan, beban tanggungan, jenis kelamin, usia, hingga pengalaman bencana. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Analisis model interaktif digunakan untuk mendeskripsikan hasil wawancara. Dari hasil analisis ditemukan bahwa masyarakat di Kecamatan Ngantang - Malang yang terdampak erupsi Kelud pada tahun 2014 tidak siap dalam menghadapi bencana tersebut karena pengalaman tahun sebelumnya tidak pernah sampai seperti itu. Ada juga pendapat dari masyarakat di Kabupaten Kediri bahwa erupsi Kelud pada tahun 2014 merupakan  dampak dari perebutan  wilayah Kelud  dengan  Kabupaten Blitar. Masyarakat di Kecamatan Poncokusumo - Malang menyikapi erupsi Gunungapi Bromo tahun 2014 sebagai sebuah takdir dan selama mereka berbuat baik maka desa mereka tidak akan terkena dampak merusaknya. Mereka sangat percaya dengan karma baik dan karma buruk. Jika ada satu warga saja di desa mereka yang melakukan hal buruk maka seluruh warga desa akan terkena murka dari Gunungapi Bromo. Dan masyarakat di Kabupaten Bondowoso beranggapan bahwa erupsi Raung pada tahun 2015 akan sama seperti sebelumnya dan tidak merusak. Mereka tidak merasa keberatan jika harus dievakuasi atau direlokasi karena sebagian besar warga yang tinggal di lereng Raung bekerja kepada pihak Perhutani dan tidak merasa memeliki lahan atau rumah pondok tersebut sepenuhnya. Mereka adalah warga yang sudah memiliki tempat tinggal di wilayah lain (Kecamatan Sumber Wringin - Bondowoso).