Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN Setia Hidayah; Sarmiana Batubara
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 13 No. 4 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v13i4.9655

Abstract

Sistem pemikiran ekonomi Islam pada masa Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Pada masa pemerintahan mereka, ekonomi Islam berkembang dengan menekankan prinsip-prinsip seperti keadilan dalam distribusi kekayaan, larangan riba, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertujuan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat secara merata. Kebijakan ekonomi yang diterapkan, termasuk zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan, pengawasan pasar yang adil, serta pengelolaan tanah dan kekayaan negara, mencerminkan upaya untuk menciptakan keseimbangan sosial-ekonomi. Pemikiran ekonomi Islam pada masa Khulafaur Rasyidin menunjukkan relevansi prinsip-prinsip Islam dalam menghadapi ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi, yang tetap relevan diterapkan dalam konteks ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis kebijakan serta prinsip-prinsip ekonomi yang diterapkan pada masa tersebut dan bagaimana hal itu dapat menginspirasi sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan di masa kini..
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelian dan Penggunaan Smartphone iPhone Dalam Perspektif Hukum Islam M. Yarham; Setia Hidayah; Ridwana Siregar
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v3i3.835

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana mahasiswa melihat smartphone iPhone sebagai simbol status sosial di kalangan pengguna teknologi. Smartphone, khususnya iPhone, dianggap sebagai penanda strata sosial di era digital saat ini selain sebagai alat komunikasi. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial. Pendekatan kualitatif digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa melihat iPhone sebagai simbol gaya hidup mewah dan prestise. Faktor-faktor seperti harga tinggi, desain unik, dan popularitas di kalangan selebriti dan influencer memperkuat persepsi ini. Meskipun demikian, beberapa individu melihat penggunaan iPhone sebagai fungsional tanpa mengaitkannya dengan status sosial. Sebagian mahasiswa menggunakan smartphone iPhone sebagai salah satu cara untuk menunjukkan identitas sosial dan ekonomi mereka di lingkungan mereka.  Pada dasarnya, Islam mengatur bahwa segala sesuatu itu halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Pembelian dan penggunaan iPhone pada dasarnya adalah halal karena produk ini sendiri bukanlah sesuatu yang dilarang, tidak mengandung unsur haram, dan tidak secara langsung melanggar prinsip-prinsip Islam. Namun, penggunaan ponsel tersebut bisa menjadi haram atau makruh jika dipakai untuk tujuan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti untuk kegiatan maksiat, menyebarkan hal-hal yang merugikan atau fitnah, atau untuk aktivitas-aktivitas yang tidak mendatangkan manfaat baik bagi diri maupun masyarakat. Dan jika tujuannya hanya untuk menunjukkan status sosial atau berlebihan dalam konsumsi (tabdzir), Islam menganjurkan umat untuk menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.
Strengthening MSMEs’ Competitiveness through Digital Marketing Strategies: A Community Service Approach Setia Hidayah; Muhammad Zulfikar; Rosnani Siregar
Momentum Matrix: International Journal of Communication, Tourism, and Social Economic Trends Vol. 2 No. 4 (2025): November : Momentum Matrix: International Journal of Communication, Tourism, an
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/momat.v2i4.559

Abstract

Digital development has significantly influenced business practices, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), which are required to adapt to technological changes in order to remain competitive. However, many MSMEs still rely on conventional marketing methods and have limited understanding of digital marketing and digital financial management. This community service program aims to strengthen MSMEs’ competitiveness through the implementation of digital marketing strategies that support market expansion and improve business sustainability. The program was conducted using a qualitative descriptive approach through a series of community service activities, including field observations, interviews, seminars, and mentoring sessions for MSME actors. The focus of the activities was to introduce and assist MSMEs in utilizing digital marketing platforms, particularly social media such as Instagram, TikTok, and Facebook, as well as online marketplaces, to promote products more effectively. In addition, MSME participants were introduced to basic digital financial applications to support more structured and transparent financial recording. The results of the community service activities indicate positive changes among MSME participants, including increased awareness of the importance of digital marketing, improved product branding, broader market reach beyond local areas, and better financial management practices compared to previous manual recording methods. The adoption of digital marketing strategies enabled MSMEs to communicate product information more efficiently and build consumer trust through online presence. This community service program demonstrates that digital marketing assistance combined with practical mentoring can enhance MSMEs’ competitiveness and contribute to improving community economic welfare. Continuous support and consistency from MSME actors are essential to ensure the sustainability of digital transformation initiatives.