Anik Faridah
Institut Agama Islam Ngawi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Anik Faridah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.314

Abstract

AbstrakBerbagai kasus SARA (suku, agama, ras, etnis dan budaya ) seringkali menjadi pemicu kerusuhan yang terjadi di Indonesia. Masih segar dalam ingatan kita tentang kasus Tolikara yang terjadi di Tolikara Papua, yang menyebabkan beberepa orang tewas, terluka dan kebakaran. Peristiwa itu terjadi pada saat pelaksanaan shalat ‘idul Fitri. Peristiwa Sampit antara Suku Dayak Vs Madura pada tahun 2001, konflik Ambon Tahun 1999, dan terakhir adalah demo aksi damai bela al Qur’an oleh jutaan kaum muslimin dari berbagai ormas Islam se-Indonesia di Jakarta, atas tuduhan kasus penistaan Agama Basuki Djahya Purnama alias Ahok. Sehingga memunculkan berbagai kontrofersi dan masih banyak kasus lagi yang suatu saat ia bisa membakar dan pecah seiring terus memanasnya suhu politik, agama, sosial, budaya yang menyulut timbulnya api konflik muncul kembali. Sungguh tragis dan memilukan jika melihat hal itu terus terjadi di Indonesia sebagai Negara demokrasi  yang berasaskan pancasila. Akar masalah diatas, tentu saja tidak dapat dibiarkan berlarut-larut bila kita semua masih menghendali tegaknya Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI). Dalam konteks ini, merupakan keharusan bagi kita bersama untuk memikirkan upaya-upaya pemecahannya (solution). Termasuk pihak yang harus bertanggung jawab dalam hal ini adalah dunia pendidikan. Melalui pendidikan diharapkan mampu memberikan penyadaran (consciousness) kepada masyarakat melalui design materi-materi, metode, kurikulum hingga evaluasi yang menyadarkan masyarakat akan pentingnya sikap saling toleran, menghormati perebedaan suku, agama, ras, etnis dan budaya masyarakatvIndonesia yang multikultural. Dengan kata lain, sudah selayaknya pendidikan berperan sebagai media transformasi social, budaya dan multikulturalisme. Keywords: Pendidikan, Islam, Multikultural.
PESANTREN, SEJARAH DAN METODE PEMBELAJARANNYA DI INDONESIA Anik Faridah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 13 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v13i2.361

Abstract

AbstractPesantren is a traditional Islamic educational institution that grows and develops in the midst of Muslim society and is involved directly in efforts to educate the life of the nation and has contributed significantly to the implementation of education in Indonesia.Historically, the pattern of pesantren approach to the community through familiar and deeply rooted traditions has led pesantren to an education system that is full of flexibility and has a broad spectrum, beyond the boundaries of the pesantren itself. No exaggeration to say, pesantren is a deshooling society by making society as a learning society and make learning as a process that runs continuously.However, pesantren educational institutions are required to continue to innovate and able to read contextually the values of tradition that become inevitability to be earthed in the reality of pesantren education and demands wisdom. simplicity, independence, and sincerity need to be dedicated to the spirit of education in a contextual formulation that fits the ongoing development and changing lives. Thus simplicity will find its point in the development of efficiency and effectiveness of the institution, and independence will be directed to the formation of civil society, and sincerity will be concretized into the form of achievement development. Through it, pesantren and the surrounding community will be able to know their needs in real terms and will always develop themselves through tireless efforts to gain knowledge and knowledge as wide as possible. Keywords: pesantren, histories, and teaching method.