Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Silviana, Eka Putri; Tatik Indayati
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i10.7458

Abstract

This research was motivated by the issue of low student learning outcomes at MTsN Gresik. The purpose of this study was to determine how the Creative Problem Solving (CPS) model supported by Articulate Storyline can improve students' learning outcomes. This study was designed using a quasi-experimental approach with a pretest- posttest control group design to compare the experimental and control classes. The study involved classes VIII C and VIII D at MTsN Gresik, with sample selection determined through purposive sampling based on specific considerations. The instrument used in this study was a test to measure student learning outcomes. The data collection technique was a test, while data analysis included validity, reliability, normality, homogeneity, prerequisite tests, paired t-tests, and N-gain tests. The results showed that the percentage data of cognitive learning outcomes from the pretest indicated an average N-gain score of 0.49 for the experimental class and 0.44 for the control class. Based on the independent sample t-test, there was a significant difference between the control and experimental classes, as indicated by the posttest sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. This data suggests that the use of the CPS model is effective in improving student learning outcomes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa di MTsN Gresik. Tujuan dari penlitian ini untuk mengetahui model Creative Problem Solving berbantuan Artuculate Storyline efektif terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini dirancang menggunakan Quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design untuk membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan kelas VIII C dan kelas VIII D di MTsN Gresik, Penentuan sampel ini diambil melalui teknik cluster random sampling karena sampel yang dijumpai mempunyai sifat homogen, tidak ada perbedaan dalam pengelompokkan akademik peserta didik. Instrumen yang digunakan di penelitian ini adalah soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Adapun teknik analisis data menggunakan uji validitas lembar tes melalui expert judgement, reliabilitas, normalitas, uji paired t test dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data persentase pre-test hasil belajar kognitif siswa memperoleh nilai rata-rata N-gain pada kelas eksperimen yaitu 0.49 dengan kategori sedang dan nilai rata rata N-gain pada kelas kontrol yaitu 0.44 dengan kategori sedang. Berdasarkan uji independent sample t test terdapat perbedaan signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal ini diketahui dari nilai sig (2- tailed) posttest 0,000 < 0,05 dan nilai sig (2-tailed) posttest 0,000 < 0,05. Dari data tersebut menunjukkan jika model CPS efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Fenomena Pernikahan Dini: Tantangan dan Dampak dari Pernikahan Dini di Desa Gadingkulon, Banyuanyar, Probolinggo Muallifah, Ilun; A.M., Valentina Meida; Khoiriyah, Himmatul; Silviana, Eka Putri; D. A., Surya Agung; R.A., Muhammad Mifta; Al Mufaddilah, Ni’mah; Muhammad, Adhi Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPMI - Agustus 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2829

Abstract

Dibalik Kekayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki Desa Gading Kulon terdapat permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni permasalahan stunting. Salah satu faktor penyebab stunting di desa ini adalah maraknya terjadi pernikahan dini. Fenomena pernikahan dini di desa ini disebabkan beberapa faktor seperti faktor ekonomi, faktor orang tua, faktor kecelakaan, faktor tradisi keluarga, faktor kebiasaan atau adat daerah setempat. Fenomena Pernikahan Dini dapat diminimalisir dengan pemberian edukasi mengenai pernikahan dini. diharapkan dengan adanya kegiatan edukasi ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya dampak yang mungkin ditimbulkan dari pernikahan dini.