Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Toleransi Keberagaman Identitas Sosial di Lingkungan Sekolah Fahli, Fahli; Salsabilla, Mutiara; Nurlaeli, Neli; Zahra Damayanti, Talihta
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i12.7605

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi untuk pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19 dengan memberikan kebebasan bagi siswa untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri mereka. Kurikulum ini tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan sikap toleransi terhadap keberagaman identitas sosial di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis kualitatif terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang. Hal ini mendukung pengembangan empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Meskipun demikian, tantangan seperti kurangnya pendidikan karakter, pengaruh keluarga, dan minimnya interaksi antar siswa dapat mengurangi sikap toleransi di sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang efektif dan kesempatan untuk berinteraksi dengan perbedaan sangat penting dalam membentuk sikap toleransi yang kuat. Kurikulum Merdeka mengintegrasikan penguatan sikap toleransi melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan sikap saling menghargai, berempati, dan bekerja sama dalam kerangka keberagaman. Guru berperan penting dalam meningkatkan toleransi di kelas dengan berfungsi sebagai motivator, informator, pembimbing, dan mediator untuk menciptakan suasana pembelajaran yang harmonis dan inklusif. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketimpangan pendidikan, kurangnya fasilitas, dan perbedaan pemahaman di kalangan guru, Kurikulum Merdeka berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan.
Estetika Algoritma dan Konstruksi Sosial Membentuk Identitas Digital Mahasiswa Melalui Gambar AI di TikTok Nurlaeli, Neli; Setiawan, Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37879

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial penggunaan fitur edit foto AI Gemini dalam konten TikTok oleh mahasiswa FKIP UNTIRTA angkatan 2023. Meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengolahan visual menunjukkan perubahan cara mahasiswa membangun citra dan identitas digital di media sosial. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana konstruksi sosial terhadap teknologi AI Gemini terbentuk melalui praktik pengeditan foto di TikTok. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling karena aktif menggunakan fitur AI Gemini di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi sosial berlangsung melalui tiga tahap menurut Berger dan Luckmann, yaitu eksternalisasi ketika mahasiswa menggunakan AI untuk mengekspresikan diri dan mengikuti tren digital, objektivasi ketika hasil editan AI diterima sebagai visual yang menarik, serta internalisasi ketika mahasiswa memandang hasil AI sebagai bagian dari identitas digital mereka dalam aktivitas media sosial sehari-hari.