Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Toleransi Keberagaman Identitas Sosial di Lingkungan Sekolah Fahli, Fahli; Salsabilla, Mutiara; Nurlaeli, Neli; Zahra Damayanti, Talihta
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i12.7605

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi untuk pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19 dengan memberikan kebebasan bagi siswa untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri mereka. Kurikulum ini tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan sikap toleransi terhadap keberagaman identitas sosial di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis kualitatif terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang. Hal ini mendukung pengembangan empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Meskipun demikian, tantangan seperti kurangnya pendidikan karakter, pengaruh keluarga, dan minimnya interaksi antar siswa dapat mengurangi sikap toleransi di sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang efektif dan kesempatan untuk berinteraksi dengan perbedaan sangat penting dalam membentuk sikap toleransi yang kuat. Kurikulum Merdeka mengintegrasikan penguatan sikap toleransi melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan sikap saling menghargai, berempati, dan bekerja sama dalam kerangka keberagaman. Guru berperan penting dalam meningkatkan toleransi di kelas dengan berfungsi sebagai motivator, informator, pembimbing, dan mediator untuk menciptakan suasana pembelajaran yang harmonis dan inklusif. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketimpangan pendidikan, kurangnya fasilitas, dan perbedaan pemahaman di kalangan guru, Kurikulum Merdeka berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan.
RANCANGAN MODEL LAYANAN RESPONSIF PADA PESERTA DIDIK DENGAN KEPERCAYAAN DIRI YANG RENDAH (FASE F DI SMA PGRI 2 PADANG) Salsabilla, Mutiara; Nita, Rahma Wira; Adison, Joni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34313

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya peserta didik yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan gambaran kondisi kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang. 2) Merancang model layanan responsif pada peserta didik dengan kepercayaan diri yang rendah Fase F di SMA PGRI 2 Padang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development (R&D). Populasi dari penelitian ini merupakan peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang dengan jumlah sebanyak 44 orang peserta didik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 44 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, dan instrument yang digunakan adalah angket. Berdasarkan hasil penelitian ini, mengungkapkan bahwa: 1) Mendeskripsikan gambaran kondisi kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang berada pada kategori cukup tinggi. 2) Model rancangan layanan responsif dengan kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik yang telah divalidasi oleh pakar teoritis, berada pada kategori ”Sangat Diterima” dan layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru bimbingan dan konseling agar dapat menerapkan rancangan model layanan responsif untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.
Media Sosial Sebagai Sarana Kontrol Sosial Mahasiswa Fkip Untirta Terhadap Pemerintah Di Indonesia Salsabilla, Mutiara; Septi Kuntari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5292

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial telah mengubah cara mahasiswa dalam mengekspresikan pendapat dan berpartisipasi dalam diskursus publik. Media sosial kini dipandang sebagai alat potensial untuk menjalankan kontrol sosial terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna media sosial bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai sarana kontrol sosial terhadap pemerintah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas mahasiswa di platform seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai media sosial sebagai ruang publik yang terbuka untuk menyampaikan pendapat dan menyebarkan informasi. Media sosial juga berfungsi sebagai sarana partisipasi dalam diskursus publik serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa secara aktif terlibat dalam diskusi, berbagi informasi, dan mengangkat isu sosial-politik. Mereka juga memiliki kesadaran terhadap norma etika dan aturan hukum dalam menyampaikan kritik. Selain itu, media sosial mencerminkan karakteristik ruang publik digital seperti pluralitas, publisitas, keprivatan, dan legalitas. Kesimpulannya, media sosial berperan sebagai ruang deliberatif yang memperkuat partisipasi demokratis dan menjadi alat kontrol sosial yang efektif.