Paska, Debora Dilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN PAJAJARAN Paska, Debora Dilla; Stevanus, Ivan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.3938

Abstract

ABSTRAKKeterampilan komunikasi sebagai salah satu keterampilan abad-21 yang harus dimiliki siswa, namun pada kenyataannya penerapan pembelajaran di beberapa sekolah kurang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi. Keterampilan komunikasi berpengaruh pada hasil belajar siswa, sehingga diperlukan penanganan yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe round robin terhadap keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pajajaran. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin pada kelas eksperimen, hal ini ditandai dengan peningkatan nilai yang lebih signifikan mengenai keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa dibandingkan kelas kontrol. Dari penelitian ini, dapat disarankan bagi pendidik maupun peneliti lainnya dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe round robin sebagai salah satu referensi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa.Kata Kunci: model round robin, hasil belajarABSTRACTCommunication skills are one of the 21st century skills that students must have, but in the reality the application of learning in some schools is not able to improve communication skills. Communication skills affect student learning outcomes, so proper handling is needed to carry out learning in the classroom. The purpose of this study is to see whether or not there is an influence of the round robin type cooperative learning model on communication skills and learning outcomes of grade IV students of SDN Pajajaran. This research method is experimental research. The results showed that there was an effect of the application of the round robin type cooperative learning model in the experimental class, which was characterized by a more significant increase in scores regarding communication skills and student learning outcomes compared to the control class. From this study, it can be suggested that educators and other researchers can use the round robin type cooperative learning model as one of the references to improve communication skills and student learning outcomes.Keywords: round robin type, learning outcomes
Fenomena Membaca Tanpa Pemahaman pada Siswa SD dalam Lingkungan Penutur Bahasa Sasak: Analisis  Berdasarkan Simple View of Reading Ahmad, Rifqi; Safitri, Ainun; Paska, Debora Dilla; Maritasari, Donna Boedi
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8b24vb81

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan membaca tanpa pemahaman dan menganalisis hambatan literasi siswa SD dalam lingkungan penutur bahasa Sasak berdasarkan perspektif Simple View of Reading (SVR). Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan 10 siswa dan 1 guru literasi di SD Negeri 1 Kelayu Selatan melalui teknik purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil temuan menunjukkan seluruh siswa membaca dengan lancar, tetapi hanya 5 dari 10 siswa  yang mampu menemukan informasi penting, 2 dari 10 siswa yang mampu menceritakan kembali isi teks, dan hanya 1 dari 10 siswa yang bisa menarik kesimpulan. Hambatan utama yang teridentifikasi berkaitan dengan keterbatasan kosakata bahasa Indonesia akibat dominasi penggunaan bahasa Sasak dalam kehidupan sehari-hari, yang berpotensi membatasi paparan siswa terhadap bahasa Indonesia formal dan menghambat komponen language comprehension dalam kerangka SVR. Berdasarkan temuan tersebut, kelancaran membaca teknis tidak menjamin pemahaman, sehingga program literasi sekolah perlu difokuskan pada pengayaan kosakata dan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam memahami teks. Penelitian ini terbatas pada konteks satu sekolah dengan 10 subjek, sehingga temuan tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh siswa SD penutur bahasa Sasak di daerah lain. The Phenomenon of Reading Without Comprehension Among Elementary School Students in a Sasak-Speaking Environment: An Analysis Based on the Simple View of Reading  This study aims to describe the habit of reading without comprehension and analyze literacy barriers among elementary school students in a Sasak language-speaking environment based on the Simple View of Reading (SVR) perspective. Using a qualitative case study approach, this research involved 10 students and 1 literacy teacher at SD Negeri 1 Kelayu Selatan selected through purposive sampling, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The findings revealed that all students read fluently, but only 5 out of 10 students could identify important information, 2 out of 10 students could retell the text content, and only 1 out of 10 students could draw conclusions. The main barrier identified is related to limited Indonesian vocabulary due to the dominance of Sasak language use in daily life, which potentially limits students' exposure to formal Indonesian and hinders the language comprehension component within the SVR framework. Based on these findings, technical reading fluency does not guarantee comprehension; therefore, school literacy programs should focus on vocabulary enrichment and developing critical thinking skills in understanding texts. This study is limited to the context of one school with 10 subjects, so the findings cannot be generalized to all elementary school students who are Sasak speakers in other regions