Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komponen Evaluasi Pembelajaran PAI serdi; Darmawati; Abd.Rauf; Sukman
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1082

Abstract

Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran krusial dalam memastikan tercapainya tujuan pendidikan yang holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi yang komprehensif dan tepat memungkinkan pendidik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pengajaran, memberikan umpan balik yang berguna, dan terus meningkatkan kualitas pendidikan PAI. Faktor-faktor seperti metode evaluasi, keterlibatan siswa, dan umpan balik berperan penting dalam menentukan efektivitas evaluasi. Secara keseluruhan, evaluasi yang baik dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perbaikan kualitas pembelajaran.
Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng Nurlaela; Idris, Muhammad; Sukman; Nursanti, Anita; Rakhman, Basri
Nobel Community Services Journal Vol 4 No 2 (2024): Nobel Community Services Journal
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat ITB Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/ncsj.v4i2.4976

Abstract

Tujuan PKM ini adalah: Untuk mengedukasi dan mendorong pelaku UMKM, Untuk menggali cara menghubungkan desain pengemasan dengan kearifan lokal dan budaya, Untuk menggali kurangnya dalam pencatatan keuangan mepengaruhi keputusan strategis UMKM. Metode yang digunakan adalah Pelatihan/Workshop, Pendekatan Partisipatif, dan Pembuatan prototipe kemasan hasil dari PKM adalah PKM ini berhasil mencapai tujuan utama dalam meningkatkan kapasitas bisnis UMKM di Desa Bonto Salluang. Dalam peningkatan keterampilan entrepreneurship, pemanfaatan media sosial, dan diversifikasi produk menjadi pencapaian penting yang mendukung transformasi pemasaran UMKM. Meskipun terdapat beberapa tantangan, solusi yang diterapkan berhasil mengurangi hambatan dan memungkinkan UMKM untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pemberdayaan UMKM di desa lain dengan kondisi serupa.
LEGAL ISSUES REGARDING THE ELECTION OF VILLAGE HEADS Sukman; Rosmini; Nur, Insan Tajali
Awang Long Law Review Vol. 8 No. 2 (2026): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v8i2.1770

Abstract

This thesis examines legal issues related to village head elections, with a case study in Kota Bangun 2 Village, Kutai Kartanegara Regency. The background highlights the importance of village head elections in village democracy, but the lack of attention to the village head election regime is a weakness in itself. The results of the study show that violations in Pilkades can be caused by poor supervision, such as administrative disputes and election result disputes. The factors causing Pilkades disputes include internal factors (non-neutral committees, problematic voter lists, unhealthy campaign processes, fanaticism among supporters, and lack of social control) and external factors (local government intervention, regulatory weaknesses, political and power interests, and proximity to local authorities). The mechanism for resolving Pilkades disputes is regulated in Law No. 6 of 2014 concerning Villages, Government Regulation No. 47 of 2015, Minister of Home Affairs Regulation No. 112 of 2014 in conjunction with Minister of Home Affairs Regulation No. 72 of 2020, and Kutai Kartanegara Regency Regulation No. 3 of 2015 in conjunction with Kutai Kartanegara Regency Regulation No. 3 of 2018. However, in practice, the resolution of Pilkades disputes is often not in accordance with the proper mechanisms, as was the case in the Pilkades in Kota Bangun 2 Village.