p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi penerapan Marpol 73/78 Annex V pada KMP Legundi guna mencegah pencemaran laut Nursyamsu; Mansur, Harri Mochamad; Daeli, Suratan Samuel
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.66

Abstract

Laut merupakan suatu perairan luas yang dalam dan sifatnya penting bagi keberlangsungan umat manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, di laut banyak dilakukan kegiatan, salah satunya adalah kegiatan pelayaran oleh kapal-kapal yang bernavigasi. Selain itu, terdapat berbagai regulasi yang mengatur kapal-kapal dalam melakukan pelayaran, salah satunya adalah Marpol 73/78 Annex V yang mengatur mengenai pencegahan pencemaran laut akibat pembuangan limbah dari sisa aktivitas pelayaran kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitiannya adalah di KMP Legundi selama 12 bulan untuk mendapatkan data secara langsung. Rute pelayaran KMP Legundi adalah rute Merak-Bakauheni dan sebaliknya. Rute yang dilalui merupakan rute paling ramai sehingga peneliti tertarik untuk melakukan observasi di kapal tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan Marpol 73/78 Annex V di KMP Legundi masih belum terimplementasi dengan optimal, khususnya pada kapal penumpang mereka. Dalam hal ini, diperlukan sosialisasi kepada para penumpang, awak kapal maupun tim kebersihan kapal untuk selalu menjaga kebersihan kapal dan lingkungan laut dengan cara tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah adanya pencemaran laut. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat memberikan aturan khusus terhadap para awaknya dalam menjalankan aturan sesuai dengan Marpol 73/78 Annex V dan dapat memberikan fasilitas yang memadai sebagai fasilitas kebersihan di kapal. The sea is a vast, deep body of water, and its nature is vital for the survival of humanity. In everyday life, many activities are carried out at sea, including shipping activities by ships that navigate. Apart from that, various regulations regulate ships during shipping, one of which is Marpol 73/78 Annex V, which governs the prevention of marine pollution due to waste disposal from the remainder of ship shipping activities. The method used in this research is descriptive qualitative, with the research object being at KMP Legundi for 12 months to obtain data directly. The KMP Legundi shipping route is the Merak-Bakauheni route and vice versa. The route taken was the busiest, so researchers were interested in making observations on the ship. The research results found that implementing Marpol 73/78 Annex V at KMP Legundi still needs to be optimal, especially on their passenger ships. In this case, outreach to passengers, crew, and ship cleaning teams is required to maintain the ship's cleanliness and the marine environment by not throwing rubbish carelessly to prevent marine pollution. The company is also expected to provide special rules for its crew in carrying out Marpol 73/78 Annex V regulations. It can also provide adequate facilities on the ship, such as cleaning facilities.
Evaluasi proses nota pembetulan data peti kemas pada dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui Modul PEB Versi 6.0.11 dan portal pengguna jasa (Studi kasus: PT Jaya Plus Logistics) Purnaningratri, Indah; Mansur, Harri Mochamad; Anggraeni, Wulan
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.109

Abstract

Kegiatan ekspor memerlukan ketepatan dan kesesuaian data kepabeanan agar proses pengiriman barang dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu dokumen utama dalam kegiatan ekspor adalah Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), yang mewajibkan pencantuman data peti kemas secara akurat. Dalam praktiknya, ketidaksesuaian data peti kemas sering terjadi sehingga diperlukan mekanisme nota pembetulan melalui sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan nota pembetulan data peti kemas pada dokumen PEB melalui Modul PEB versi 6.0.11 dan Portal Pengguna Jasa di PT Jaya Plus Logistics. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses nota pembetulan data peti kemas melalui kedua sistem tersebut telah berjalan sesuai dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku, namun masih menghadapi sejumlah kendala operasional, antara lain keterlambatan perolehan nomor peti kemas, kesalahan pemilihan peti kemas di depo, serta kekeliruan dalam penginputan data. Kendala tersebut berpotensi mempengaruhi efisiensi proses ekspor dan ketepatan data PEB. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antara pihak freight forwarder, eksportir, dan depo peti kemas, serta penguatan ketelitian dalam proses input dan verifikasi data guna meminimalkan terjadinya nota pembetulan di kemudian hari. Export activities require accurate and compliant customs data to ensure smooth and lawful shipment processes. One of the key documents in export operations is the Export Notification of Goods (PEB), which obliges exporters to provide precise container data. In practice, discrepancies in container information frequently occur, making container correction notes necessary through systems provided by the Directorate General of Customs and Excise. This study aims to evaluate the process of container data correction notes in PEB documents through the PEB Module version 6.0.11 and the Service User Portal at PT Jaya Plus Logistics. A qualitative research method was employed using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the container data correction process through both systems has generally complied with applicable customs regulations; however, several operational constraints remain, including delays in obtaining container numbers, incorrect container selection at depots, and errors in data entry. These issues may affect the efficiency of export operations and the accuracy of PEB data. Therefore, improved coordination among freight forwarders, exporters, and container depots, along with enhanced data verification procedures, is essential to reduce the occurrence of container correction notes in export activities.