Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BIMBINGAN BELAJAR UNTUK SISWA-SISWI DI KAMPUNG NELAYAN TANGGUH DESA PUGER KULON Budianto, Nanang; Faruq, Ahmad; Hidayah, Taufiq; Rohman, Miftakhur; Sudarmaji, Boby; Ridwan, Muhammad; Hasanah, Dewi Nur; Masfufah, Jundatul
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v3i1.1004

Abstract

Bimbingan belajar memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan belajar seorang anak, karena tidak hanya apa yang diperoleh di sekolah, tetapi juga pembelajaran di luar sekolah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap motivasi belajar siswa. Di kampung Nelayan Tangguh desa Puger Kulon Pendidikan non formal diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dalam pendidikan non formal, siswa biasanya dituntut untuk belajar dengan cara yang berbeda dari pendidikan formal. Pendidikan non formal lebih mudah dan lebih menarik dengan memperkenalkan hal-hal baru atau hal-hal yang tidak mereka pahami, tidak seperti pendidikan formal. Belajar akan lebih menyenangkan jika di dalamnya disisipkan permainan-permainan yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Siswa tidak hanya harus menghafal, tetapi juga memahami dan tertarik, karena siswa yang tertarik secara otomatis menemukan apa yang tidak mereka ketahui. Untuk itu, penerapan metode belajar dan bermain sehingga dapat menginspirasi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif dalam belajar dan berpikir aktif serta memecahkan masalah.
MEMAKNAI TASAWUF SEBAGAI PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM KLASIK DAN MODERN Rohman, Miftakhur; Mahardika, Muhammad Hafidz
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v10i2.9517

Abstract

Permasalahan yang kerap kali dianggap lumrah oleh sebagian kalangan, tentang fungsi dari tasawuf yang hanya berfungsi sebagai terapi, self control, problem solving, tentunya telah menghilangkan esensi utama dari apa yang disebut dengan tasawuf. Pada kenyataannya, tasawuf memberikan kontribusi pengetahuan tentang hubungan antara Tuhan, Manusia dan Alam. Dengan adanya penelitian ini, peneliti bertujuan untuk memberikan argumentasi tentang apa yang disebut sebagai tasawuf adalah sebuah keilmuan yang kompleks dalam kehidupan. Tidak hanya sebagai alat pemecahan masalah, akan tetapi lebih kepada aspek sebagai paradigma kehidupan. Paradigma yang dihadirkan oleh tasawuf, berpotensi menjadikan manusia yang mampu menyeimbangkan hubungannya dengan Tuhan dan Alam, atau  sering disebut sebagai antropokosmik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung berbagai sumber kepustakaan dan perbandingan-perbandingan fenomena terkini. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya sebuah argumen kuat tentang ke-kompleks-an tasawuf sebagai paradigma kehidupan, baik dimasa klasik, modern  ataupun masa yang akan datang.
ECOPRENEUR MUDA BERDAYA: PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI USAHA HIJAU INOVATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN EKOLOGI BERKELANJUTAN Rohman, Miftakhur; Mustofa, Muhammad Iqbal; Masitoh, Fitria Nur; Abror, Darul; Tridayanti, Devi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31848

Abstract

ABSTRAK                                                                            Isu lingkungan dan ekonomi lokal yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan yang nyata di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pendekatan ecotechnopreneurship yang memadukan konsep usaha hijau, kearifan lokal, dan literasi ekologi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop, praktikum, dan pendampingan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Ekonomi. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi kegiatan, dan testimoni peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 85% terhadap konsep ecopreneurship, serta 60% peserta telah berhasil membuat prototipe produk usaha hijau berbasis bahan lokal (seperti produk ramah lingkungan dari limbah organik dan ecoprint). Pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran ekologis dan inisiatif kewirausahaan hijau di kalangan mahasiswa  Kata kunci: Ecopreneurship; Green Economy; Kearifan Lokal; Literasi Ekologi; Pemberdayaan Mahasiswa.   ABSTRACTEnvironmental and unsustainable local economic issues pose a real challenge among young people, particularly university students. This initiative aims to empower students through an ecotechnopreneurship approach that combines green business concepts, local wisdom, and ecological literacy. The activities were conducted in the form of workshops, practical sessions, and mentoring over a three-month period, involving 30 students from the Economics Education Program. Evaluation was conducted through pre-post tests, activity observations, and participant testimonials. Results showed an 85% increase in understanding of ecopreneurship concepts, with 60% of participants successfully creating prototypes of green business products using local materials (such as environmentally friendly products made from organic waste and ecoprint). This initiative contributes to enhancing ecological awareness and green entrepreneurship initiatives among students.  Keywords: Ecopreneurship; Green Economy; Local Wisdom; Ecological Literacy; Student Empowerment.
MEMAKNAI TASAWUF SEBAGAI PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM KLASIK DAN MODERN Rohman, Miftakhur; Mahardika, Muhammad Hafidz
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v10i2.9517

Abstract

Permasalahan yang kerap kali dianggap lumrah oleh sebagian kalangan, tentang fungsi dari tasawuf yang hanya berfungsi sebagai terapi, self control, problem solving, tentunya telah menghilangkan esensi utama dari apa yang disebut dengan tasawuf. Pada kenyataannya, tasawuf memberikan kontribusi pengetahuan tentang hubungan antara Tuhan, Manusia dan Alam. Dengan adanya penelitian ini, peneliti bertujuan untuk memberikan argumentasi tentang apa yang disebut sebagai tasawuf adalah sebuah keilmuan yang kompleks dalam kehidupan. Tidak hanya sebagai alat pemecahan masalah, akan tetapi lebih kepada aspek sebagai paradigma kehidupan. Paradigma yang dihadirkan oleh tasawuf, berpotensi menjadikan manusia yang mampu menyeimbangkan hubungannya dengan Tuhan dan Alam, atau  sering disebut sebagai antropokosmik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung berbagai sumber kepustakaan dan perbandingan-perbandingan fenomena terkini. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya sebuah argumen kuat tentang ke-kompleks-an tasawuf sebagai paradigma kehidupan, baik dimasa klasik, modern  ataupun masa yang akan datang.
The Manifestation of Wahdatul Adyan in Ibn Arabi's Perspective as a Basis of Religious Moderation in Indonesia Rohman, Miftakhur; Hanif, Abdulloh
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 15 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v15i1.1973

Abstract

Indonesia's profound religious, ethnic, and cultural diversity necessitates a robust framework for religious moderation to maintain national unity. However, public misunderstanding persists, particularly the erroneous equation of moderation with the claim that "all religions are the same." This study reinterprets the Sufi concept of Wahdatul Adyan (unity of religions) as developed in Ibn Arabi's thought (Futuhat al-Makkiyyah and Tarjuman al-Asywaq) to provide a more precise foundation for religious moderation. Using a qualitative document study approach and systematic literature review, this research analyzes Ibn Arabi's original texts and contemporary Indonesian discourse on religious moderation. The findings reveal that the popular understanding of Wahdatul Adyan as "religious unification" is a misinterpretation. Instead, the concept signifies the "unification of shared values across religions"—emphasizing common ethical principles such as compassion, justice, and respect for human dignity, without erasing theological differences. Consequently, religious moderation is reframed not as syncretism but as a collaborative effort to identify convergent moral values that foster interfaith harmony. This study contributes to the global discourse on religious moderation by offering a conceptually grounded, value-based alternative to both exclusivist and relativist approaches, with practical implications for multicultural societies, particularly in Southeast Asia.