Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Infeksi Daerah Operasi (IDO) dan Faktor Risiko Pada Pasien Pasca Operasi di Rumah Sakit Pancaitana Kabupaten Bone Tahun 2023 Syahruni Ramadhani Rusli; Reeny Purnamasari Juhamran; Muh. Alfian Jafar; Azis Beru Gani; Berry Erida Hasbi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3480

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu jenis infeksi nosokomial yang signifikan. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam praktik bedah, prevalensi IDO masih tinggi secara global dan lokal, sehingga menimbulkan tantangan dalam proses pemulihan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko dengan kejadian IDO pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Pancaitana, Kabupaten Bone, tahun 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berbagai faktor risiko internal, termasuk usia, status gizi, jenis kelamin, kebiasaan merokok, hipertensi, dan diabetes melitus, dengan kejadian IDO. Metode: Penelitian observasional ini menggunakan desain retrospektif cross-sectional berdasarkan rekam medis 108 pasien pasca operasi. Analisis data meliputi metode univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara IDO dan faktor risiko yang diidentifikasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IDO dengan status gizi (p < 0,001), jenis kelamin (p = 0,003), dan riwayat merokok (p = 0,013). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan usia (p = 0,228), hipertensi (p = 0,267), maupun diabetes melitus (p = 0,523). Kesimpulan: Faktor risiko utama untuk IDO meliputi status gizi yang buruk, jenis kelamin perempuan, dan riwayat merokok. Temuan ini menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang terarah, seperti optimalisasi gizi pasien dan pengurangan risiko akibat merokok sebelum operasi, untuk menurunkan kejadian IDO. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel yang lebih besar dan analisis multivariat direkomendasikan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor risiko IDO.
Overview Of Risk Factors For Pneumonia In Toddlers At Ibnu Sina Hospital, Makassar, 2022 Muhammad Rias Sukiman; Muh. Alfian Jafar; Tanty Febriany Takahashi; Destya Maulani; A. Husni Esa Darussalam
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia is inflammation that affects the lung parenchyma. Pneumonia is a clinical syndrome, so it is defined based on clinical symptoms and signs, and the course of the disease. Pneumonia is caused by various microorganisms such as bacteria, viruses and fungi. The risk factors for pneumonia are divided into 2, namely intrinsic and extrinsic. To find out the description of the risk factors for pneumonia in toddlers at Ibnu Sina Hospital Makassar in 2022. This research was conducted using a retrospective approach with descriptive methods using secondary data taken from Ibnu Sina Hospital Makassar and analyzed using excel. Sample selection using total sampling of those diagnosed with pneumonia in toddlers with a total sample of 130 toddlers. The highest incidence of pneumonia in toddlers was in males 67 people (52%), aged 13-24 months 36 people (28%), good nutritional status 96 people (74%), received exclusive breastfeeding 86 people (66%), received complete immunization 115 people (89%), no history of air pollution 98 people (75%). Most of the children suffering from pneumonia in toddlers at Ibnu Sina Hospital in Makassar in 2022 were male, most were 12-36 months old, most had good nutritional status, most received exclusive breastfeeding, most did not receive complete immunization and most had no history of pollution. air