Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Gerakan Literasi Sekolah: Penguatan Budaya Membaca dan Menulis Peserta Didik melalui Kegiatan Seminar di MTs Al-Yasini Pasuruan Arofatul Muawanah; Itsna Noor Laila
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1024

Abstract

Gerakan literasi sekolah merupakan salah satu program strategis yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi membaca dan menulis bagi peserta didik. Seminar literasi dipilih sebagai salah satu bentuk intervensi dengan harapan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran pentingnya membaca dan menulis. Kegiatan ini dilakukan tidak hanya mengupayakan perkembangan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psimotorik peserta. Lembaga MTs Al-Yasini dipilih sebab lembaga tersebut memiliki komitmen kuat dalam menumbuhkan budaya literasi. Kegiatan seminar dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Pemilihan pendekatan partisipatif dilakukan berdasarkan keinginan agar dalam pelaksanaanya, para peserta seminar tidak hanya sekedar menjadi obyek, tetapi juga subyek yang secara aktif terlibat dalam praktik diskusi, berargumentasi, menulis reflektif, dsb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seminar literasi yang dilakukan di lembaga MTs Al-Yasini mampu menjadi pemantik untuk meningkatkan budaya literasi peserta didik yang terlihat dari berkembangnya keterampilan menulis refleksi, menata gagasan, serta mengkomunikasikan ide secara sopan dan santun. Keterlibatan aktif peserta diidk dalam sesi diskusi kelompok kecil dan presentasi publik memperkuat rasa percaya diri dan menunjukkan keterampilan komunikasi yang bagus. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa seminar literasi dengan pendekatan partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sebagai generasi berpengetahuan, beradab, dan siap menghadapi tantangan era digital. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya keberlanjutan kegiatan literasi dalam bentuk proyek membaca mingguan dan penulisan reflektif, serta dukungan penuh dari guru dan pihak sekolah agar gerakan literasi benar-benar mengakar dalam kehidupan peserta didik.
Konsep Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat dalam Perspektif Hadis Nabi Sholihan, Sholihan; Muawanah, Arofatul
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.475

Abstract

Tujuan dari penelitian mengenai konsep pendidikan karakter berbasis masayarakat perspektif hadis adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip utama yang terkandung dalam hadis Nabi mengenai hal yang berkenaan dengan pendidikan karakter dan mengaplikasikannya dalam konteks masyarakat modern dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kebijakan pendidikan akan pentingnya pendidikan karakter yang didasarkan pada ajaran agama khususnya hadis, untuk membentuk generasi yang beretika dan berakhlak mulia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis Library Research. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi doukumentasi dengan menggunakan data-data pustaka yang bersumber dari tafsir, artikel dan buku-buku yang relevan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dengan analisis  deskrpstif, kemudian hasil analisisnya di kaji secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Nabi memberikan panduan yang komprehensif mengenai pembentukan karakter berbasis masyarakat melalui kajian hadis diantaranya adala: Pertama Spirituality Improvement of Society (Peningkatan Spiritual Masyarakat). Kedua Tolerance of Society (Toleransi terhadap Masyarakat). Ketiga Responsibility of Society (Tanggung Jawab Bermasyarakat). Kesimpulan dari hasil penelitian mengenai konsep pendidikan karakter berbasis masyarakat dari perspektif hadis Nabi Muhammad SAW menawarkan pendekatan yang holistik dan integratif dalam membentuk akhlak mulia pada generasi muda. Dengan menekankan pentingnya Spirituality Improvement of Society, Tolerance of Society, dan Responsibility of Society. konsep ini tidak hanya membentuk individu yang berkarakter baik, tetapi juga menciptakan masyarakat yang harmonis dan kuat.
Assistance In Improving The Quality Of Teacher Teaching Through Observation Of Student Learning Types: PENDAMPINGAN PENINGKATAN MUTU PENGAJARAN GURU MELALUI OBSERVASI TIPE BELAJAR SISWA Laila, Itsna Noor; Nurul Arifin, Arofatul Muawanah , Ja’far , M.Syaikhuddin ,
Hidmah : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : PUSAT PUBLIKASI ILMIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-YASINI PASURUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/hidmah.v1i3.5642

Abstract

This Community Service (PkM) aims to provide education and training to improve the quality of teacher teaching in dealing with developments in the era of disruption, so as to produce professional human resources in the field of education. The PkM method used is participatory action research (PAR). The result of this PkM activity is to provide benefits for class teachers in determining effective and efficient learning methods by knowing the type of student learning first. This effort was made to improve the quality of teacher teaching. PkM also provides benefits for education staff in supporting and helping educators improve the quality of teaching in the classroom. PkM activities are able to increase the knowledge, understanding, and competence of school principals, teachers, and other education personnel in realizing quality teaching as a measure to improve education quality.
SYI’AH DAN HADIS: (TINJAUAN HISTORISITAS MENURUT ULAMA’ SUNNI) Arofatul Muawanah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v4i2.32

Abstract

Sejak awal kemunculannya, Syi’ah memiliki hubungan yang dis-harmonis dengan hadis. Statement tersebut berangkat dari: Pertama, kepercayaan Syi’ah perihal imamah Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang dijustis mendapat mandat langsung dari Allah melalui dalil nas untuk mengggantikan posisi Nabi Muhammad. Dalam hal ini, Syi’ah tidak menemukan dalil nash yang shahih lagi sharih yang menjelaskan demikian. Terjadinya kesenjangan waktu antara masa hidup Nabi Muhammad dengan kodifikasi hadis membuka banyak celah bagi Syi’ah untuk melakukan pemalsuan dan kebohongan atas nama Nabi Muhammad; dalam istilah mushthalah al hadis disebut dengan istilah hadis maudlu’. Kedua, dalam memahami hadis yang sensitif berkaitan dengan muwalah, Syi’ah cenderung memahaminya secara leksikal tanpa mempertimbangkan aspek asababul wurudnya; menganulir hadis-hadis yang tidak sejalan dengan akidah mereka. Dua poin tersebut di atas akan menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan historis. Karena yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini adalah pendapat ulama’ Sunni, sehingga kitab-kitab hadis Sunni yang memiliki keterkaitan pembahasan akan menjadi sumber primer. Setidaknya peneliti menemukan dua hal. Pertama ulama’ Sunni mengklaim bahwa Syi’ah adalah firqah pertama yang melakukan pemalsuan hadis bahkan yang terbanyak. Kedua, hadis tentang muwalah, salah satunya adalah hadis Ghadir Khum dianggap oleh Syi’ah sebagai dalil legitimasi keimamahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Padahal menurut ulama’ Sunni, berdasarkan kajian asbabul wurud hadis, hadis Ghadir Khum disampaikan oleh Rasulullah guna membersihkan nama baik Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari berbagai fitnah dan ujaran kebencian, bukan untuk menetapkan keimamahan Sayyidina Ali sebagaimana yang telah lama diamini oleh Syi’ah.Keywords: Syi’ah, Hadis, Sunni.
EKSAMINASI KLAIM SANAD BERSAMBUNG DALAM PENYEBARAN HADIS DI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF TAHAMMUL WAL ADA’ Arofatul Muawanah
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 6 No. 01 (2025): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v6i01.752

Abstract

This study examines the examination of claims of connected sanad (chain of transmission) in the dissemination of hadith on social media through the lens of tahammul wa Ada’ul hadis(the reception and transmission of hadith). Social media has become a popular medium for religious transmission, including the dissemination of hadith, but the sanad claims often lack adequate verification. This research aims to analyze the validity of such claims by referring to the principles of tahammul (receiving) and ada’ (transmitting) hadith in the tradition of hadith scholarship. The research method employed is qualitative, using a descriptive-critical analysis approach to primary and secondary literature related to sanad, tahammul wa ada’ul hadis, and the phenomenon of hadith dissemination on digital platforms. The findings indicate that claims of connected sanad on social media can be justified if they fulfill the basic principles of tahammu , namely that both parties know each other and understand each other's reliability. However, strict verification mechanisms are necessary to ensure the accuracy and authenticity of hadith transmission. The implication is that social media users must be more critical in accepting sanad claims and should refer to competent hadith scholars to avoid spreading fabricated or weak hadith. This study contributes to contemporary discussions on integrating hadith transmission traditions with the advancements of digital technology.