Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menerapkan Perilaku Pancasila Sebagai Sistem Etika pada Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Dalam Kehidupan Sehari-Hari Aritonang, Tiur Maida; Siregar, Amita M; Napitupulu, Dermawati; Purba, Hendike Krisdayanti; Nadeak, Deola Agnes S; Siagian, Yusi Yulfani; Waruwu, Julia Putri Santi; Jamaludin, Jamaludin
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4575

Abstract

Penerapan perilaku Pancasila sebagai sistem etika, dengan fokus pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia, mengandung nilai-nilai yang mengatur perilaku Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan pengumpulan data melalui kusioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kesadaran sosial dan moral individu.  Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, Masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan beradab.
Pengaruh Bahasa Asing terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia: Studi Kasus tentang Penggunaan Bahasa Gaul dan Bahasa Campuran Siregar, Amita M; Zai, Erniati; Juana, Mery; Hutagaol, Sari Mustika Anjani; Siagian, Yusi Yulfani; Tansliova, Lili
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5793

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki aturan yang harus ditaati agar penggunaannya tetap baik dan benar. Sebagai alat komunikasi utama bangsa, bahasa ini memiliki empat kedudukan utama: bahasa persatuan, nasional, negara, dan resmi. Perkembangannya turut menjadikannya sebagai bahasa ilmu dan budaya. Namun, globalisasi dan modernisasi telah membawa perubahan dalam penggunaan bahasa, terutama di kalangan remaja. Penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing semakin marak, baik dalam komunikasi lisan maupun tertulis, dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan, dan media massa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa gaul berkembang cepat dan terus berubah seiring dengan kemajuan teknologi serta interaksi sosial. Sementara itu, masuknya istilah asing juga berkontribusi pada pergeseran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga eksistensi dan keaslian bahasa Indonesia tanpa mengesampingkan perkembangan bahasa sebagai bagian dari budaya komunikasi modern.
Pengaruh Bahasa Asing terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia: Studi Kasus tentang Penggunaan Bahasa Gaul dan Bahasa Campuran Siregar, Amita M; Zai, Erniati; Juana, Mery; Hutagaol, Sari Mustika Anjani; Siagian, Yusi Yulfani; Tansliova, Lili
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5793

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki aturan yang harus ditaati agar penggunaannya tetap baik dan benar. Sebagai alat komunikasi utama bangsa, bahasa ini memiliki empat kedudukan utama: bahasa persatuan, nasional, negara, dan resmi. Perkembangannya turut menjadikannya sebagai bahasa ilmu dan budaya. Namun, globalisasi dan modernisasi telah membawa perubahan dalam penggunaan bahasa, terutama di kalangan remaja. Penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing semakin marak, baik dalam komunikasi lisan maupun tertulis, dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan, dan media massa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa gaul berkembang cepat dan terus berubah seiring dengan kemajuan teknologi serta interaksi sosial. Sementara itu, masuknya istilah asing juga berkontribusi pada pergeseran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga eksistensi dan keaslian bahasa Indonesia tanpa mengesampingkan perkembangan bahasa sebagai bagian dari budaya komunikasi modern.
Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks [Cu(H2O)2(NH3)4]SO4 Simorangkir, Rebecca Febi Permata Br; Siregar, Amita M.; Pakpahan, Putri Soviana; Siagian, Yusi Yulfani; Jahro, Iis Siti
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i2.1192

Abstract

This study aims to synthesize and characterize the complex compound [Cu(H2O)2(NH3)4]SO4 through ligand substitution reaction between CuSO4·5H2O and ammonia solution in the context of coordination chemistry learning. The research problem is focused on the mechanism of complex formation, color changes as an indicator of the formation of coordination compounds, synthesis efficiency based on yield values, and confirmation of the presence of complex constituent ions. Laboratory experimental methods were carried out through complex formation, crystallization, separation, and drying of crystals, as well as classical characterization using solubility tests and chemical reactions with HCl, NaOH, and BaCl₂. The results showed a change in the color of the solution from light blue to deep dark blue which indicates the formation of the complex [Cu(H₂O)₂(NH₃)₄]²⁺ due to the substitution of water ligands by ammonia. Dark blue crystals were successfully obtained with a yield of 91.46% which indicates high synthesis efficiency. Characterization tests confirmed the presence of NH₃ ligands, Cu²⁺ ions, and SO₄²⁻ ions as constituents of the complex. These findings are consistent with valence bond theory and crystal field theory in explaining changes in the coordination structure and optical properties of the complex, making this procedure a potential alternative for simple laboratory experiments in coordination chemistry.