Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Keselamatan Penumpang Train Set Akibat Efek Sekunder Tabrakan Budiwantoro, Bagus; Puja, IGN Wiratmaja; Kariem, Muhammad Agus; Sinuraya, Elias S.
Mesin Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.796 KB) | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.1

Abstract

Efek tabrakan kereta dapat dibagi atas dua kategori yaitu efek tabrakan primer (primary collision) dan efek tabrakan sekunder (secondary collision). Kedua efek tabrakan tersebut merupakan ancaman bagi keselamatan penumpang yang berada di dalam kendaraan. Paper ini terfokus pada keselamatan penumpang akibat efek sekunder tabrakan. Analisis tingkat keselamatan penumpang dilakukan dengan memanfaatkan data-data karakteristik perlambatan dan kecepatan selama terjadinya tabrakan. Selanjutnya diaplikasikan terhadap kriteria keselamatan yaitu Head Injury Criterion (HIC)/Severity Index (SI). Analisis keselamatan dan tingkat cedera penumpang dilakukan berdasarkan posisi, jarak rintang dan keberadaan modul penyerap energi impak. Penumpang pada baris 1 dan 2 mengalami perlambatan 74g dan 73g, sedangkan untuk baris selanjutnya, nilai perlambatan bervariasi antara 3g - 21g.  Jarak rintangan yang semakin dekat akan mengakibatkan penumpang tersebut mengalami tingkat cedera yang semakin tinggi. Variasi kecepatan, massa penumbuk, dimensi modul penyerap energi impak, akan mempengaruhi tingkat cedera penumpang.
RESULTS COMPARISON FOR HAT-SHAPED, DOUBLE-NOTCH AND PUNCH TESTING OF SPLIT HOPKINSON SHEAR BAR TECHNIQUE Budiwantoro, Bagus; Faizah, Iffah; Prabowo, Dini A.; Febrinawarta, Burhan; Kariem, Muhammad Agus
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 51, No 6 (2019)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2019.51.6.5

Abstract

The split Hopkinson shear bar (SHSB) test is a modification of the high rate-impact test using a split Hopkinson pressure bar (SHPB). The SHSB has been developed for a variety of techniques, for example, the hat-shaped (circular or flat), double-notch, and punch (with or without notch) techniques. The main purpose of this study was to compare these three techniques to determine the shear stress-shear strain of aluminum alloy 2024-T351. The study was conducted using the Abaqus/CAE® software. The circular hat-shaped and punch (with and without notch) techniques used a quarter-section solid 3D model. The flat hat-shaped and double-notch techniques used a half-section solid 3D model. This study successfully tested and compared the three SHSB techniques, with a number of considerations, i.e. the same parameter values for kinetic energy, shear area and shear angle. Each technique has its own advantages and disadvantages in terms of force equilibrium, flow stress fluctuation, constant strain rate, machine-ability, ease of experiment, etc. The optimum technique among the three is the hat-shaped technique.
Results Comparison for Hat-shaped, Double-notch and Punch Testing of Split Hopkinson Shear Bar Technique Bagus Budiwantoro; Iffah Faizah; Dini A. Prabowo; Burhan Febrinawarta; Muhammad Agus Kariem
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 51 No. 6 (2019)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2019.51.6.5

Abstract

The split Hopkinson shear bar (SHSB) test is a modification of the high rate-impact test using a split Hopkinson pressure bar (SHPB). The SHSB has been developed for a variety of techniques, for example, the hat-shaped (circular or flat), double-notch, and punch (with or without notch) techniques. The main purpose of this study was to compare these three techniques to determine the shear stress-shear strain of aluminum alloy 2024-T351. The study was conducted using the Abaqus/CAE® software. The circular hat-shaped and punch (with and without notch) techniques used a quarter-section solid 3D model. The flat hat-shaped and double-notch techniques used a half-section solid 3D model. This study successfully tested and compared the three SHSB techniques, with a number of considerations, i.e. the same parameter values for kinetic energy, shear area and shear angle. Each technique has its own advantages and disadvantages in terms of force equilibrium, flow stress fluctuation, constant strain rate, machine-ability, ease of experiment, etc. The optimum technique among the three is the hat-shaped technique.
Analisis Keselamatan Penumpang Train Set Akibat Efek Sekunder Tabrakan Bagus Budiwantoro; IGN Wiratmaja Puja; Muhammad Agus Kariem; Elias S. Sinuraya
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.1

Abstract

Efek tabrakan kereta dapat dibagi atas dua kategori yaitu efek tabrakan primer (primary collision) dan efek tabrakan sekunder (secondary collision). Kedua efek tabrakan tersebut merupakan ancaman bagi keselamatan penumpang yang berada di dalam kendaraan. Paper ini terfokus pada keselamatan penumpang akibat efek sekunder tabrakan. Analisis tingkat keselamatan penumpang dilakukan dengan memanfaatkan data-data karakteristik perlambatan dan kecepatan selama terjadinya tabrakan. Selanjutnya diaplikasikan terhadap kriteria keselamatan yaitu Head Injury Criterion (HIC)/Severity Index (SI). Analisis keselamatan dan tingkat cedera penumpang dilakukan berdasarkan posisi, jarak rintang dan keberadaan modul penyerap energi impak. Penumpang pada baris 1 dan 2 mengalami perlambatan 74g dan 73g, sedangkan untuk baris selanjutnya, nilai perlambatan bervariasi antara 3g - 21g.  Jarak rintangan yang semakin dekat akan mengakibatkan penumpang tersebut mengalami tingkat cedera yang semakin tinggi. Variasi kecepatan, massa penumbuk, dimensi modul penyerap energi impak, akan mempengaruhi tingkat cedera penumpang.
Numerical Study of Friction Behavior in Pneumatic Seal Cylinder Nur Muhammad Malikul Adil; Muhammad Agus Kariem
Mesin Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presented the development of numerical model to investigate the behavior of the friction force between piston seal and cylinder bore. Two dimensional finite element model with constant velocity input was built. Numerical simulation showed the same trend as the experimental results from literature, with different of less than 5%. This comparison indicated that numerical model can be used for further simulation. At the end of the study, the friction force behavior for different stroke lengths were shown.
Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Tri Partono Adhi; Aditya Nurfebriartanto; Antonius Indarto; Muhammad Agus Kariem
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.
Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Tri Partono Adhi; Aditya Nurfebriartanto; Antonius Indarto; Muhammad Agus Kariem
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.
Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Adhi, Tri Partono; Nurfebriartanto, Aditya; Indarto, Antonius; Kariem, Muhammad Agus
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 1 (2023): Volume 17, Number 1, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.