Lesmana, Yeffry hendra
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perspektif Pandangan Iman Kristiani Terhadap Filsafat Okultisme: Hermitisisme dan Kabbalah Lesmana, Yeffry hendra
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 1 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jrg0wz88

Abstract

Kabbalah and Hermitism are often unwittingly adopted into the practice of Christian theology due to the clergy's ignorance of this occult philosophical knowledge. The practice of occult philosophy sometimes unconsciously enters into the social practice of Christian society, especially those that are thick with local culture. The concept of cultural inculturation is a legitimization that is often used as an excuse to announce the practice. The purpose of this writing is to provide theological thinking insights into the philosophical practices of the Kabbalah occult and Hermitism so that the church returns to the true teachings and is based on the principles of the Christian faith. This research method uses a qualitative method based on literature research, observation of social conditions, community culture, and history. The results of the study show that the practices of Philosophy, Kabbalah Occultism and Hermitism inadvertently inculturate the socio-pastoral conditions of the Christian faith, which also has an impact on legalized religious ritual actions.
Esther: Pembentukan Karakter Melalui Keberanian Dan Iman Dalam Perspektif Teologi Dan Konteks Kontemporer Mooy, Drisandri Bidrawati; Lesmana, Yeffry Hendra
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.820

Abstract

Kisah Esther dalam Alkitab memberikan wawasan mendalam tentang keberanian, iman, dan kepemimpinan, yang tetap relevan dalam konteks kehidupan Kristen modern. Melalui keberanian Esther dalam menghadapi raja Ahasyweros, kita diajak untuk mengatasi tantangan rohani dan berdiri teguh dalam iman, meskipun dihadapkan pada situasi yang tidak mendukung. Pembentukan karakter Kristen sangat bergantung pada iman yang aktif, yang mendorong tindakan nyata berdasarkan keyakinan akan rencana Tuhan yang baik. Selain itu, studi perbandingan dengan tokoh Alkitab lain, seperti Daniel dan Musa, menunjukkan bahwa tema keberanian dan kepemimpinan adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk bertindak demi kebaikan bersama. Dengan menghidupkan iman dalam tindakan nyata, kisah Esther menjadi panduan bagi kita untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan dalam masyarakat.
Urgensi Spiritual Formation dalam Pemakaian Spiritual Igredient di Working Hypothesis pada Pembelajaran Mahasiswa Lesmana, Yeffry Hendra; Bilo, Dyulius Thomas
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.189

Abstract

This study examines the urgency of spiritual formation in the application of spiritual ingredients to the working hypothesis to improve student learning. The focus of this study is to answer the need for a holistic approach in education that is not only centered on cognitive aspects, but also spiritual and emotional. This study formulates the main question: How can the application of spiritual formation through spiritual ingredients strengthen the working hypothesis in the context of student learning? The method used is a literature review with a descriptive qualitative approach. The findings show that the integration of spiritual ingredients in the working hypothesis helps students develop a more reflective and transformative learning approach. This has a positive impact on their ability to face academic and personal life challenges. This study suggests the need for special training for lecturers in integrating spiritual values into teaching, as well as the development of a curriculum that explicitly considers spiritual aspects. The conclusions drawn emphasize that strong spiritual formation can be an important foundation in student learning to build holistic integrity and character.  AbstrakPenelitian ini mengkaji urgensi spiritual formation dalam penerapan spiritual ingredients pada working hypothesis untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa. Fokus penelitian ini adalah menjawab kebutuhan terhadap pendekatan holistik dalam pendidikan yang tidak hanya berpusat pada aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan emosional. Penelitian ini merumuskan pertanyaan utama: Bagaimana penerapan spiritual formation melalui spiritual ingredients dapat memperkuat working hypothesis dalam konteks pembelajaran mahasiswa? Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa integrasi spiritual ingredients dalam working hypothesis membantu mahasiswa mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih reflektif dan transformatif. Hal ini berdampak positif pada kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan khusus bagi dosen dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam pengajaran, serta pengembangan kurikulum yang memperhatikan aspek spiritual secara eksplisit. Kesimpulan yang dihasilkan menekankan bahwa pembentukan spiritual yang kuat dapat menjadi fondasi penting dalam pembelajaran mahasiswa untuk membangun integritas dan karakter holistik.Kata Kunci :Spiritual Formation, Spiritual ingredient, working hypothesis, pola pembelajaran
Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak melalui Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Lesmana, Yeffry Hendra; Bilo, Djulius Thomas
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v1i1.4

Abstract

Abstract: Christian Religious Education can increase children's cognitive intelligence, so a Christian Religious Education curriculum is needed that is able to increase children's cognitive intelligence. This research aims to review the extent to which the Christian Religious curriculum is able to contribute to Christian religious education. This research uses qualitative methods that look at the nature of a problem. This research is based on library sources. From the existing problems and using qualitative research methodology, a conclusion was found that a good Christian religious education curriculum will be able to improve children's cognitive intelligence. Keywords : Cognitive Intelligence, Curriculum, Christian Religious Education.  Abstrak: Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatan kecerdasan kognitif anak, maka diperlukan sebuah kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang mampu meningkatkan kecerdasan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauhmana kurikulum Agama Kristen mampu berkontribusi terhadap pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif yang melihat hakekat dari sebuah permasalahan. Penelitian ini didasarkan atas sumber-sumber pustaka. Dari permasalahan yang ada serta memakai metodologi penelitian kualitatif maka ditemukan sebuah kesimpulan bahwa kurikulum pendidikan agama Kristen yang baik akan mampu meningkatkan kecerdasan kognitif anak. Kata Kunci: Kecerdasan Kognitif, Kurikulum, Pendidikan Agama Kristen 
Esther: Pembentukan Karakter Melalui Keberanian Dan Iman Dalam Perspektif Teologi Dan Konteks Kontemporer Mooy, Drisandri Bidrawati; Lesmana, Yeffry Hendra
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.820

Abstract

Kisah Esther dalam Alkitab memberikan wawasan mendalam tentang keberanian, iman, dan kepemimpinan, yang tetap relevan dalam konteks kehidupan Kristen modern. Melalui keberanian Esther dalam menghadapi raja Ahasyweros, kita diajak untuk mengatasi tantangan rohani dan berdiri teguh dalam iman, meskipun dihadapkan pada situasi yang tidak mendukung. Pembentukan karakter Kristen sangat bergantung pada iman yang aktif, yang mendorong tindakan nyata berdasarkan keyakinan akan rencana Tuhan yang baik. Selain itu, studi perbandingan dengan tokoh Alkitab lain, seperti Daniel dan Musa, menunjukkan bahwa tema keberanian dan kepemimpinan adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk bertindak demi kebaikan bersama. Dengan menghidupkan iman dalam tindakan nyata, kisah Esther menjadi panduan bagi kita untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan dalam masyarakat.