Abstract. This study aims to analyse the limitations of the Grammarly application in correcting non-Scopus international journal review texts written by university students, particularly in terms of coherence and logical argumentation. This study employed a qualitative approach using descriptive analysis to provide an in-depth description of Grammarly’s limitations in analysing substantive linguistic aspects. The research subjects were third-semester students of the English Education Study Program at Citra Bangsa University who were enrolled in the Advanced Writing course. Purposive sampling was applied with the criterion that research subjects actively used Grammarly in completing non-Scopus international journal review assignments. The research instruments included students’ journal review documents, a manually assessed error analysis rubric, and interview guidelines. The results showed that Grammarly was effective in detecting technical and mechanical errors at the surface level of language, such as typographical errors, spacing issues, incomplete sentence structures, inappropriate word choices, and ambiguous sentences. However, Grammarly demonstrated significant limitations in identifying errors related to coherence, inter-sentential cohesion, and academic argument logic, including semantic contradictions and illogical cause-and-effect relationships. These findings indicate that Grammarly is not yet capable of replacing manual evaluation in assessing the substantive quality and academic argumentation of student writing. Therefore, the use of Grammarly should be combined with manual assessment to achieve a more comprehensive and in-depth evaluation of students’ academic writing quality. Keywords: Limitations, Grammarly, Academic review texts, International journal Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterbatasan aplikasi Grammarly dalam mengoreksi teks review jurnal internasional non-Scopus yang ditulis oleh mahasiswa, khususnya pada aspek koherensi dan logika argumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam fenomena keterbatasan Grammarly dalam menganalisis aspek kebahasaan yang bersifat substansial. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Citra Bangsa yang sedang menempuh mata kuliah Advanced Writing. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria yakni mahasiswa yang secara aktif menggunakan Grammarly dalam menyusun tugas review jurnal internasional non-Scopus. Instrumen penelitian yang digunakan yakni dokumen hasil review jurnal mahasiswa, rubrik analisis kesalahan yang diperiksa secara manual, serta panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grammarly merupakan aplikasi yang efektif dalam mendeteksi kesalahan teknis dan mekanis pada level permukaan bahasa, seperti kesalahan pengetikan huruf, penggunaan spasi, struktur kalimat yang tidak lengkap, pilihan kata yang kurang tepat, serta kalimat ambigu. Namun, Grammarly memiliki keterbatasan signifikan dalam mendeteksi kesalahan pada aspek koherensi, kohesi antar kalimat, serta logika argumen akademik, termasuk kontradiksi makna dan hubungan sebab-akibat yang tidak logis. Temuan ini menunjukkan bahwa Grammarly belum mampu menggantikan peran evaluasi manual dalam menilai kualitas substansi dan argumentasi akademik. Oleh karena itu, penggunaan Grammarly perlu dikombinasikan dengan penilaian manual agar kualitas tulisan akademik mahasiswa dapat dinilai secara lebih komprehensif dan mendalam. Kata Kunci: Keterbatasan, Grammarly, Teks Review, Jurnal Internasional