Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Impoliteness of Slurs in Debt Collectors' Conversation to Online Debtors Hanif, Anisah; Djatmika; Santosa, Riyadi; Sumarlam
International Proceedings of Nusantara Raya Vol. 2 (2023): Nowadays: Indonesia and South Korea in Literarture and Culture
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of impoltiness act penetrates in all areas of work. It happens because almost jobs involve power, so the level of persins's power affecct a person's chances for commiting slurs impoliteness towards someone with power below them indirectly in study. Online loans used as a sure-fire way to deal with fast financial problems and an easy transaction process, so many people are temted. It will be the worst consequences if the right lens to see this language phenomenon, because it cannot be debt collectors to their online debtor.
Konstruksi Metafora dalam Pemberitaan Kelangkaan Minyak Goreng Media Daring Okezone.com Hanif, Anisah; Sawardi, Sawardi; Wijaya, Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1147

Abstract

Penelitian ini terfokus pada fenomena bahasa penggunaan metafora dalam pemberitaan kelangkaan minyak goreng media daring Okezone.com mengenai jenis metafora yang digunakan dan konstruksi skema citra yang terbentuk dalam judul dan wacana keseluruhan. Metode penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan: penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data berikut teknik yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan. Data diambil dari lokasi penelitian tahapan permasalahan kelangkaan minyak goreng; komplikasi, klimaks, dan resolusi. Temuan penelitian segi judul dan keseluruhan wacana bahwa penggunaan metafora dengan basis metafora struktural, orientasional, dan ontologis. Ketiganya mengkonstruksi skema citra berdasarkan kesamaan space, scale, container, force, unity, identity, dan existance.
REKOGNISI OPSI RESPON OFFENSIVE COUNTERING MITRA TUTUR DALAM MENYIKAPI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA Hanif, Anisah
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 2 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v2i2.53650

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu rekognisi respon offensive countering mitra tutur terhadap ketidaksantunan berbahasa dalam lima video acara podcast youtube Deddy Corbuzier. Penelitian ini mewakili kajian pragmatik, sebab identifikasi variasi rekognisi respon offensive countering (menyerang balik) mitra tutur ini didasarkan pada konteks peristiwa tutur. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data autentik yang berbentuk lisan atau percakapan antara pembawa acara podcast dan bintang tamunya. Sumber data dalam penelitian ini yaitu lima video acara podcast Deddy Corbuzier yang diunggah dalam kanal Youtube. Metode pemerolehan data dalam penelitian ini kombinasi antara metode pemerolehan data linguistik secara umum dan metode pemerolehan data secara pragmatik. Pemerolehan data pragmatis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara perekaman pembicaraan autentik, interaksi semuka (interaksi dengan medium tatap muka langsung), discourse autentic dengan ordinary conversation. Dari segi metode pemerolehan data linguistik, penelitian ini dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kontekstual, cara-tujuan, dan padan pragmatis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat enam kategori respon offensive countering mitra tutur dalam menghadapi ketidaksantunan berbahasa. Masing-masing dari kategori respon offensive countering tersebut ditemukan berdasarkan ciri pembeda data temuan. Variasi respon offensive countering; respon menyerang balik dengan makian sebagai pengekspresian kekesalan, mengacuhkan atau menganggap mitra tutur tidak penting, menggunakan kalimat yang menyatakan pembuktian, menyangkal dan menyalahkan mitra tutur, menyerang balik dengan pertanyaan yang menyudutkan, menunjukkan kekesalan pada mitra tutur, dan tuturan dengan maksud mengancam.