Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Masyarakat Dengan Penyuluhan Gerakan CERDIK dan Pemeriksaan Kesehatan: Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta; Fathurrahman, Ridho; Khotimah, Ani Khusnul; Rahmawati, Dewi Alfina; Kumala, Erma; Pradana, Muhammad Daffa Lintang; Damayanti, Nadila Ayu; Khoirunnisa, Risma Aulina; Putri, Vita Amelia; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.335

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat meningkatkan risiko penyakit pada jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Permasalahan kesehatan yang perlu diperhatikan di Dusun Bengkal Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung salah satunnya adalah hipertensi. Tujuan: Untuk melakukan deteksi dini dan upaya preventif penyakit hipertensi melalui gerakan CERDIK. Metode: Edukasi digunakan sebagai metode kegiatan intervensi ini. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Mayoritas masyarakat Dusun Bengkal yang mengikuti intervensi berusia 46-55 tahun. Sebagian besar tekanan darah masyarakat di Dusun Bengkal yang mengikuti program skrining adalah kategori hipertensi (70.4%) dan sebagian kecil adalah normal (6.8%) sedangkan sebagian besar kadar gula darah termasuk dalam kategori normal (63.6%) dan sebagian kecil termasuk dalam kategori diabetes (11.3%) dan rata-rata nilai pengetahuan tentang hipertensi pada masyarakat Dusun Bengkal mengalami peningkatan setelah mendapatkan penyuluhan, yaitu dari rata-rata nilai 62.69 menjadi 72.02  Kesimpulan: Kegiatan intervensi melalui gerakan CERDIK di Dusun Bengkal, seperti skrining, senam sehat, penyuluhan, dan pemasangan poster dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi. Kata kunci: CERDIK, hipertensi, pencegahan, penyakit tidak menular _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that can increase the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. Hypertension is one health problem that needs attention in Bengkal Hamlet, Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Objective: To carry out early detection and preventive measures for hypertension through the CERDIK movement. Method: Evaluation of activities using pre-test and post-test given before and after educational activities. Result: Most Bengkal Hamlet residents who participated in the intervention were aged 46-55 years. Most people's blood pressure in Bengkal Hamlet who took part in the screening program was in the hypertension category (70.4%). A small portion was normal (6.8%) while the majority of blood sugar levels were in the normal category (63.6%) a small portion was in the diabetes category (11.3%) and the average value of knowledge about hypertension in the people of Bengkal Hamlet increased after receiving counseling, namely from an average value of 62.69 to 72.02. Conclusion: Intervention activities through the CERDIK movement in Bengkal Hamlet, such as screening, healthy exercise, counseling, and putting up posters can increase public knowledge about preventing hypertension. Keywords: CERDIK, hypertension, non-communicable diseases, prevention
Analisis Gaya Komunikasi Generasi Z di Media Sosial Menggunakan Pendekatan Social Media Analytics Mousi, Rafly Al; Putri, Vita Amelia; Sari, Maulida; Akbar, Komputerio
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi Generasi Z di media sosial dengan menggunakan pendekatan Social Media Analytics. Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi pola komunikasi yang semakin cepat, interaktif, serta berbasis visual, terutama pada Generasi Z sebagai kelompok digital natives. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap data komunikasi digital yang diperoleh dari platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter (X). Data penelitian berupa komentar, caption, dan penggunaan hashtag yang mencerminkan praktik komunikasi Generasi Z dalam ruang digital. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi frekuensi penggunaan kata, emoji, dan simbol digital, serta analisis kualitatif menggunakan teknik content analysis untuk menafsirkan makna komunikasi dan pola interaksi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi Generasi Z didominasi oleh penggunaan bahasa informal, singkatan, serta simbol visual seperti emoji dan meme. Selain itu, komunikasi bersifat multimodal dan partisipatif, di mana pengguna tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen konten aktif. Temuan lain menunjukkan adanya kecenderungan kebutuhan validasi sosial yang tinggi melalui interaksi digital seperti likes, komentar, dan shares. Hal ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya memengaruhi cara berkomunikasi, tetapi juga membentuk pola interaksi sosial dan konstruksi identitas diri Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi digital berbasis data serta menjadi referensi dalam memahami dinamika komunikasi generasi muda di era media sosial.