Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES

Perebutan Ruang Doktrinasi Hadis Isbāl NU dan Salafi pada New Media Alhafizh, Rasyid; Wendry, Novizal; Ashadi, Andri
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.41544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontestasi pemahaman hadis isbāl Nahdlatul Ulama dan Islam Salafi di website NU Online dan Muslim.Or.Id. Seperti halnya al-Qur’an teks multitafsir, hadis juga dapat dipahami berbeda meskipun mutn al-hadiṡ dan transmisinya (sanad) sama. Terkhusus oleh entitas Islam (NU dan Islam Salafi) yang berbeda cita-cita dan doktrin. Seiring waktu, Nahdlatul Ulama dan Salafi tidak sebatas dakwah tatap muka (offline), tetapi merambah media baru yakni di situs NU Online dan Muslim.Or.Id. Melalui penelitian kualitatif dengan basis data kepustakaan, terdapat dua hasil bentuk kontestasi NU dan Salafi dalam memahami hadis isbāl di situs masing-masing; Pertama, menjaga norma; haram atau makruh, dan Kedua, upaya melegitimasi kelompok. NU Online sebagian besar mengambil sumber referensi dari ulama mazhab Syafi’iyyah dan membandingkan pendapat antar mazhab. Alhasil, NU memilih pendapat yang membolehkan isbāl jika bukan khuyala’. Sedangkan Muslim.Or.Id memuat pendapat ulama Hanabilah dan Malikiyyah yang mengharamkan isbāl secara total, baik khuyala’ maupun tidak.
Hadis New Media: Vis a Vis Abdul Somad dan Khalid Basalamah Tentang Isbāl Aziz, Ahmad Nazarudin Abdul; Wendry, Novizal; Fatia, Azhariah; Alhafizh, Rasyid
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konteks, metode interpretasi dan pemahaman Khalid Basalamah dan Abdul Somad tentang hadis isbāl di YouTube. Hasilnya, pertama, perbedaan pemahaman keduanya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, sosio-budaya, mazhab yang dianut. Basalamah, lulusan Universitas Islam Madinah dan bermazhab Hanbali, mengedepankan pemahaman literal terhadap teks-teks agama dan sangat menghormati sunnah Nabi SAW. Sebaliknya, Somad, yang belajar di Al-Azhar dengan mazhab al-Syāfi’ī, memiliki pendekatan lebih moderat dan inklusif, dipengaruhi oleh interaksinya dengan masyarakat pluralis di Mesir dan Maroko. Kedua, metode interpretasi mereka juga berbeda. Basalamah cenderung tekstualis, memahami hadis secara lafziyah tanpa mempertimbangkan konteks sosial. Sementara Somad menganalisis asbāb al-wurud untuk menerapkan pemahaman kontekstualis, yang mencakup pendapat ulama terdahulu sebagai pertimbangan. Ketiga, pemahaman tentang hadis isbāl. Basalamah melarang isbāl secara mutlak, baik yang didasari oleh rasa sombong (khuyalā’) maupun tidak. sedangkan Somad berpendapat bahwa, jika tidak ada niat sombong saat pakaian melewati mata kaki, maka itu hanya mubah.
Perebutan Ruang Doktrinasi Hadis Isbāl NU dan Salafi pada New Media Alhafizh, Rasyid; Wendry, Novizal; Ashadi, Andri
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.41544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontestasi pemahaman hadis isbāl Nahdlatul Ulama dan Islam Salafi di website NU Online dan Muslim.Or.Id. Seperti halnya al-Qur’an teks multitafsir, hadis juga dapat dipahami berbeda meskipun mutn al-hadiṡ dan transmisinya (sanad) sama. Terkhusus oleh entitas Islam (NU dan Islam Salafi) yang berbeda cita-cita dan doktrin. Seiring waktu, Nahdlatul Ulama dan Salafi tidak sebatas dakwah tatap muka (offline), tetapi merambah media baru yakni di situs NU Online dan Muslim.Or.Id. Melalui penelitian kualitatif dengan basis data kepustakaan, terdapat dua hasil bentuk kontestasi NU dan Salafi dalam memahami hadis isbāl di situs masing-masing; Pertama, menjaga norma; haram atau makruh, dan Kedua, upaya melegitimasi kelompok. NU Online sebagian besar mengambil sumber referensi dari ulama mazhab Syafi’iyyah dan membandingkan pendapat antar mazhab. Alhasil, NU memilih pendapat yang membolehkan isbāl jika bukan khuyala’. Sedangkan Muslim.Or.Id memuat pendapat ulama Hanabilah dan Malikiyyah yang mengharamkan isbāl secara total, baik khuyala’ maupun tidak.