Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HAK DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS Fatia, Azhariah
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Shariah of State Institute for Islamic Studies Batusangkar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.633 KB) | DOI: 10.1234/juris.v10i1.921

Abstract

Islam memberikan dan menetapkan hak-hak yang komprehensif dan maksimal kepada anak-anak agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan menjalani kehidupan dengan baik. Hak-hak yang diberikan dapat dikelompokkan kepada lima bagian, yakni hak-hak yang berkaitan dengan agama, jiwa, keturunan dan kehormatan, akal-pikiran, dan harta. Dari kelima hak pokok dan dasar tersebut, dikembangkan hak-hak yang banyak sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Perlindungan anak di dalam ajaran Islam dapat dirangkum dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk perwujudan dan penguatan hak anak dengan memerintahkan segala sesuatu yang dapat memenuhi, menguatkan, dan menyempurnakan hak-hak anak, dan dalam bentuk pemeliharaan hak-hak anak dari segala bentuk pelanggaran dengan berupaya mencegah dan melarang segala yang mengurangi, membahayakan, dan menghapuskan hak-hak anak.
AL-MUSÂWÂH Dalam Perspektif Hadits Fatia, Azhariah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.98

Abstract

Konsep persamaan dalam perspektif hadits melingkupi spektrum yang luas. Mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia. Konsep persamaan tersebut berhubungan erat dan saling mempengaruhi dengan konsep-konsep lainnya, seperti konsep keadilan, kodrat, hukum, dan lain-lain. Memandang konsep persamaan dalam hadits dari kaca mata persamaan an sich akan menyebabkan kekeliruan dalam menilai. Konsep persamaan dalam perspektif hadits harus dipandang dalam kerangka hubungannya dengan konsep-konsep lain yang saling berhubungan tersebut.
HAK DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS Azhariah Fatia
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.633 KB) | DOI: 10.31958/juris.v10i1.921

Abstract

Islam memberikan dan menetapkan hak-hak yang komprehensif dan maksimal kepada anak-anak agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan menjalani kehidupan dengan baik. Hak-hak yang diberikan dapat dikelompokkan kepada lima bagian, yakni hak-hak yang berkaitan dengan agama, jiwa, keturunan dan kehormatan, akal-pikiran, dan harta. Dari kelima hak pokok dan dasar tersebut, dikembangkan hak-hak yang banyak sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Perlindungan anak di dalam ajaran Islam dapat dirangkum dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk perwujudan dan penguatan hak anak dengan memerintahkan segala sesuatu yang dapat memenuhi, menguatkan, dan menyempurnakan hak-hak anak, dan dalam bentuk pemeliharaan hak-hak anak dari segala bentuk pelanggaran dengan berupaya mencegah dan melarang segala yang mengurangi, membahayakan, dan menghapuskan hak-hak anak.
PENGARUH MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN TERHADAP KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI Fadli Padila Putra; Khadijah Khadijah; Azhariah Fatia
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.657 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v3i2.3515

Abstract

Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam menghafal Al-Quran. Motivasi seseorang dalam menghafal Al-Quran berbeda-beda, terkhusus bagi santri Rumah Tahfizh Ahlul Quran, dimana antara santri PAUD-TK dengan santri SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Mahasiswa dan Umum memiliki motivasi yang beragam sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masing- masing. Dengan perbedaan motivasi ini akan berdampak juga pada kualitas hafalan Al-Quran santri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) motivasi menghafal Al-Qur'an santri Rumah Tahfizh Ahlul Qur'an Padang, (2) kualitas menghafal Al-Qur'an santri Rumah Tahfizh Ahlul Qur'an Kota Padang dan (3) pengaruh motivasi menghafal Al-Qur'an terhadap kualitas hafalan Al-Qur'an santri Rumah Tahfizh Ahlul Qur'an Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh antara motivasi menghafal Al-Quran terhadap kualitas hafalan dengan pengaruh sebesar 17%.
The dialectic of fiqh understanding and the female Imam-Khatib tradition in Balingka, West Sumatra, Indonesia ikhwan ikhwan; Azhariah Fatia; Junizar Suratman; Muhammad Nabil Ramadhan; Alfaiz Alfaiz
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 12, No 2 (2022): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijims.v12i2.313-339

Abstract

This study aimed to determine the relationship between the fiqh understanding and women’s religious role in the tradition of female priests and preachers (imam-khatib) in Balingka, West Sumatra, Indonesia. A qualitative approach was used with data obtained through interviews with informants, including female priests (imam), religious scholars, village guardians, community leaders, and women figures in Balingka. Furthermore, documentation and observation were also used to collect data. The results showed a relationship between the dynamics of  fiqh understanding and women’s religious role. A moderate fiqh understanding makes the practice of female imam-khatib persist, supporting its recognition, and acceptance. Conversely, radical fiqh thoughts make the tradition of female imam-khatib criticized and challenged. The shift in fiqh understanding brings this tradition to an end after lasting for almost a century in Balingka. The study of Islam socialized by the Salafis through television and internet media shifted the understanding of fiqh from a moderate to a radical style, bringing this tradition to an end. Consequently, women are marginalized from their religious roles and are subordinate to men’s roles.
Indonesia’s Personal Agentic Potential in Encounter-Recovery of the Spread of Covid-19: a Study of an Islamic Agentic Awareness Alfaiz, Alfaiz; Fatia, Azharia; Syarqawi, Ahmad; Wiryawan, Ryzki; Rafiola, Ryan Hidayat; Inayah, Asitah Nurul; Elsyad, Muhammad Khafiyyan; Costa, Augusto Da
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 10 No 1 (2024): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v10i1.22196

Abstract

This study explores Indonesia's personal agentic potential in addressing the spread of Covid-19 by implementing various government policies and Islamic agency awareness. Expost facto was used in this research, complemented with literature analysis. Data were collected from 200 respondents, classified based on education and gender. The data were validated using the Social and Agentic Awareness Questionnaire (SAAQ) and descriptors. The results showed that 76% of the respondents with secondary education had agentic and agent awareness of the virus and 24% did not. However, in terms of gender, 68% and 32% of male and female respondents had appropriate agentic awareness. Similarly, 60% of respondents with higher education and 40% with middle/secondary education had social awareness, in accordance with 35% of female and 65% of male respondents. These results indicated that respondents from higher education have a greater influence and potential in social awareness and agents to deal with the spread of COVID-19 compared to respondents from middle/secondary education. Subsequently, regarding agentic awareness, female respondents have lower social awareness compared to male respondents. 
Sejarah Dan Peradaban Islam Pada Zaman Klasik Mohamad Tabri; Azhariah Fatia; Lukmanul Hakim
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/6raz5f30

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendiskusikan tentang Sejarah peradaban islam pada zaman klasik, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodes perpustakaan dan analisis isi terhadap buku serta artikel-artikel yang berkaitan dengan meteri ini. Periode klasik (650-1250) merupakan periode ini terbagi kepada periode ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650- 1000 M). Dibawah kepemimpinan para khalifah, Islam mengalami perluasan pengaruh yang sangat luas, kearah Barat melalui Afrika Utara Islam mencapai spanyol dan kearah Timur melalui Persia, Islam sampai ke India. Masa ini juga di tandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang agama dan kebudayan, bidang hukum, theology, tasawuf, filsafat dan ilmu pengetahuan. Fase disintegrasi (1000-1250 M) ditandai dengan perpecahan dan kemunduran politik umat Islam hingga berpuncak pada terenggutnya Baghdad oleh bala tentara Hulagu di tahun 1258 M. Perbedaan yang signifikan terdapat pada system pemerintahan. Pada masa Khulafaurrasyidin system pemerintahan dibangun dengan demokrasi, sedangkan masa Bani Umayyah dan Abbasiyah, system pemerintahannya berbentuk monarchi, yang menyebabkan perpecahan karena perebutan kekuasaan. Kata Kunci: Sejarah islam, klasik.
Resolving Human Rights Violation Cases in Aceh, Indonesia Matondang, Ikhwan; Afrinal, Afrinal; Khalida, Azhariah; Fatia, Azhariah; Amin, Saifuddin
Al-Risalah Vol 24 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/alrisalah.v24i1.1539

Abstract

This study aimed to examine the position and role of Ulama in resolving human rights violation cases by the Aceh Truth and Reconciliation Commission (TRC). It analyzed the ulama representations within the Aceh TRC commissioners, their role in reconciliation, and factors that influence the role of the ulama. Data were obtained through interviews and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the ulama’s role was dismissed in cases of human rights violations. TRC's commissioners did not represent Ulama or play a significant role in the reconciliation process. Their diminished role in conflict resolution relates to delegitimization in Aceh. It occurred due to the scarcity of qualified ulama to solve the conflict and friction or polarization among them. Other causes were the ulama’s lack of attention to human rights issues and the emergence of new actors that took over their conflict resolution roles. Ulama in Aceh could reaffirm its role in conflict resolution by restoring its legitimacy. They must improve their quality and formation based on day ah, strengthen their unity, avoid friction and polarization, and maintain neutrality. Ulama should also increase their involvement in conflict resolution and human rights issues.
Esensi dan Eksistensi Filsafat Islam: Problema dan Solusi, Metode dan Pendekatan, Relevansi dan Kontekstual, Serta Isu-Isu Pokok Dalam Kajiannya Hasanah, Rizatul; Shantika Ahya, Clara; Fatia, Azhariah; Hakim, Lukmanul
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam merupakan cabang keilmuan yang menjembatani antara wahyu dan akal dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan. Artikel ini membahas esensi dan eksistensi filsafat Islam sebagai disiplin yang tidak hanya berakar pada tradisi pemikiran Yunani, tetapi juga memiliki keunikan melalui integrasinya dengan nilai-nilai Islam. Esensinya terletak pada upaya untuk mencari kebenaran hakiki tentang Tuhan, manusia, dan alam semesta dengan menggunakan pendekatan rasional dan intuitif. Eksistensi filsafat Islam ditunjukkan melalui kontribusinya dalam membangun peradaban Islam klasik hingga modern, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti krisis moral dan identitas umat. Artikel ini juga mengkaji peran para filsuf Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali, yang menunjukkan bahwa filsafat Islam adalah proses dinamis yang terus berkembang. Kesimpulannya, filsafat Islam bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga jalan untuk memahami dunia secara mendalam dalam bingkai nilai-nilai spiritual dan rasionalitas.
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DI BALIK KERUNTUHAN KEKHALIFAHAN UTSMANI Nurul Zahara, Fatimah; Fatia, Azhariah; Hakim, Lukmanul
JURNAL TIPS JURNAL RISET, PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesultanan Turki Utsmani, Kerajaan Safawi, dan Kerajaan Mughal di India adalah tiga kerajaan besar yang memerintah selama puncak kejayaan Muslim (Muhammad, 2015). Namun setelah mencapai puncaknya di bawah Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520–1566 M), Kerajaan Turki Ustmani mulai memudar, memburuk, dan jatuh kembali ke titik terendahnya hingga hancur pada detik-detik terakhirnya. Kemunduran Kerajaan Turki Ustmani disebabkan oleh sejumlah kekuatan militer dan non-militer. Oleh karena itu, hal itu berdampak pada masa depan Islam di wilayah tersebut. Tujuan artikel ini adalah untuk memastikan keadaan di balik jatuhnya Kerajaan Turki Ustmani pada tanggal 3 Maret 1924, mengidentifikasi unsur-unsur yang berkontribusi terhadap kejatuhan Kerajaan Turki Ustmani, dan menilai konsekuensinya bagi masa depan Islam. Studi ini menggunakan strategi analitis dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, metode kualitatif, dan jenis penelitian tinjauan pustaka. Menurut buku Syafiq A. Mughani, runtuhnya Kesultanan Utsmani disebabkan oleh tiga faktor: kelemahan militer dan birokrasi Turki, ketidakstabilan ekonomi, dan munculnya kekuatan-kekuatan Eropa baru yang berhaluan nasionalisme untuk menggulingkan Kesultanan Utsmani. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Islam mencapai puncak kejayaannya di India pada masa Utsmani, Safawi, dan Mughal, yang merupakan fase kedua kemajuan umat Islam setelah runtuhnya Dinasti Abbasiyah. Namun seiring berjalannya waktu, kemegahan ini mulai memudar, dan umat Islam mengalami kemunduran di sejumlah bidang, termasuk politik, ekonomi, sains, dan agama, terutama pada tahun 1566. Sementara itu, dunia Barat bangkit dengan pesat dari keterbelakangannya pada abad ke-16 Masehi.